Senin, 29 Mei 2017

Delapan Cara Pengasuhan ala Ibuk Retno Hening

Siapa tak kenal Kirana? Anak kecil lucu, pintar nan menggemaskan ini menarik perhatian para jagad Instagram. Si cantik bernama lengkap Mayesa Hafsah Kirana lahir di Duri, Riau 20 Desember 2012. Melalui video yang diupload sang Ibuk Retno Hening, Kirana menjadi banyak perbincangan disetiap obrolan mamah-mamah muda. Tak hanya itu, teman-teman saya dikantor yang belum menikah pun tidak pernah absen menengok akun @retnohening untuk sekedar bahan cekikian alias tertawa.

gambar diambil dari : Trivia.Id


Kali ini saya mau mengambil hikmah dari kisah Ibuk Retno Hening dalam mengasuh Kirana. Yang dibagikan melalui tulisan Ibuk dibuku Happy Little Soul.

“Untuk ibuku yang tak kuingat kapan ia pernah marah dan memasang wajah cemberutnya.” Adalah kalimat pembuka dalam keseluruhan isi buku. Buku setebal 200 halaman ini, menceritakan apa saja yang dilakukan Ibuk Retno Hening sampai akhirnya membuat Kirana menjadi balita cerdas dan akhirnya dicintai banyak orang.

1
Merespon apapun bahasa Kirana sejak bayi
Terus berusaha berbicara, merespon, dan berusaha memahami Kirana adalah usaha untuk menjadikannya merasa tidak diabaikan. Hal ini juga yang saya yakini sebagai alasan kenapa Kirana sudah lancar berbicara diusianya yang belum genap tiga tahun. (hal 33)
Berbicara dengan bayi yang belum bisa merespon kembali omongan kita, mungkin dianggap sebagian orang konyol dan tidak terlalu penting, tetapi penting bagi saya. (hal 24)
Sehingga, apapun yang Kirana sampaikan sejak bayi, entah menangis atau kata misteri “pacebo” membuat Ibu berusaha menerka apa maunya Kirana sehingga Ibuk bisa merepon secara tepat. Kirana tidak pernah marah-marah untuk meminta sesuatu. Salah satunya adalah karena Kirana direspon dan dimengerti.
Berbicara sepanjang hari, sewaktu mengganti popok, mau tidur, sedang bermain, sedang memandikannya, ataupun sedang jalan-jalan. (hal 45)

2
Menyertakan Kirana dalam aktifitas sehari-hari
Karena Ibuk adalah ibu rumah tangga, maka memasak adalah satu kesibukannya. Nah, karena Kirana tidak bisa ditinggal, maka Kirana pun dilibatkan dalam aktifitas Ibuk. Misalnya karena Ibuk sibuk masak, sementara Kirana tidak bisa ditinggal, maka Kirana juga bermain masak-masakan dikamarnya. Atau dilibatkan membantu mengupas bawang putih.

3
Menghargai apapun yang dilakukan anak
Ibuk selalu memberikan apresiasi terhadap apapun pekerjaan Kirana. Misalnya ketika Kirana menggambar awan, meski bentuknya tak seperti awan, tapi Ibuk memberikan pujian. Bagi Ibuk, ini bukan perkara hasil namun usaha yang Kirana lakukan. Pun juga ketika Kirana bisa melakukan hal baru.
"Buk, Kirana bisa loncat satu kaki..." kata Kirana dengan binar mata yang seperti biasa, sulit saya abaikan.
"Wah, Kirana hebat! Ibuk susah kalau mau kayak gitu," balas saya sambil tersenyum
Hal tersebut mungkin mudah saja dilakukan orang dewasa, tetapi membutuhkan usaha yang keras baginya.
"Coba lagi, Nak. Ibuk mau lihat," kata saya lagi
(hal 66)

4
Membiasakan membacakan buku
Sejak bayi Kirana sudah dibacakan buku sama Ibuk, mulai buku softbook, buku feel and touch (sentuh rasa), buku pop up, membacakan semenarik mungkin dengan suara yang berubah-ubah.
Sebenarnya bagi saya membacakan buku sewaktu dia bayi bukan tentang apakah dia harus paham isi bukunya, atau kata-kata yang saya sampaikan. Kalau paham itu bonus. Namun saya lebih menekankan tentang membangun kedekatan saya dengannya, mengenalkan dia suara yang saya buat, ekspresi, dan menikmati waktu bersamanya. (hal 77)


5
Memberi mainan edukatif yang dibikin sendiri dan terlibat didalamnya
Sebenarnya untuk mainan, entah itu dibeli atau dibuat sendiri, yang penting bagi saya sering ikut bermain bersama Kirana. Dengan ikut bermain, mainan tersebut akan bertambah manfaatnya. Misalnya menyusun balok yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar halus, meransang kreativitas, dan imajinasi. Ketika saya ikut bermain bersama Kirana, saya bisa sambil menyebutkan warna-warna yang ada di baloknya. Dengan begitu, dia bisa sambil belajar mengenali warna. (hal 87)

6
Menyampaikan nasihat dengan cara yang menarik
Salah cara Ibuk memberi nasihat pada Kirana adalah melalui dongeng yang ceritanya di karang sendiri, sesuai dengan pesan apa yang akan disampaikan.

7
Membiasakan kebiasaan baik setiap saat, setiap hari, setiap waktu
Berdoa, Menghargai apa yang dimiliki orang lain, empati, peduli, sabar, pengertian, berbagi, juga membiasakan mengucapkan please, sorry dan thank you. Ibuk juga mencontohkan kegiatan berbagi, Ibuk meminta Kirana meletakkan makanan dan minuman untuk burung diluar jendela rumah, agar ketika ada burung yang mampir dijendela rumah bisa makan dan minum. Ibuk pun mencontohkan dengan selalu membawa makanan kucing dimobil, sehingga ketika diluar dan bertemu dengan kucing liar, bisa sama-sama memberi makan bersama Kirana.
Untuk mengajarkan empati, Ibuk membacakan buku yang ada nilai empati didalamnya. Ibuk memberi contoh membiasakan meminta maaf adalah ketika Ibuk marah, Ibuk juga meminta maaf sama Kirana.

8
Memberi pengertian bahwa Kirana “berbeda”
Karena Kirana mengidap dermatitis atopi atau eksim, membuat kulit Kirana sangat sensitif. Akhirnya Kirana sering merasa gatal, luka bahkan berdarah jika digaruk. Hal ini disebabkan Kirana alergi. Karena alergi, ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan Kirana.

Ini percakanan Ibuk dan Kirana yang diceritakan di halaman 166
“Lila boleh ndak makan tomat?”
“Boleh” jawab Ibuk
“Kalau Lubna boleh juga ndak makan tomat, Buk?” tanya Kirana lagi
“Boleh”
“Kawan-kawan boleh. Kirana nggak boleh. Nanti kasian Kirana gatel-gatel ya Buk?”
“iya Nak. Nggak apa-apa, khan Kirana speasial. Nggak makan tomat bisa makan yang lain. Bisa makan apel, bisa makan nasi, bisa makan es krim juga. Ya khan” jawab Ibu memberi pengertian
“oh iya! Kirana spesial!”
“Kirana, Ayah itu kalau ada asap bisa kuat, kalau Ibuk kena asap langsung sesak napasnya, tapi nggak apa-apa. Ibuk spesial.”
“kayak Kirana ya” balas Kirana riang.

Dengan cara itu, Ibuk ingin Kirana tidak merasa sendirian atau berbeda dibandingkan yang lain.

Itu tadi delapan hal yang menjadi point pengasuhan Ibuk kepada Kirana. Sehingga Kirana menjadi anak yang cerdas dan berhati lembut. Jika saya boleh mengambil point penting mengapa Kirana menjadi anak kecil cerdas dan berkarater yang akhirnya dicintai banyak orang adalah Ibuk mendampingi Kirana dalam setiap aktifitas Kirana. Dan Ibuk Retno Hening mendidik Kirana dengan kesabaran, kasih sayang, rasa cinta dan sering Ibuk ungkapkan dalam percakapan maupun permainan. Misalnya, Ibuk memberi pertanyaan dalam buku yang dibaca Kirana, Ibuk memberi pengertian dan nasehat melalui cerita yang terkadang Ibuk karang sendiri, Ibuk bertanya perasaan Kirana, Ibuk terlibat apa yang akan dan telah dilakukan Kirana. Ibuk memberikan waktu secara kuantitas dan kualitas buat mendidik Kirana. Mengajarkan banyak hal, nilai-nilai hidup, dan membiasakan hal baik setiap hari. Ibuk mendampingi Kirana dengan kasih sayang, itulah point utama menurut saya.

Ibuk Retno Hening merupakan Ibu panutan untuk semua orang. Cerita yang dibagikan melalui buku pertamanya, banyak dijadikan evaluasi, dan pembelajaran para orangtua dalam pengasuhan buah hati. Dikemas dengan bahasa yang ringan dan mengalir apa adanya. Mudah dipahami tanpa teori muluk-muluk.

Selamat Ibuk, atas karya pertamanya. Semoga menjadi pahala jariyah. Dan semoga Kirana menjadi anak sholehah yang hidupnya bisa bermanfaat untuk banyak orang.


Ssstttt karena ini bulan Ramadhan, Luigi mau berbagi satu buku baru Happy Little Soul karya Ibuk Retno Hening buat pembaca blog mamanya. Silahkan tulis dikolom komentar artikel ini, mengapa kamu menyukai Kirana. Sertakan nama dan alamat email. Paling lambat tanggal 18 Juni 2017 (bertepatan dengan usia 16 bulan Luigi). Semoga bermanfaat ya :)



Tidak ada komentar:
Sabtu, 27 Mei 2017

NHW#2 Nitip Ngerjain Tugas Disini


📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.


 Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)



NHW2 Anggraeni Septi - Gresik


Sebagai Individu
Hamba Allah
1
Beribadah
harian
2
berperan sosial
harian
3
menyelesaikan tanggungan puasa saat menyusui
mingguan
4
membaca surat-surat pendek juz 30
harian
Personal
1
Menabung
bulanan
2
membaca buku satu bulan minimal 3 buku
bulanan
Keilmuan
Parenting
Cerpen
6
menulis blog minimal 1 minggu 3 postingan
harian
7
diet telepon pintar
harian
8
mencatat segala agenda setiap hari
harian
9
mencatat masuk keluar uang pribadi setiap hari
harian
10
plan masa depan
mingguan
Kesehatan
1
Olahraga
harian
2
minum air minimal 2,5 liter setiap hari
harian
3
membawa botol minum kemanapun
harian
Sebagai istri
1
minimal 15 menit setiap hari bercerita (tatap muka), no hp
harian
2
apresiasi setiap cerita
harian
3
mengumpulkan resep masakan sederhana
bulanan
4
menulis jadwal pembagian tugas
harian
5
menghadiri kajian islam
mingguan
6
no daster dalam rumah
harian
7
membuat rencana anggaran rumah tangga bulanan
bulanan
8
evaluasi anggaran bulanan
bulanan
9
quality time dengan refreshing sekeluarga minimal sebulan 2x
bulanan
10
makan malam berdua minimal seminggu 1x
mingguan
11
sharing hasil membaca buku
mingguan
12
olahraga bersama
mingguan
13
sadar emosi dan manajemen emosi
harian
Ibu
1
no gadget dalam bermain
harian
2
membacakan 1 cerita setiap hari minimal 10 menit
harian
3
memastikan makan berkualitas
harian
4
membuat rencana belajar bulanan
bulanan
5
menuliskan hasil belajar
mingguan



#terusbelajar
#mengupgradekualitasdiri
#beramalsholehsetiaphari

Tidak ada komentar:

Nasi Sambal Mujair

Kulihat seorang Ibu berjalan sempoyongan dan langkah berat. Ia membawa kumpulan botol plastik dan kempyeng. Dengan baju lusuh, ia berjalan lurus tanpa menoleh kanan dan kiri. Aku yang barusan saja menyantap bakso di Pasar Senggol jadi berhenti sejenak. Lalu tanpa berpikir panjang, ku gas motorku secepat mungkin. Aku berharap aku masih bisa mendekati Ibu tadi.

“Bu, Ibu mau nasi sambal mujair?.” Kumulai pembicaraan dengannya
Kebetulan catering kantorku hari ini lauknya nasi sambal mujair. Dan masih tersisa banyak dimeja dapur kantor. Daripada akhirnya diletakkan di tempat pembuangan sampah, mengapa tak kutawarkan saja pada Ibu ini.
“mau mbak, mau” jawabnya dengan nada suara melemah.
“oh tunggu sebentar disini ya, Bu. Saya ambilkan dulu”.
“iya ya mbak.”

Lalu secepat mungkin aku menuju kantor. Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB. Dan benar saja, lauk dimeja dapur masih banyak. Ku ambil beberapa catering sisa siang yang masih sangat layak dimakan. Kubungkus dengan plastik dan kutambah dengan dua gelas minuman kemasan. Aku kembali ke tempat pertemuan awal kami, dan sang Ibu masih sabar menungguku.
“Ibu, ini nasi dan lauknya”.
“terimakasih banyak mbak”.
Aku mengangguk dan memberi senyuman.

Ah hatiku bergetar. Betapa mudahnya aku makan sehari-hari, batinku. Aku tak perlu mengamen dan memunguti botol plastik seperti Ibu yang kutemui barusan. Sementara mungkin bagi Ibu tersebut, nasi yang cuma sedikit aku berikan begitu berharga. Akhirnya aku pulang kerja dengan haru. 


Untuk anakku Luigi :
Saat esok kau sudah beranjak usia lebih dewasa, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang ya, Nak. Seperti kata kanjeng Nabi. Dan pastikan mengambil makan sesuai takaranmu, agar tak mudah bagimu menyisakannya.

gambar diambil di pasarinduk.id


Gresik, 27 Mei 2017
#30dwcjilid6
#day11
Tidak ada komentar:
Kamis, 25 Mei 2017

Cerita Dibalik DIY Puzzle Kardus

Ini cerita mengapa sampai aku bisa datang di acara Festival Budaya Pustaka 2017. Aku sebenarnya sudah mengetahui acara ini melalui poster yang di share mba Iput di Instagram @iburakarayi sejak awal bulan Mei. Namun ketika mengetahui tanggalnya, aku jadi pikir ulang. Aku pasti sibuk sama kerjaan dan tidak bisa cuti. Namun hari Rabu 24 Mei 2017 siang ketika mbak Iput mengatakan bahwa ada 1 sisa seat lagi karena ada peserta yang cancel, secepat kilat langsung saya WhatsApp nomer yang tertera di poster. Tertulis Dyah dengan tulisan nomer yang sangat kecil.

poster dari instagram @iburakarayi

Jam 11.40 aku whatsapp mba Dyah.
“Masih bisa mbak, monggo nama ibu dan anak.”
Alhamdulillah. Batinku.
Yah mana mungkin aku mengajak Luigi. Dia masih kecil. Yang ada malah bikin rusuh kalo ikutan bikin puzzle. Saat itu secara kebetulan Davin keponakanku sedang bersamaku. Dia ikut aku kerja. Aku tawarkan apa dia mau bikin puzzle dari kardus.
“Acaranya di Kebun Bibit, Kak.” tanyaku pada Davin
“iya mau” jawabnya
“tapi kita harus balik ke Surabaya malam ini.”
Yah, secara rencana sebenarnya aku dan Davin menginap di rumah Gresik. Karena keponakanku ingin ikut Adit futsal.
“nanti kita siapin peratalan yang disuruh panitia.”
“iya gak papa mbak Tia’. Jawabnya bersemangat

info jika sisa 1 seat lagi, awal mula kisah ini

Halo,
Terimakasih 🙏 sudah mendaftar "DIY Puzzle Kardus" untuk hari Kamis, 25 Mei 2017 di Taman Flora (Kebun Bibit Bratang).
Kegiatan berlangsung pukul 10.00-12.00 WIB. Jika ingin menonton "Drama Tar Tar", diharapkan hadir lebih awal pukul 09.00 WIB. 😊
Alat dan bahan yang perlu dibawa adalah sebagai berikut:
1. Kardus bekas dus air mineral, ukuran 30x30 (3 buah)
2. Cutter dan gunting
3. Pensil, penghapus, dan spidol hitam
4. Cat acrylic warna warni
5. Kuas ukuran bebas
6. Lem fox warna putih
7. Plastik kresek untuk sampah sisa bikin-bikin
Terimakasih,
Salam Literasi 😊

Itulah isi WA dari mbak Dyah untuk menunjukkan alat dan bahan apa saja yang dibawa besok pagi. Setelah maghrib, aku dan Davin balik ke Surabaya. Setibanya dirumah Ibu, kami membeli alat-alat yang dibutuhkan.

“kurang lem fox dan kardus, Kak”.
“mba Tia aku ngantuk, besok pagi-pagi aja nyiapin.”
Kulihat memang dia lelah, seharian ikut kerja bersamaku. Berlari sana sini, menggambar dan menulis di whiteboard.

Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 21.00 WIB. Bapak sudah menyiapkan 3 kardus bekas Aqua untuk acara besok. Padahal hanya dibutuhkan 3 lembar kardus ukuran 30x30 cm.

“kurang lem FOX putih, Pak.”


Mau mengingatkan hari Kamis besok bunda dan anak sudah terdaftar sebagai peserta acara "Workshop DIY Puzzle Kardus" di Taman Flora kebun bibit bratang.
Acara insyaallah akan dimulai kurang lebih pukul 10.00 wib, tapi jika ingin menonton "Drama tar-tar" yang akan dihadiri oleh ibu Walikota Surabaya, ibu Tri Risma Harini, dimohon hadir pukul 09.00 wib.
Setiap peserta yang telah mendaftar regristasi pada hari H akan mendapatkan snack, nasi kotak dan setiap bunda akan mendapatkan sovenir yang menarik.
Jangan lupa membawa peralatan dan bahan-bahan untuk besok yaa 😊
Terimakasih,
Salam Literasi 🙏😊

Terdengar bunyi getar, tanda ada pesan masuk di teleponku. Mba Dyah mengingatkan untuk besok. Dan malam itu juga Bapak mengejar toko buka, untuk membeli lem FOX. Ternyata ketika dicara, lem FOX yang aku bawa salah. Itu lem FOX untuk sepatu haha.
 
contoh puzzle yang dibuat dari @iburakarayi

Akhirnya dengan sungkan, aku terpaksa meminta Ibu disebelah kananku untuk merelakan sedikit lem FOX nya berkurang karena keteledoranku.

kakak Davin serius mengerjakan puzzle

Aku senang karena aku bisa bertemu dan belajar dengan Ibu favoritku. Dialah mbak Iput. Sejak lama aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. Lewat layar telepon pintar. Dan ini adalah kali kedua aku bisa belajar bersama dengan beliau.

(Baca JugaMom's Day Out Vol 6)

totalitas dalam mengajari peserta

“mbak Iput ini anakku.” sapaku padanya saat Luigi ikut aku bawa ke atas panggung
“oh ini yang sakit dulu itu ya.” tanyanya memastikan
“iya mbak bener, mbak anakku kecil ya hehe.”
“ah sama aja mbak, anakku juga kecil. Gak apa-apa, yang penting sehat.” jawab mbak Iput memotivasi

Luigi bersama Ibu dan perempuan inspirasinya Ibu

Ah, senang rasanya. Kami menutup acara membuat puzzle dengan makan nasi kotak yang berisi nasi uduk, ayam dan sambal teri. Oh nikmat sekali.

Terimakasih mbak Iput ilmunya, dan terimakasih untuk Ibuku yang mau mengikuti segala keinginanku. Termasuk keinginan mengikuti acara ini. Dan juga Bapak yang ikut heboh mempersiapkan segala bahan yang kurang untuk membuat puzzle.


Gresik, 26 Mei 2017
#30dwcjilid6
#day10
Tidak ada komentar:

Festival Budaya Pustaka 2017

Festival Budaya Pustaka ini merupakan acara tahunan pemerintah kota Surabaya, untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 724 melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Tujuannya adalah membuat masyarakat Surabaya mencintai membaca. Acara yang diselenggarakan hari Kamis, 24 Mei 2017 di Taman Flora ini, sebenarnya akan dihadiri oleh walikota Surabaya, ibu Ir. Tri Rismaharini, MT. Namun karena sesuatu hal, akhirnya digantikan oleh kepada dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ibu Wiwik Widayati.


“Bangsa yang besar adalah bangsa yag mengetahui tentang sejarahnya.”
Terinspirasi dari pernyataan proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, Festival Budaya Pustaka kali ini mengusung tema melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan mengangkat drama kolosal perang Majapahit malawan tentara Tar-Tar. Ada pula lomba permainan tradisional, seperti dakon atau congklak, engklek. Diikuti juga dengan kegiatan menumbuhkan kemampuan literasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat melalui lomba ibu bercerita kepada anak, workshop parenting, pojok dongeng dan membuat APE (alat permainan edukatif). Hal tersebut diharapkan mampu melestarikan , mengenalkan, dan menumbuhkan rasa kecintaan akan sejarah bangsanya .

Nah, saya hadir disana sebagai peserta membuat alat permainan edukatif. Jadi, ada 25 ibu dan anak yang akan membuat DIY (do it yourself) puzzle dari kardus. Dipandu oleh psikolog pendidikan anak, Husna Ika Putri Sari, S.Psi, M.Psi atau yang akrab dipanggil mbak Iput. Dikarenakan anak saya masih berusia 15 bulan, maka saya mengajak keponakan yang bersekolah TK-B bernama Davin untuk membuat puzzlenya. Sehingga, saya datang bersama Davin, Luigi, dan Ibu.

Dengan menumpang taxi online bertarif 6.500, kami sampai di Taman Flora pukul 09.30 WIB. Disana sudah ramai sekali. Ada tim anak-anak TK yang sedang latihan guna menyambut ibu wali kota, dan beberapa anak-anak yang sedang bermain dadu raksasa. Sementara saya bingung, dimana ya pusat acaranya. Akhirnya dibantu mbak Dyah dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, saya akhirnya mencari panggung. Ternyata saya langsung disuruh registrasi, karena melihat Davin yang memegang kardus.
“Peserta membuat puzzle kardus ya? Ayo registrasi, tulis nama bunda dan nama anak bunda disini ya.” Seru mbak Dyah.
“Nanti cari tempat duduk yang kosong ya.” Lanjutnya.

Nah, ternyata kursi sudah penuh sampai belakang. Saya tidak mungkin membiarkan Ibu berdiri, karena acara membuat puzzle masih jam 10.00 WIB.
“itu di kursi yang diselimuti, masih ada yang kosong.” Seru Ibuku.
Hmm, bukankah itu kursi khusus untuk para pejabat pemerintah kota yang hadir? Batinku.
“Ah iya Buk, kita tanyakan mungkin benar masih kosong.” Jawabku pada Ibuku.

berempat bersemangat

Ternyata seseorang mempersilahkan kami duduk dikursi kosong yang berjumlah 2. Sementara kami membutuhkan 3 kursi. Lalu seorang Ibu, mengambil kue yang diletakkannya dikursi kosong supaya kami bisa duduk bertiga.  Alhamdulillah, kami duduk di barisan kedua.

Acara ini sedianya dibuka dengan drama anak “Perang Majapahit Melawan Tentara Tar-Tar” pukul 09.00 WIB. Namun mundur menjadi jam 09.30 WIB karena menunggu Bu Risma, yang akhirnya benar-benar tidak bisa hadir. Selama menunggu itu, kami yang hadir disuguhi oleh musik gamelan dari tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya. Sampai tiba juga anak-anak tampil drama. Satu kata : keren. Ada banyak anak yang terlibat dalam drama ini. Mereka semua menghayati setiap peran yang diamanahkan. Anak-anak ini merupakan perwakilan anak-anak SD seluruh kota Surabaya.

drama dari perwakilan anak-anak SD seluruh kota Surabaya


Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, tibalah saya dan Davin membuat puzzle kardus. Dipandu dengan mbak Iput, kami diberi arahan tahapan-tahapan pembuatan puzzle. Nah, karena ini memperingati ulangtahun kota Surabaya, maka puzzle yang akan dibuat adalah gambar Suro dan Boyo alias hiu dan buaya. 

Husna Ika Putri Sari menjelaskan tahapan pembuatan puzzle

Davin serius membuat puzzle

Davin sangat semangat mengerjakannya. Saya hanya membantu menggambar Suro dan Boyonya menggunakan kertas karbon. Selanjutnya Davin sendiri yang mengerjakan sampai akhir. Karena Luigi menunggu dibawah panggung bersama Ibu, akhirnya Luigi saya bawa sekalian diatas panggung. Luigi saya beri kuas yang sudah saya beri cat air, dan membiarkannya mengecat kardus. Dia senang sekali.

Luigi ikut mengecat


Tibalah jua acara selesai. Kami semua berfoto bersama dengan seluruh peserta yang ada. Sebagai apresiasi, dari panitia memberi paket kotak makan anak untuk peserta yang membuat puzzle. Davin bangga akan hasil karyanya.

Davin membawa karyanya berfoto bersama Husna Ika Putri Sari


Akhirnya kami berempat pulang. Karena taxi online yang diawal kami pesan sedang tinggi permintaannya, akhirnya kami pulang menggunakan taxi online yang lain seharga 30.000.


Terimakasih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya sudah membuat acara ini, dan selamat ulangtahun kota kelahiranku, Surabaya. 

foto diambil dari instagram @diana.ekawati 


#30DWCjilid6
#day9
Tidak ada komentar:
Selasa, 23 Mei 2017

Review Buku Jack Goes To Montessori School

Masih bingung mengapa metode Montessori sangat booming saat ini?. Metode ini pasti diterapkan di sekolah Montessori yang ‘dibilang’ mahal. Masih bertanya-tanya mengapa banyak orangtua berbondong-bondong mengikuti pelatihan dan seminar Montessori?.  Tidak hanya itu buku bertema Montessori menjadi best seller dimana-mana. Bahkan mereka rela merogoh kocek yang tidak murah untuk membeli berbagai apparatus Montessori yang tidak murah.

Jika berkeinginan mengenal metode Montessori mulailah dengan membaca buku ini. Kamu akan mendapatkan bahwa metode Montessori luar biasa. Menurut saya buku ini cocok untuk para orangtua yang memiliki keinginan menyekolahkan anaknya di sekolah Montessori. Atau tanpa sekolah Montessori, namun berkeinginan menerapkan metode Montessori dirumah. Juga seorang pendidik yang ingin memperkuat prinsip Montessori dikelas atau disekolah.


Jack sebagai tokoh utama dalam buku ini, menggambarkan situasi yang ada di sekolah Montessori. Ia juga menggambarkan bagaimana menggunakan banyak apparatus montessori. Beberapa bagian cerita, membuat buku ini sangat spesial dihati saya. Misalnya adakalanya mereka belajar individu, adakalanya belajar secara bersama dengan teman secara berkelompok. Bagian circle time, saat mempelajari planet Saturnus, mereka bisa membayangkan seperti apa cincin mengitari planet Saturnus dengan permainan berputar-putar. Disetiap bagian pada buku ini dapat saya rasakan metode ini sangat menghargai kemampuan personal. Dan mengajarkan anak menghargai orang lain. Dengan memeluk Ibu sebelum masuk kelas, semua umur saling bergabung, cerita bunga perdamaian, dan lainnya. Tidak hanya itu beberapa bagian cerita mengajarkan bertanggung jawab, bekerja sama, membantu memotivasi kemandirian anak. Dibantu dengan ilustrasi yang sangat jelas dan detail.

Metode Montessori sangat mengagumkan, bukan? Buku yang sangat recommended menurut saya.

...

Buku ini menceritakan seorang anak bernama Jack yang berusia 4 tahun. Dia bersekolah di sekolah Montessori. Saat hendak pergi kesekolah, ia berpamitan dengan Ibunya. Di kelasnya, ia tergabung dalam semua umur dan kelas.

Diawali dengan cerita dongeng dari gurunya, dan belajar mengenai planet saturnus. Saat pembelajaran Montessori mereka memilih sendiri apa yang ingin dilakukan. Ada kalanya melakukannya bersama dengan teman, ada kalanya melakukan sendiri. Dan gurunya selalu memberi pembelajaran bagaimana melakukan pekerjaan dalam peralatan Montessori.

Tidak lupa ketika Jack belajar dilantai bawah, ia pasti menggunakan alas. Ia memulai dengan alat Montessori area bahasa yakni sanpapers letters. Sampai ia bisa mengucapkan namanya Jack, beserta huruf apa yang ada didalam namanya tersebut. Lalu ia menyimpan alasnya kembali.



Ia kemudian belajar geografi dan telah menemukan Amerika Utara dalam globe. Lalu Jack membangun pink tower dengan salah seorang temannya. Memulai dari yang terbesar sampe yang terkecil, dari kotak satu sampai sepuluh. Globe dan pink tower adalah jenis area sensori yang membantu mengembangkan indra perasa/peraba, konsentrasi, dan kefokusan.



Kemudian Jack lapar, ia senang saat waktunya makan siang. Sebelum ia makan, ia membantu mengatur meja dikelasnya. Setelah selesai makan, ia mencuci piringnya.

Saatnya belajar di tempat bermain. Jack menyukai permainan perosotan dan bermain kejar-kejaran dengan temannya. Ia berputar dengan lengannya berpura-pura menjadi Saturnus dengan cincin saturnus. Sampai membuatnya pusing. (haha… khayalan anak kecil, saya ngakak banget baca cerita bagian ini).

Ketika ia lelah setelah menjadi Saturnus, ia beristirahat. Ia membawa selimut faforitnya dan boneka harimau dari rumah untuk membantunya tidur.

Setelah tidur siang, kelasnya membuat aktifitas kelompok seperti seni, yoga dan music. Hari itu, dia belajar untuk menyelesaikan masalah dengan bunga perdamaian. Gurunya menanyakan padanya untuk membantu gurunya mencontohkan. Jack berpura-pura bahwa ia kecewa dengan seorang teman sekelasnya, dan ia mendapatkan bunga perdamaian. Jack menceritakan kepada temannya apa yang terjadi dan apa yang ia rasakan. Kemudian, temannya membawa bunga perdamaian dan menceritakan padanya apa yang teman (perempuannya) rasakan. Mereka mendengarkan satu sama lain dan berbicara tentang masalah mereka. Begitu masalah Jack dan teman perempuannya terselesaikan, dengan membawa bunga perdamaian ia katakan “kami menyatakan perdamaian.”

Jack mendapatkan cemilan ketika gurunya menjelaskan tentang piket kelas minggu itu. Jack menyapu dengan temannya. Guru meraka senang karena mereka bekerja bersama dengan saling menghormati dan menghargai.



Jack belajar matematika dengan number rods. Ia memulai untuk belajar penambahan dan menghitung dengan bead bars.

Area pembelajaran practical life membantu Jack untuk mengurus diri dan lingkungannya. Jack menyukai pelajaran menuang, dan hari itu ia memilih menyiram tanaman kelasnya. Ia membersihkan air yang tumpah. Ia juga belajar mengancing dan menggunakan risleting, karena ia ingin belajar bagaimana cara memakai jaketnya sendiri.

Ayahnya ada disekolah. Saatnya pulang kerumah. Ada begitu banyak kesenangan dan tantangan pembelajaran di sekolah dan ia tidak sabar menunggu untuk mencoba lebih banyak esoknya. Ia sangat mencintai Montessori School.


Begitulah cerita yang ada di buku Jack Goes to Montessori School. Semoga bermanfaat.

profil penulis dan ilustrator

Judul : Jack Goes to Montessori School
Penulis : Allyson Collins
Ilustrator : Lindsey R. Smith
Halaman : 31 halaman
Tahun penerbitan : 2013
Penerbit : Buena Austin Publishing USA

#30dwcjilid6
#day8
Tidak ada komentar: