Senin, 22 Mei 2017

Belajar Metode Montessori

Mengawali bulan April 2017 kemaren, Alhamdulillah saya akhirnya bisa belajar lagi. Mengenai metode pendidikan anak usia dini, tepatnya metode Montessori. Bersama para guru-guru anak usia dini dari Pontianak, Surabaya, Gresik, Mojokerto, Ponorogo, Bangil, dan sekolah alam Malang. Sebagian besar diantara mereka adalah pendidik yang dikirim sekolahnya 4 hari untuk mengikuti workshop Montessori ini.

Lah, saya dikirim sapa? Hehe, anggap saja dikirim Adit supaya tak jadi Ibu yang hobby jalan-jalan saja. Tapi bisa mendidik anak dengan benar, Hoho.



Mereka rela datang dari jauh dan sangat semangat selama proses belajar. Meraka yang mendidik anak ‘oranglain’ saja se-semangat itu, saya yang tujuannya untuk mendidik anak sendiri harus lebih semangat pastinya.

Mengapa saya ikut workshop Montessori lagi? Padahal sebelumnya sudah pernah belajar mengenai ini. Karena kali ini materinya dibagi 4 hari. Pasti lebih detail pikiran singkat saya. Dan ternyata memang yang ikut para guru anak usia dini, makin menggebu-gebulah saya.

Karena saya bantu promosi sebar info di media sosial, oleh panitia mba Hanur saya dikasih potongan 100ribu. Lumayan khan?

info yang disebar di medsos


Oia, saya juga sempat mendapat doorprize karena berhasil menjawab pertanyaan Bu Ivy ‘dari kota dan negara manakah Maria Montessori berasal?’

Yang paling saya suka dari metode ini adalah karena metodenya memperhatikan kepentingan individu anak. Jadi Montessori bersifat individual. Dilengkapi dengan peralatan yang memiliki fungsi dan tata cara pelaksanaan yang jelas. Dan sangat menghargai anak. Hal ini dikarenakan Montessori memahami karakteristik anak memiliki otak yang menyerap semua informasi (absorbent mind), melalui periode sensitive, keinginan belajar, belajar melalui bermain, sesuai tahapan perkembangan, dan anak mempunyai keinginan mandiri.

ketika mendapat doorprize



Terimakasih ya Allah atas nikmatMu, saya bisa ‘ngintilin’ Bu Ivy Maya Savitri lagi. Seorang pengajar Montessori dari @RumahMontessori, BSD Tangerang. Saya bisa belajar bersama para guru. Guru kehidupan saya.

peserta yang sudah tidak lengkap karena pada pulang duluan :)


#30dwcjilid6
#day7