Determinasi Luigi Kautsarrazky Pada Festival Catur Pelajar Nasional 2025 Mengantarkannya Pada Kejuaraan Catur Asia Zona 3.3.

 


Malam itu Luigi makan sangat lahap di sebuah restoran ramen di Summarecon Mall Serpong. Kami membuatnya se-relaks mungkin karena esoknya ia akan bertanding untuk Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2025. Acara ini diselenggarakan oleh kerja sama Yayasan BPK PENABUR, Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).



Mulai 26 hingga 28 Juni 2025, sebanyak 739 pelajar dari 54 kota dan 15 provinsi berbondong-bondong ke Jakarta, Bekasi, dan Tangerang untuk menata pion dan berpikir sebelum melangkah. 


Festival ini digelar serentak di tiga lokasi berbeda sesuai kelompok umur. Kelompok Umur (KU) 7 dan KU 9 di Aula SMAK PENABUR Gading Serpong Tangerang, KU 11 dan KU 13 di Gedung Serbaguna Sekolah BPK PENABUR Harapan Indah Bekasi juga  KU 15 dan KU 17 di Aula SMAK 1 PENABUR Jakarta.


bekal sekotak roti berbagai macam rasa dari mama Alika menjelang keberangkatan ke Ibukota


Luigi ada di KU 9 sehingga ia bertanding di Gading Serpong, Tangerang. Kami datang dengan 1 koper dan 1 tas ukuran besar dari Kabupaten Gresik Jawa Timur. 


Hampir 600 km perjalanan di tempuh melalui lintasan rel panjang kereta api menuju Stasiun Jatinegara Jakarta. Masih ditambah petualangan dari Jakarta ke Gading Serpong via KRL. Maka bersantai sejenak di mall mungkin akan membuat kepenatan selama di jalan menjadi sirna.




 


Ini bukan sekadar perjalanan. Ini adalah langkah besar, yang jika berhasil, akan menjadikan Luigi menjadi satu-satunya atlet catur 9 tahun asal Kabupaten Gresik yang berlaga di pertandingan internasional. Karena juara pada event ini akan diberikan golden ticket untuk membawa nama merah putih di pertandingan internasional Asia Zona 3.3.

 

Bagi pecatur yang lahir dan besar di Kabupaten kecil, tampil di tournament catur internasional terasa seperti hal yang mustahil. Bahkan di Gresik saat ini tidak ada pecatur bergelar Master Nasional (MN). Apalagi pemain catur bergelar internasional.

 

Di grup WA klub catur yang diikuti Luigi, doa kami hanya harapan sederhana, semoga Luigi bisa masuk 10 besar agar bisa bertanding di tournament internasional. Hanya itu.




Selama di Gading Serpong, kami menginap di tempat kecil. Judulnya hotel, tapi mungkin lebih tepat disebut tempat kos karyawan. Sedikit pengab, namun kasurnya luas untuk kami jadikan sandaran punggung selama 3 hari. 


Luigi senang karena air hangatnya berfungsi dengan baik dan AC-nya dingin. Apalagi lokasinya tidak jauh dari arena pertandingan, memudahkan kami untuk pulang pergi. Di Serpong, kami makan seadanya. Fokusnya hanya makan bergizi untuk Luigi. Emak Bapaknya popmie aja lah haha.

 

Area pertandingan terletak di lantai paling atas aula komplek BPK Penabur Gading Serpong. Orangtua, pelatih, atau siapapun tidak bisa mengintip permainan peserta. 


Kami hanya bisa melihat dari kelas di lantai yang berbeda dengan tempat Luigi bertanding. Panitia memberikan fasilitas layar di kelas untuk menonton live. Jika beruntung kamera menyotot Luigi, maka dari layar inilah kami sesekali bisa mengintipnya.





Selalu mengawali tiba di lokasi tanding 



Entah kekuatan apa yang menyergabnya. Tiba-tiba di tiap babak, Luigi tampil sangat percaya diri. Hanya menahan remis dengan seorang lawannya dan melahap 6 laga dengan kemenangan. Luigi tidak pernah kalah.

 

Bahkan yang lebih mencengangkan, Luigi menundukkan anak jenius asal Karawang yang sering juara catur di tingkat internasional. Hingga babak terakhir, poin Luigi sama dengan peringkat 2 namun Luigi unggul secara tie break. Determinasi Luigi itulah yang membuatnya tetap bertahan dan melampaui kisah para lawan-lawannya yang banyak tertulis di banyak media.




Sore itu, lampu sorot jatuh ke panggung di arena pertandingan, memantulkan kilau putih terang. Beberapa teman-temannya sesama pecatur ikut menyebut nama “Luigi” “Luigi” “Luigi” sebelum MC memanggilnya. 


Suasana pengumuman juara memuncak, ketika nama Luigi Kautsarrazky asal SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik disebut oleh pembawa acara dengan lantang sebagai peringkat satu kategori U9 Open.







Ternyata, tidak ada yang benar-benar mustahil bagi Luigi. Determinasi yang menopang hatinya, membawa Luigi ada di peringkat paling atas dari serangkaian Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2025 yang melelahkan. Di kota mandiri sebelah barat Jakarta ini, nama Luigi menggaung dengan keras.

 

Di panggung megah aula BPK Penabur Gading Serpong, Luigi bersanding dengan juara Asian Schools Chess Championship 2024 Bangkok Thailand sebagai peringkat 2 - Zach Alexander Tjong - bintang catur muda asal DK Jakarta.

 

Ayah Zach menghampiri kami, mengulurkan tangannya dan mengucapkan selamat pada kami. Kami tertegun betapa besarnya hati Ayah Zach. Mungkin inilah keunikan dari catur, sesuai jargonnya Gens Una Sumus "kita adalah satu keluarga" yang merupakan motto resmi Federasi Catur Internasional (FIDE).




Luigi Kautsarrazky, akhirnya menjadi satu-satunya atlet 9 tahun asal Kabupaten Gresik yang akan tampil di pertandingan catur Asia Zona 3.3. Mungkin ini juga yang pertama di Gresik. Dan itu ia peroleh karena kerja kerasnya hingga raih juara 1 Festival Catur Pelajar Terbesar di Indonesia sebagai babak penyisihan. 


Nantinya, Luigi akan bertanding dengan 10 peringkat teratas, 6 utusan Sekolah BPK PENABUR di setiap kategori dan lawan dari negara-negara Asia Zona 3.3.


Hal penting yang paling saya ingat selama menemani Luigi bertanding adalah, saya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang shalat. Terima kasih kepada panitia, meski pelaksanaannya di sekolah Kristen, tapi menyediakan tempat beribadah, dipisah antara laki dan perempuan, dengan AC yang selalu menyala. Saya bersujud ditemani gambar Yesus Kristus di dinding sebelah kanan saya.




Liputan Media Beruntun 

Saya tak pernah sangka, kemenangan Luigi pada Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2025 akan membawa kami pada hal-hal yang tidak masuk logika. Luigi akhirnya dianggap obyek yang menarik untuk disorot. 


Kadang saya merenung, Ya Allah kebaikan apa yang telah saya dan suami lakukan hingga Engkau memberi kami anak yang “penuh rezeki” seperti Luigi.

 

Saya sungguh berterima kasih untuk semua jurnalis yang mengisahkan perjalanan catur Luigi saat raih Juara 1 Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2025.

 

Diantaranya :

Harian Jawa Pos sebagai salah satu perusahaan media massa terbesar di Indonesia yang berpusat di Surabaya. Kisah Luigi terpampang pada 22 Juli 2025 halaman pertama Kolom Metropolis.



Gresik Satu

https://www.gresiksatu.com/hebat-siswa-sd-gresik-juara-1-catur-nasional-dan-wakili-indonesia-ke-zona-asia/ bahkan artikelnya menjadi artikel populer di webnya, mashaAllah.

 

Detik Jatim

https://www.detik.com/jatim/jatim-moncer/d-7995316/bocah-9-tahun-asal-gresik-wakili-indonesia-di-kejuaraan-catur-asia

 

Radio Republik Indonesia (RRI)

https://rri.co.id/olimpik/1634037/langkah-luigi-pecatur-cilik-asal-gresik-wakili-asia




Info Gresik

https://infogresik.id/raih-juara-1-catur-tingkat-nasional-siswa-sd-mugeb-gresik-luigi-akan-wakili-indonesia-di-ajang-internasional/

 

Klik Media Online 1

https://www.klikmedianetwork.com/sport/1946212698/tanpa-target-juara-luigi-bocah-dari-gresik-ini-justru-tembus-level-asia-wakili-indonesia?_gl=

 

Klik Media Online 2

https://www.klikmedianetwork.com/sport/1946215338/mengenal-luigi-kautsarrazky-bocah-gresik-yang-awalnya-iseng-belajar-catur-dari-youtube-kini-siap-tampil-di-asia

 

Instagram Info Gresik

https://www.instagram.com/p/DMeJzKNyHbR/?igsh=MzBueGo3MmhyNXM2

 

Khusus di halaman instagram Info Gresik, kami juga tak menduga banyak doa menghujani Luigi dengan hampir tujuh ribu suka.




Dan tahu tidak? Jika deretan berita itu semua bukan ‘berita bayaran’ alias kami tidak membayar mereka agar bercerita tentang Luigi. Padahal dulu kami pernah ditawari media lokal Gresik, saat Luigi peroleh medali emas kompetisi Sains Internasional, harus mengeluarkan hampir setengah juta. Kami tentu saja menolak. Namun, pada momen catur ini justru mereka yang berlomba mengisahkan Luigi. Sejenak mematung. Saya yang dulu peliput, malah sekarang menjadi narasumber.

 

Derasnya pemberitaan Luigi juga akhirnya menghubungkan Luigi dengan Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Bapak Syahrul Munir, S.S, M.Hum. Kami diundang hadir di ruangan beliau pada Rabu, 6 Agustus 2025. Siapa sih kami ini? Siapa Luigi Kautsarrazky? Hanya bocah 9 tahun yang terkadang makannya masih disuapin, yang apa-apa masih “mama”. Hiks -.- (terharu sangat)




Namun, berkat rezeki dari Allah, kami dijamu dengan sangat baik. Luigi diajak main catur, ditanya tentang perjalanan caturnya dan pengalaman saat bertanding di Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2025. Tidak hanya itu, Luigi juga di support dan diberi uang saku. Jangan bayangkan “wah dapat sangu banyak nih”. Jangan pikirkan itu saat membaca tulisan ini. Bukan nominal itu fokusnya. Bukan. Lha wong amplopnya aja nyaris ketinggalan, saking tidak fokusnya.

 

Seorang Ketua DPRD sering kerja di lapangan. Mendengar suara masyarakat. Mungkin jarang ada di kantor. Sementara banyak anak muda Gresik berprestasi, banyak pecatur hebat di Gresik, tapi kenapa Luigi yang diundang? Luigi yang diajak main catur? Kenapa Luigi yang dipanggil ke kantor DPRD Kabupaten Gresik?.

 

Itulah rahasia Allah dan rezeki Luigi. Saya juga tertegun saat semua stafnya sangat baik menyambut Luigi, mengajak ngobrol Luigi selayaknya usianya dengan eye level. Dan membuatkan suguhan kopi karena tahu cerita Luigi suka latihan catur di warkop (warung kopi).


Ketua DPRD Kab Gresik juga pernah berguru pada GM Utut Adianto, namun kali ini kalah melawan Luigi ✌


Entah apa menariknya Luigi bagi seorang Ketua DPRD, hanya main catur bersama bocah SD hingga video Bapak Ketua DPRD mengisi halaman instagram DPRD Gresik. Lalu oleh sekolah Luigi di-repost untuk story instagam sekolah. Hingga lantunan doa tak berhenti untuk Luigi pada persiapan tampil di tingkat Asia.

 

Hal ini juga mengingatkan saya pada masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Luigi dan 2 temannya maju ke panggung dengan prestasinya masing-masing. Ia ditanya ustadzah MC mau nggak minta doa dari teman-teman. 


“doakan aku ya teman-teman, semoga menjadi 1 catur internasional” mohonnya lantang. Semakin banyak doa menggaung untuk Luigi. Satu sekolah. Saya yang menyaksikan turut tergetar hingga bulu kuduk saya merinding.

 

Saat itu, kami berangkat ke Jakarta dengan harapan sederhana. Tidak ada ambisi Luigi harus jadi yang terbaik. Kami percaya, kalah dan menang adalah rahasia Allah. 


Namun dengan keberanian dan kenekatan kami ke Jakarta saat libur sekolah, ternyata menjadi gerbang menuju dunia yang lebih besar. Luigi akan menaiki anak tangga selanjutnya, dari tingkat nasional ke kancah Asia Zona 3.3.

 

Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan untuk Luigi Kautsarrazky yang membawa nama merah putih menuju ajang BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition, 27-31 Agustus 2025. Diantaranya :

 

SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik @sd_mugeb

Ketua DPRD Kabupaten Gresik @syahrulmunir09

@petrokimiagresik_official

@grefoo.academy

@vsport_futsal_flooring

@triangle.entertaint

@infopetrokayaku

@ Aditya Jewelry

@okwscloth

@banyulangit_indonesia

@ CV. Indokarya Persada

@griyasportmassage.official

@rm.pakelan2

@sinergi.sportcenter

@kig_futsalarena

 

Semoga Allah membalas semua kebaikan semuanya. Dengan dukungan ini, Luigi hanya fokus berlatih.




Pemanasan di Tournament Bandung

(baca di halaman ini ya)

 

Kembali ke Ibukota

Masih ada waktu sekitar 2 minggu waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri di pertandingan catur internasional. Selain latihan bersama pelatihnya, Luigi harus membagi waktu antara les Bahasa Inggris dan mengaji. Namun ketika semakin dekat, pelatih Luigi malah ke Jakarta karena ada keperluan. Alhamdulillah Luigi mendapat kesempatan latihan sparing dengan teman-teman sesama klub.

 

Selain sparing, kami juga menjaga kesehatannya. Makanan yang saya berikan seputar protein hewani, mulai beef teriyaki kesukaannya, ayam goreng, bebek goreng bumbu kuning dan olahan telur. Ia harus terus senantiasa dalam suasana senang.

 

Hingga hari itu tiba. Pada 25 Agustus 2025 hari dimana kami harus berangkat ke Ibu Kota. Sore sebelum ke stasiun, kami menyempatkan meminta doa anak-anak yatim di sebuah yayasan yatim piatu di Gresik.

 

Technical Meeting dan Gala Dinner

Sesampainya di hotel Jakarta Utara 26 Agustus 2025, kami menyempatkan mengunjungi pakde Luigi di Jakarta Selatan. Kami bertemu sepupu Luigi juga neneknya yang sekarang tinggal bersama pakde di daerah Ragunan. Juga memohon doa agar dilancarkan.




Sore esoknya 27 Agustus 2025 kami menuju PENABUR Intercultural School Kelapa Gading, Jakarta untuk mengambil perlengkapan peserta. Dilanjutkan ke Bekasi untuk Technical Meeting dan Gala Dinner di Museum Catur Indonesia. Para peserta dibawa menuju bus bersama-sama. Kami para orangtua atau pendamping ikut terpisah menggunakan taxi daring.

 

Setelah peserta menyimak Technical Meeting, peserta mendapat buffet coupon yang bisa ditukarkan kepada Cafe Tutur. Menu Gala Dinner terdiri dari nasi putih, nasi goreng, mie goreng, sapo tahu, roasted chicken, beef teriyaki, minumannya infused water dan lemon tea. Untuk dessert disediakan ice cream vanilla dan chocolate. Luigi bisa membaur dengan teman-teman sesama peserta.

 

Kenyang menikmati makanan yang disajikan Cafe Tutur, Luigi menggandeng kami menuju Museum Catur Indonesia. Inilah pertama kalinya Luigi berkunjung ke Museum Catur Indonesia karena sebelumnya saat kami meet n great bersama WGM Irene Sukandar, museumnya belum dibuka untuk umum.




Di Museum Catur Indonesia kami jadi mengetahui sejarah catur internasional, sejarah catur Indonesia, juara dunia catur remaja, hall of fame juara dunia catur, grand master Indonesia, juga bermain catur di layar. Selain itu Luigi bisa berfoto bersama GM Novendra Priasmoro di papan. Fotonya bisa dicetak. Tak lupa Luigi juga salim pada gurunya, Miss WIM Lisa Lumongdong. Sekitar jam 20.30 kami segera kembali ke hotel agar esok bisa segar bermain di babak pertama.







 

Luigi Siap Berlaga dan Menang Telak di Hari Pertama

Pagi ini 28 Agustus 2025 seluruh peserta berbondong-bondong menuju PENABUR Intercultural School Kelapa Gading, Jakarta. Mereka datang dengan mimpi besar, tampil maksimal demi meraih poin tertinggi, mengangkat piala, dan mengharumkan nama negara di BPK PENABUR Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025.




Sebenarnya Zona 3.3 Asia meliputi kawasan Asia Timur dan Tenggara. Kawasan dalam zona tersebut terdiri atas 17 negara, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Makau, Mongolia, dan Taiwan.

 

pembukaan oleh Menpora, Dito Ariotejo


orangtua hanya bisa melihat dari layar saat kamera menyorot Luigi 


Namun, kali ini Luigi bersaing dengan 251 pecatur muda, 209 berasal dari Indonesia dan 42 lainnya berasal dari Rusia, Hong Kong, Jepang, Myanmar, Filipina, Singapura, Vietnam, Mongolia, dan Malaysia yang terbagi dalam KU 7, KU 9, KU 11, KU 13, KU 15, dan KU 17.


Luigi bersama wakil Myanmar


Luigi malu memulai obrolan dengan atlet asal Rusia


BPK PENABUR Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 secara resmi dibuka pada Jumat, 29 Agustus 2025 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau lebih dikenal Dito Ariotedjo. Juga dihadiri oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Ketua Umum PB Percasi, Grand Master Utut Adianto, pemilik Sekolah Catur Utut Adianto, Eka Putra Wirya, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, dan Ketua BPK PENABUR Jakarta, Kenny Lim beserta pengurus.

 

Hanya doa yang bisa kami lakukan. Karena inilah pertama kali Luigi tampil di level Asia. Pada hari pertama, Luigi tampil prima dengan meraup 2 poin dari 2 babak. Rekan blogger asal Jakarta juga nyamperin ke lokasi pertandingan dan membawakan Luigi buah potong dan makanan bersama kakak adik, SID dan Uwais. Terima kasih mbak Helen. Semoga mbak Helen selalu dalam lindunganNya.


Makasih kak SID dan Uwais udah kirim makanan ke lokasi pertandingan 


Hancur Tapi Tak Lebur

Pada babak 3 Luigi bertemu pecatur asal Hong Kong, Clayton Hunter Lau dengan rating 1.497 dan Luigi harus terlibas. Selanjutnya babak 4 berhadapan dengan Azbilig Bayasgalan wakil Mongolia dengan rating 1.633. Luigi juga akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya tanpa banyak perlawanan. Selanjutnya babak 5 juga kalah lagi.


Luigi berhadapan dengan wakil asal Mongolia




Esok paginya babak 6 beruntun kalah dan babak terakhir menang lawan pecatur bergelar ACM asal Indonesia. Sehingga dari 7 babak, Luigi hanya raup 3 poin dari 3 menang dan 4 kalah.

 

BPK PENABUR Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 menempatkan Luigi peringkat 13 kategori U9 Open. Rezekinya sampai di sini. Meski belum menunjukkan performa terbaik, hasil di tingkat Asia Zona 3.3 tetap menjadi pengalaman yang tiada banding nilainya. Terlempar dari 10 besar memang hancur, namun kami tak lebur.


support system Luigi, kemanapun bertiga 😘


Menepi di Gading Serpong Bertemu Grandmaster

Jakarta sedang kacau. Pada 25 Agustus hingga awal September 2025, terjadi bentrok Mahasiswa dan Polisi di Senayan yang tercatat sebagai salah satu demonstrasi terbesar yang melibatkan pelajar dan mahasiswa (sumber : di sini)

 

Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, adanya kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

 

Unjuk rasa kemudian meluas menjadi bentrokan yang lebih besar setelah seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, meninggal karena kendaraan lapis baja polisi yang berusaha menerobos massa saat terjadi kericuhan di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kematian Affan memicu gelombang protes masyarakat, terutama dari sesama pengemudi ojek daring dan mahasiswa. (sumber : di sini).

 

Kamipun segera meninggalkan Jakarta dan menepi sejenak di Tangerang Selatan. Sebagai penyegaran, Luigi kami pertemukan dengan Grandmaster teranyar Indonesia. Untuk EXCLUSIVE CHESS DAY bersama GM Sean Winshand dan IM Mohamad Ervan. Belajar rahasia endgame langsung dari Grandmaster, lalu uji kemampuan simultan melawan keduanya pada Minggu, 31 Agustus 2025 jam 12:30 – 15:00 WIB di SCUA Gading Serpong. 




Dari tempat inilah Luigi mendapat suntikan semangat dari GM Sean. Bahwa kekalahan hari ini adalah untuk kemenangan mendatang asal setiap hari bermain catur. Dari GM Sean lah, Luigi bisa video call dengan idolanya, IM Satria Duta Cahaya.



Manusia Biasa dalam Tubuh Gemoy Luigi

Siapakah yang pernah mengira, anak yang menjelang usia 2 tahun berat badannya underweight dan nyaris stunting (sebuah ancaman tersembunyi bagi kecerdasan anak), pada usia 9 tahun menjelma menjadi seorang pecatur. Sebuah olahraga otak, beradu strategi dengan lawan di depan papan 64 kotak hitam putih.

 

Sepertinya Luigi memang dilahirkan menjadi seorang pejuang. Sejak kecil bertarung peroleh berat badan ideal karena oral motor disorder. Bangkit dari dua kali hantaman pheumonia dan anemia defisiensi besi (ADB) berat. Tapi tidak pernah menyerah dan selalu berproses bersama kedua orangtua.

 

Proses naik turun inipun juga yang sedang dirasakan Luigi. Untuk naik anak tangga menjadi pecatur, tidak ada jalan mulus. Setiap perjalanan adalah belajar. Setiap prosesnya adalah hikmah. Apapun yang terjadi, kami adalah pendamping terbaik terbaik untuk Luigi. Kami akan selalu bersama Luigi, mendukungnya, sekuat tenaga, asal dengan itu, ia terus berani bermimpi.

 

Esok, jika Allah meminta pertanggung jawaban kami. Kami tentu dengan yakin mengatakan setiap rezeki yang Allah titipkan adalah untuk Luigi. Setiap waktu adalah kesempatan untuk menemani Luigi. Semoga Allah selalu menjaga Luigi. Dan dimanapun Luigi ingat, bahwa kekuatan yang maha dahsyat adalah pertolongan Allah melalui shalat, doa dan terus bersabar berikhtiar. Juga kebersamaan bersama orangtua.

 


Tidak ada komentar