Ketika kami memfokuskan latihan catur untuk persiapan
pertandingan internasional, tiket di tournament Bandung kami lepas. Jauh
sebelum Festival Catur, sebenarnya Luigi sudah mendaftar tournament catur PT
Dirgantara Indonesia Rapid Chess untuk 16 Agustus 2015. Hal ini karena info di kejuaraan
ini bakalan menghadirkan Grandmaster (GM) Soesanto Megaranto.
Namun karena Luigi harus berlatih catur klasik, mending pertandingan ini kami lepas aja. Karena formatnya adalah catur cepat. Kami pun menginfokan di grup WA siapa yang mau menggantikan. Ternyata sampai H-7 tidak ada yang pergerakan siapa yang mau menggantikan Luigi ke Bandung. Kami ingat lagi tujuan awalnya, agar Luigi bisa bertemu dengan GM Susanto Megaranto. Hanya itu.
Kami ke Bandung saat matahari cerah. Sehingga Luigi sangat
menikmati perjalanan dengan kereta api Harina yang kami naiki. Cuanki dan
popmie jadi andalan jajan sambil jalan-jalan ke gerbong restorasi. Dan inilah
untuk pertama kalinya kami turun di Stasiun Bandung. Sebelumnya saat turnamen
di ITB Jatinangor, kami turunnya di Stasiun Kiara Condong. Saya pun iseng bikin
video selama di Stasiun.
Hotel tempat kami bermalam cukup unik. Karena penjaganya
bercadar. Bahkan di lorong pojokan terdapat musholla kecil. Sesaat membersihkan
diri, kami malah menyempatkan jalan ke Cihampelas Walk. Kebetulan di sana ada
pertunjukan tarian Bali dari Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kami
pun makan serasa di Bali hehe.
Esoknya saya beli sarapan nasi uduk di depan hotel. Lalu
menuju lokasi menggunakan taxi daring. Bandung yang dingin, sepanjang babak
hujan turun dengan derasnya.
![]() |
| meja atas, Grandmaster (GM) dan International Master (IM) |
Dengan langit yang menumpahkan airnya, di Convention Hall Hasri Ainun Habibie PT Dirgantara Indonesia yang adem karena AC, justru Luigi tampil prima. Luigi hanya remis dengan juara Kejurnas 2024, yang juga pernah bertemu dengannya pada babak akhir pertandingan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Karena lawannya itu kalah di babak terakhir dan Luigi menang, maka posisi Luigi naik sebagai peringkat wahid.
Yang awalnya tujuan ikut tournament di Bandung ini sebagai
cara agar bisa bertemu dan berfoto dengan Grandmaster nomer 1 Indonesia, malah
menjadikan Luigi nomor 1 di kategorinya. Lawannya yang remis dengannya ada
di posisi 3.
![]() |
| Luigi bersama Grandmaster (GM) Susanto Megaranto |
Sambil menunggu pengumuman, Luigi sering ditanya orangtua
wali atlet lain, bagaimana belajarnya, dan siapa gurunya. Luigi menjawab apa
adanya. Luigi juga main kejar-kejaran bersama dengan teman-temannya. Di meja
mereka saling bersaing, di luar arena mereka tetaplah anak-anak yang suka
bermain tanpa ada ambisi apapun. Saya percaya hati anak itu bersih. Tujuan
mereka hanya bermain catur dan bersenang-senang.
PT Dirgantara Indonesia Rapid Chess sangat istimewa.
Selain kehadiran GM Megaranto, GM Novendra Priasmoro, juga banyak bintang catur
bergelar yang juga turut meramaikan sebagai peserta di kelompok Master. Diantaranya
International Master (IM) Yoseph Theolifus Taher, IM Arief Abdul Hafiz, IM
Farid Firmansyah, IM Aditya Bagus Arfan, Candidate Master (CM) Dziththauly
Ramadhan dan tentunya idola Luigi, IM Satria Duta Cahaya.
Yang didapatkan dari Bandung selain mendapatkan foto dari
Susanto Megaranto, Luigi juga bisa berfoto dengan CM Dziththauly Ramadhan, IM
Satria Duta Cahaya, video dari GM Susanto Megaranto dan juga mendapat tanda
tangan GM Megaranto di papan caturnya.
Alhamdulillah. Sebelum kita kembali pulang, masih
menyempatkan makan malam di restoran Jalan Braga. Bayangin aja, jalanan anak
muda cakep-cakep, malah kita kesana dengan geret koper dan bawaan yang banyak dengan
wajah berminyak karena capek haha. Bahkan Luigi membawa ransel besarnya sambil
bawa piala.
![]() |
| sebelum pulang cari makan dulu di Jalan Braga, sebuah jalan ikonik dan bersejarah di Kota Bandung |
Setelah makan, kami menuju stasiun Bandung dan pulang. Karena
di kereta sulit tidur, maka saya sempatkan edit video before after
selama di Bandung. Sayang sekali, kami tak sempat berlama-lama di Jalan Braga. Kaki
udah nyut nyutan hiks.








Tidak ada komentar