Kamis, 18 Januari 2018

Keliling Surabaya Gratis dengan Surabaya Heritage Track

Hai arek Suroboyo, sudah pada tau belum kalau Surabaya punya banyak bangunan bersejarah yang sayang dilewatkan untuk dipelajari. Mengawali tahun 2018, setelah liburan berdua dengan suami ke Bali, kami berencana mengajak Luigi keliling Surabaya. Akhirnya suami punya ide untuk mengajak Luigi naik bis dengan Surabaya Heritage Track. Surabaya Heritage Track merupakan bis gratis dengan tur keliling tempat bersejarah di Surabaya, dipandu seorang pemandu wisata professional dan dikelola oleh Sampoerna yang merupakan produk rokok.


Titik keberangkatan bis dan pemberhentian akhir adalah di pelataran House of Sampoerna, jalan Taman Sampoerna. Karena bis yang disediakan satu armada dengan kuota kursi dua puluh dua saja, maka kami harus booking tiket terlebih dahulu. Caranya datanglah pagi, daftar kursi untuk berapa orang, lalu satu jam sebelum jadwal berangkat kami sudah harus ada di tempat. Hal ini untuk memastikan kursi kami dengan registrasi ulang.

Meski gratis ada jadwal yang harus diketahui sebelumnya, yakni dalam sehari ada 3 rute keberangkatan. Tiap jadwal keberangkatan akan berbeda tempat yang dikunjungi. Jadwalnya terbagi menjadi jam 09.00, jam 13.00 dan jam 15.00 WIB. Dan durasi perjalanan wisata ini maksimal satu setengah jam.

Diambil dari web SHT

Nah kebetulan kami memilih jadwal keberangkatan tur jam 13.00 WIB. Selama didalam bisa kami dipandu oleh pemandu wisata yang menjelaskan sejarah Surabaya, termasuk sejarah jalan dulunya sebagai tempat apa, mengapa nama jalannya begitu. Pemandu wisata menggunakan bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia.


Kami melewati Jembatan Merah yang merupakan tempat heroik perjuangan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Perjalanan pertama kami berhenti di klenteng Sukhaloka di jalan Cokelat. Wah dari pintu masuk saja bau dupa sudah menyeruak. Pemandu wisata mengumpulkan kami pintu masuk untuk dijelaskan sejarah singkat klenteng. Dan kami diajak masuk ke setiap altar untuk mengenal dewa-dewa dan maksud dari patung-patung yang susunannya pun mengandung makna. 



Misalnya nama dewa yang cara memanggilnya dengan mengentakan kaki ke bumi. Dialah dewa bumi. Lalu kenapa diatas klenteng ada patung ikan. Karena dulunya klenteng ini disebut klenteng laut. Karena daerah ini merupakan tempat parkirnya kapal-kapal. Dermaga kota Surabaya dulunya ada dua. Kapal berlayar melewati Jagir Wonokromo dan yang utara masuk melalui Jembatan Merah.




Lalu kami menuju Museum Bank Mandiri Kembang Jepun. Pemandu wisata membuka rasa penasaran bahwa ditempat inilah nanti kami akan melihat lambang Surabaya versi buaya melawan ikan kakap bukan melawan ikan hiu. Dulunya bank ini bernama Escompto Bank. Museum Bank Mandiri satu komplek dengan Bank Mandiri cabang Kembang Jepun. Musem ada dilantai bawah dan Bank ada dilantai dua. Ketika menaiki anak tangga, kami disuguhkan dengan arsitek bangunan yang sangat indah. Ada 12 lambang kota perdagangan di Hindia Belanda dan Eropa. Dan disinilah kami melihat lambang Surabaya melawan ikan kakap.



Didalam museum kami melihat arsip kuno, mesin ketik kuno, foto-foto bank Escompto, dan brankas kuno. Dan ada uang yen yang dipigura karena tidak sempat diambil oleh pemiliknya juga arsip transaksi yang belum selesai. Beberapa di pigura dan ada yang dipajang di balik kaca.




Setelahnya kami diajak melewati sungai Kalimas yang dulu merupakan pusat perdagangan Surabaya. Banyak kapal yang berlabuh disana. Lalu melewati kawasan Arab di daerah Sunan Ampel. Masjid Ampel merupakan masjid tertua kedua di Surabaya setelah masjid Rahmad di jalan Kembang Kuning.


Selesai sudah perjalanan tur singkat kami. Ini pertama Luigi naik bis, dan kelihatan dia sangat senang. Bahkan bangun tidur akhirnya bilang “biz”. Hari itu Luigi mencoba salah satu kendaraan darat, yang merupakan transportasi umum. Luigi jadi tau, oh duduknya bis lebih banyak daripada mobil, karena tur bersama rombongan dia juga belajar untuk memahami situasi, tidak bisa lari-lari atau merengek meminta kursi yang sudah ditempati orang lain. Tambahannya dia mengenal tempat baru dan bisa mengamati proses dijalan raya, ada berhenti saat lampu merah dan bis kembali jalan ketika lampu hijau. Memahami hal ini lebih mudah karena kami duduk di depan, persis berhadapan dengan pemandu wisata.
Kamis, 11 Januari 2018

Review Buku The Very Hungry Caterpillar

Saat ini Luigi sangat menyukai buku tentang kupu-kupu. Buku tema kupu-kupu yang pertama dia punya adalah buku dari Rabbit Hole. Yang kedua buku dari Clara Ng. Nah, kali ini saya ingin menambah buku berceritakan kupu-kupu yakni buku The Very Hungry Caterpillar. Buku ini sederhana namun sangat bermakna untuk proses belajar Luigi yang tidak pernah bosan dengan ulat, kepompong dan kupu-kupu. Apalagi diumur 21 bulan dia bisa mengatakan kepompong dengan penyebutan “pong” semakin terus ingin diceritakan kupu-kupu.



Buku ini merupakan buku klasik yang diterbitkan tahun 1969. Penulis dan ilustrator buku ini adalah Eric Carle. Dan menurut Amazon.com telah diterjemahkan kedalam 20 bahasa. Buku ini sangat sederhana, bercerita ulat yang terus merasa lapar dari ke hari. Sampai akhirnya ia memakan semua makanan yang tidak sehat dan sakit perut. Lalu setelah makan daun ia kembali sehat dan gemuk. Dan mempersiapkan diri menjadi kepompong. Sampai akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Buku ini menurut saya tidak sekedar agar anak memahami transformasi ulat menjadi kupu-kupu, namun lebih dari itu ada banyak hal yang bisa dipelajari. Diantaranya :

Belajar siang dan malam
“di bawah cahaya bulan telur kecil tergeletak di atas daun” adalah cerita awal didalam buku ini. Diilustrasikan dengan suasana gelap dan cahaya bulan nan redup yang menunjukkan malam hari dan esok harinya telur menjadi ulat dengan ilustrasi matahari yang terang menunjukkan hari menginjak siang.



Belajar nama hari
Petualangan ulat yang lapar dari hari ke hari terus lapar digambarkan dalam waktu seminggu.

Belajar hitungan 1-10
Saat ulat memakan makanan, penulis menggunakan kuantitas makanan. Misalnya hari senin ulat makan satu buah apel, dan esoknya ia memakan dua buah yang lain sampai makanan terakhir yang ulat makan sejumlah sepuluh.

Belajar nama buah dan berbagai macam makanan
Ketika ulat lapar dan mencari makanan, ia memakan banyak jenis buah seperti apel, pir, plum dan jeruk. Juga berbagai macam makanan seperti sepotong kue, permen lollipop, keju, sosis, semangka dan lainnya. Dengan gambar yang menarik karena ditengah makanan pasti ada lubang yang menunjukkan ulat telah memakan semua makanan tersebut.

Belajar warna
Dengan gambar yang colorfull, buku ini juga bagus untuk belajar warna. Ulat digambarkan warna hijau, dan kepalanya merah. Matahari digambarkan kuning. Buku ini dominan ketiga warna itu. Dan yang saya pahami, menurut metode Montessori ketiga warna ini merupakan pengenalan warna dasar pada anak usia dini.

Mengajarkan makan sayur
Saat ulat sakit perut karena memakan makanan yang tidak menyehatkan baginya, ia memakan daun dan akhirnya ulat membaik dan kembali sehat. Menurut saya bisa mengajarkan bahwa ulat dengan makan sayuran juga membuat ia sehat.

Mengajarkan nilai makanan sehat
Karena ulat memakan banyak makanan yang tidak sehat alias makanan cepat saji, ia menjadi sakit perut. Dari cerita ini menunjukkan bahwa penting sekali buat anak untuk memakan makanan yang sehat agar tidak sakit perut seperti ulat.

Mengajarkan suka makan
Ketika ulat banyak makan, ia menjadi ulat yang gemuk. Diilustrasikan gambar ulat yang tadinya kecil menjadi ulat yang sangat besar. Luigi akhirnya bukan menyebut ulat lagi, melainkan kucing haha. Saking gedenya ulat. Nah, Luigi saat ini sedang mengejar berat badan ideal, jadi pas bagian ini cocok sekali untuk memasukkan nilai banyak makan.

Mengajarkan metamorfosis kupu-kupu
Nah ini yang keren banget bisa dipelajari anak toddler. Bukankan ulat menjadi kupu-kupu dipelajari anak saat pelajaran SD. Tidak juga. Dengan cerita sederhana nan menarik ini, anak-anak ditunjukkan bagaimana proses telur yang akhirnya menetas berubah menjadi ulat. Dan karena ulat banyak makan ia menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah.



Buku ini jenis boardbook yang cocok untuk anak toddler jadi tidak mudah robek. Menurut saya sebagai orang tua buku ini saya nilai 10 dari 10.  Kekurangannya hanya kenapa tidak berbahasa Indonesia hihi. Oia buku ini juga ada jenis Pop Up nya loh. Makin kereeen khan?

Judul Buku : The Very Hungry Caterpillar
Penulis : Eric Carle
Ilustrator : Eric Carle
Halaman buku : 24 halaman
Jenis : boardbook dengan lubang ditengah
Ukuran : 18 cm x 12.6 cm 


Surabaya, 12 Januari 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Catatan Perjalanan 2017

Mendung menggelayut manja di langit Kota Surabaya. Dalam desir, angin berhembus menyejukkan jiwa. Surabaya yang biasanya menyengat, tak menampakkan wajahnya. Memang,  musim penghujan masih dalam masa-masa bulan madu. Air-air dari langit sedang giat-giatnya membasahi bumi. Tiada hari tanpa kesegaran yang ditumpahkan Allah melalui awan-awanNya. Di salah satu bagian kota, dibawah mendung yang mengambil alih birunya langit itu, di sebuah rumah sempit, seorang yang tak lagi muda merenung. Dialah aku. Muhasabah untuk mengevaluasi apa saja yang telah aku lalui diperjalanan 2017.

Yah, 2017 betapa Allah memberi banyak kejutan padaku. Sungguh, tahun ini adalah kado dari semesta. Setelah hujan membasahi hati, akhirnya terlihat pelangi. Pelangi yang sangat indah. Dan barisan pelangi itu ingin aku tulis disini sebagai goresan langkah perjalanan

Kamis, 28 Desember 2017

Akhirnya Selfito Ergo Sum di Bali

Empat abad silam, filsuf Rene Descartes berkelana ke banyak negara untuk mencari eksistensi diri dan inspirasi. Serupa Descartes, kaum muda di abad ini juga hobi berplesir. Bedanya, mereka mengejar foto citra diri.
Selfito Ergo Sum. 
Demikianlah istilah yang disematkan generasi milenial untuk melihat eksistensialisme di era saat ini. Artinya kira-kira, “dengan berfoto, eksis di media social, maka saya ada”. Istilah pelesetan dari filosofi Cogito Ergo Sum (aku berfikir maka aku ada)  yang dicetuskan Descartes pada abad ke-16 itu mendorong generasi milenial untuk melanglang buana ke banyak daerah,  bahkan negara,  terutama di liburan akhir tahun seperti saat ini (harian Kompas, 29 Desember 2017)


Selasa, 26 Desember 2017

Belanja Tanpa Nyampah, Buang Sampah Dapat Hadiah

Kehidupan kita tidak pernah lepas dari sampah. Apalagi sampah plastik. Cobalah kita tengok perlengkapan kita mulai sabun mandi, sabun cuci, shampo, pasta gigi yang pasti dikemas dengan bahan plastik. Sementara masih banyak diantara masyarakat yang tidak mau repot untuk memilah sampah plastik. Semuanya dimasukkan dalam satu bak sampah. Selesai. Benar saja, sebanyak 65,8 juta ton sampah dihasilkan di Indonesia setiap tahun karena tingkat pemilahan sampah di masyarakat yang masih rendah. Bahkan Indonesia menyumbang 1,29 MMT (million metric tons) sampah plastik ke laut setiap tahun.

Jumat, 24 November 2017

Anak Usia Dini Gemar Baca Tulis dengan Cara Ini

Hah, bukannya anak usia dini enggak boleh dijejali baca tulis dan berhitung ya? Bukankah anak usia dini baru boleh dikenalkan baca tulis hitung saat usia 6 tahun? Bukankah diusia itulah anak akan siap menerima pembelajaran angka dan huruf? “Jangan maksa anak membaca, menulis dan berhitung Ah. Nanti anaknya bisa stress karena ‘belum waktunya’.”

Sabtu, 04 November 2017

Terapi Oromotorik (Oral Motor)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari Ikhtiar Tumbuh Kembang Luigi dan Menjawab Pertanyaan.
MashaAllah sampai saya menulis ini masih banyak ibu-ibu yang mengirim pesan pada saya. Beberapa bertanya bagaimana terapinya dan hal yang dilakukan selain terapi. Sampe nanya susunya Luigi apa? Hehe.