Selasa, 23 Mei 2017

Review Buku Jack Goes To Montessori School

Masih bingung mengapa metode Montessori sangat booming saat ini?. Metode ini pasti diterapkan di sekolah Montessori yang ‘dibilang’ mahal. Masih bertanya-tanya mengapa banyak orangtua berbondong-bondong mengikuti pelatihan dan seminar Montessori?.  Tidak hanya itu buku bertema Montessori menjadi best seller dimana-mana. Bahkan mereka rela merogoh kocek yang tidak murah untuk membeli berbagai apparatus Montessori yang tidak murah.

Jika berkeinginan mengenal metode Montessori mulailah dengan membaca buku ini. Kamu akan mendapatkan bahwa metode Montessori luar biasa. Menurut saya buku ini cocok untuk para orangtua yang memiliki keinginan menyekolahkan anaknya di sekolah Montessori. Atau tanpa sekolah Montessori, namun berkeinginan menerapkan metode Montessori dirumah. Juga seorang pendidik yang ingin memperkuat prinsip Montessori dikelas atau disekolah.


Jack sebagai tokoh utama dalam buku ini, menggambarkan situasi yang ada di sekolah Montessori. Ia juga menggambarkan bagaimana menggunakan banyak apparatus montessori. Beberapa bagian cerita, membuat buku ini sangat spesial dihati saya. Misalnya adakalanya mereka belajar individu, adakalanya belajar secara bersama dengan teman secara berkelompok. Bagian circle time, saat mempelajari planet Saturnus, mereka bisa membayangkan seperti apa cincin mengitari planet Saturnus dengan permainan berputar-putar. Disetiap bagian pada buku ini dapat saya rasakan metode ini sangat menghargai kemampuan personal. Dan mengajarkan anak menghargai orang lain. Dengan memeluk Ibu sebelum masuk kelas, semua umur saling bergabung, cerita bunga perdamaian, dan lainnya. Tidak hanya itu beberapa bagian cerita mengajarkan bertanggung jawab, bekerja sama, membantu memotivasi kemandirian anak. Dibantu dengan ilustrasi yang sangat jelas dan detail.

Metode Montessori sangat mengagumkan, bukan? Buku yang sangat recommended menurut saya.

...

Buku ini menceritakan seorang anak bernama Jack yang berusia 4 tahun. Dia bersekolah di sekolah Montessori. Saat hendak pergi kesekolah, ia berpamitan dengan Ibunya. Di kelasnya, ia tergabung dalam semua umur dan kelas.

Diawali dengan cerita dongeng dari gurunya, dan belajar mengenai planet saturnus. Saat pembelajaran Montessori mereka memilih sendiri apa yang ingin dilakukan. Ada kalanya melakukannya bersama dengan teman, ada kalanya melakukan sendiri. Dan gurunya selalu memberi pembelajaran bagaimana melakukan pekerjaan dalam peralatan Montessori.

Tidak lupa ketika Jack belajar dilantai bawah, ia pasti menggunakan alas. Ia memulai dengan alat Montessori area bahasa yakni sanpapers letters. Sampai ia bisa mengucapkan namanya Jack, beserta huruf apa yang ada didalam namanya tersebut. Lalu ia menyimpan alasnya kembali.



Ia kemudian belajar geografi dan telah menemukan Amerika Utara dalam globe. Lalu Jack membangun pink tower dengan salah seorang temannya. Memulai dari yang terbesar sampe yang terkecil, dari kotak satu sampai sepuluh. Globe dan pink tower adalah jenis area sensori yang membantu mengembangkan indra perasa/peraba, konsentrasi, dan kefokusan.



Kemudian Jack lapar, ia senang saat waktunya makan siang. Sebelum ia makan, ia membantu mengatur meja dikelasnya. Setelah selesai makan, ia mencuci piringnya.

Saatnya belajar di tempat bermain. Jack menyukai permainan perosotan dan bermain kejar-kejaran dengan temannya. Ia berputar dengan lengannya berpura-pura menjadi Saturnus dengan cincin saturnus. Sampai membuatnya pusing. (haha… khayalan anak kecil, saya ngakak banget baca cerita bagian ini).

Ketika ia lelah setelah menjadi Saturnus, ia beristirahat. Ia membawa selimut faforitnya dan boneka harimau dari rumah untuk membantunya tidur.

Setelah tidur siang, kelasnya membuat aktifitas kelompok seperti seni, yoga dan music. Hari itu, dia belajar untuk menyelesaikan masalah dengan bunga perdamaian. Gurunya menanyakan padanya untuk membantu gurunya mencontohkan. Jack berpura-pura bahwa ia kecewa dengan seorang teman sekelasnya, dan ia mendapatkan bunga perdamaian. Jack menceritakan kepada temannya apa yang terjadi dan apa yang ia rasakan. Kemudian, temannya membawa bunga perdamaian dan menceritakan padanya apa yang teman (perempuannya) rasakan. Mereka mendengarkan satu sama lain dan berbicara tentang masalah mereka. Begitu masalah Jack dan teman perempuannya terselesaikan, dengan membawa bunga perdamaian ia katakan “kami menyatakan perdamaian.”

Jack mendapatkan cemilan ketika gurunya menjelaskan tentang piket kelas minggu itu. Jack menyapu dengan temannya. Guru meraka senang karena mereka bekerja bersama dengan saling menghormati dan menghargai.



Jack belajar matematika dengan number rods. Ia memulai untuk belajar penambahan dan menghitung dengan bead bars.

Area pembelajaran practical life membantu Jack untuk mengurus diri dan lingkungannya. Jack menyukai pelajaran menuang, dan hari itu ia memilih menyiram tanaman kelasnya. Ia membersihkan air yang tumpah. Ia juga belajar mengancing dan menggunakan risleting, karena ia ingin belajar bagaimana cara memakai jaketnya sendiri.

Ayahnya ada disekolah. Saatnya pulang kerumah. Ada begitu banyak kesenangan dan tantangan pembelajaran di sekolah dan ia tidak sabar menunggu untuk mencoba lebih banyak esoknya. Ia sangat mencintai Montessori School.


Begitulah cerita yang ada di buku Jack Goes to Montessori School. Semoga bermanfaat.

profil penulis dan ilustrator

Judul : Jack Goes to Montessori School
Penulis : Allyson Collins
Ilustrator : Lindsey R. Smith
Halaman : 31 halaman
Tahun penerbitan : 2013
Penerbit : Buena Austin Publishing USA

#30dwcjilid6
#day8