Tips Asyik Mengatur Keuangan ala FUNancial di Surabaya

by - Selasa, Desember 17, 2019


Gaji bulan lalu masih ada?
Gaji 2 bulan lalu?
Kemarin duitnya buat apa aja?
Sudah nyatet setiap pengeluaran belom?
Huaah pertanyaan ini dilontarkan Dipa yang bikin peserta yang hadir salah tingkah sambil garuk kepala.

Kalo ngomongin perencanaan keuangan, jujur aja aku orangnya santuyy alias santai banget. Dulu, ketika masih kerja di Jakarta, kayaknya hasilnya cuma setumpuk jilbab Rabbani berbagai model dan warna. Pas  udah nikah? Apalagi !!! Makin santai pol. Khan ada suami, ya begitulah pikiran simpleku. Bagiku perencanaan keuangan terlalu njelimet dan bikin pusing. Padahal jika ditanya, punya goal dalam keuangan gak? Tentu saja punya. Tapi ya pikiran “gimana nanti” masih adem ayem aku yakini.




Dan Tuhan begitu baik sama aku sehingga di Sabtu pagi yang cerah (14/12) diundang oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) untuk mengikuti workshop FUNancial yang diadakan oleh Home Credit Indonesia. Bertempat di Boncafe di Jalan Raya Gubeng 46 Surabaya, tema acara ini sangat menarik yakni CEO IN THE MAKING : Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business. Intinya gimana kita bisa atur keuangan agar yang kita sukai bisa menghasilkan duit.

Tentu saja semangat Home Credit ngadain FUNancial talkshow ini adalah ingin membantu kita mencapai segala impian financial dan mewujudkan #YangKamuMau. Menghadirkan seorang financial planner Dipa Andika yang juga merupakan Co Founder Hahaha Corp, juga Christie Erin, Co Founder Basha Market & Of Sorts. Yang semakin bikin meriah karena selama acara dipandu oleh komika Arditya Erwandha.




Aku termasuk datang awal, dan berusaha duduk depan. Ternyata semakin acara mau dimulai, semakin banyak yang berdatangan. Karena memang acara ini terbuka untuk umum, enggak hanya dari komunitas saja. Bangku yang disiapkan panitia sampe penuh. Bahkan beberapa yang datang terlambat harus rela berdiri sambil menyimak materi. Hmm, ternyata anak-anak muda Surabaya sangat antusias ya diajak ngobrolin keuangan. Hingga mba Freya dari Home Credit bilang bahwa meski Surabaya adalah kota ke 3 yang disambangi Home Credit, namun Surabaya yang paling OK semangatnya. Rame banget!!!.

Makin menarik lagi di samping pintu masuk acara, kami disuruh menempel mimpi kami dalam hal keuangan. Ya ampun, menarik semua isinya. Ada yang pengen punya rumah, pengen umroh, pensiun bahagia, bahkan beli apa-apa gak perlu lihat harganya haha. Setelah itu kami berfoto di booth lucu yang telah disediakan panitia. Aku bilang lucu karena ada icon gambar celengan ayam. Ingat-ingat dulu kalo nabung duit receh di celengen ayam yang bisa dipecain karena terbuat dari tanah liat. Hehe.




Mengawali acara Arditya selaku MC mengenalkan mba Freya untuk mengenalkan Home Credit kepada yang kami yang hadir. Home Credit merupakan perusahaan pembiayaan yang sudah 6 tahun berdiri di Indonesia. Sejak tahun 2013 Home Credit punya semangat untuk membantu masyarakat mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kenapa Home Credit keliling dari satu kota ke kota lainnya untuk mengenalkan FUNancial, hal ini karena berdasarkan OJK, ada sekitar 70% masyarakat yang belum melek financial, alias belum bisa memanage keuangan. Karena biasanya perencanaan keuangan identik dengan hal yang rumit. Maka kali ini, acaranya dikemas dengan format yang ringan, sehingga kita semua bisa enjoy belajar keuangan. Bonusnya lagi, kita bisa menghasilkan uang dari hal yang kita suka. Mba Freya mencontohkan misalnya kita suka traveling dan pengen usaha yang berhubungan sama dunia travel, maka gimana sih cara mengawalinya.

Tips Mengatur Keuangan ala FUNancial

1.      Pikirkan hal ini sebelum resign dan bikin bisnis
Dipa dari Hahaha.Corp dan Erin dari Basha Market punya kesamaan. Yakni mereka sama-sama berangkat dari karyawan yang mengubah haluan menjadi seorang CEO industri kreatif Indonesia. Mereka sama-sama memutuskan meninggalkan kerjaan dengan gaji pasti demi mendapatkan sesuatu yang belum tentu.

Tips dari Dipa yang perlu dipersiapkan sebelum resign adalah kita sukai dulu pekerjaannya. Karena jika tidak kita sukai, kerja hanya mengikuti yang ada saja, hanya mengejar uang belaka, akhirnya bangun pagi menjadi beban. Dengan menyukai pekerjaan, meski gaji gak besar, tapi kita pasti punya energi untuk berfikir membesarkan bisnis kita. Kedua pastikan punya tabungan terlebih dahulu sebelum resign.

Erin pun mengamini dengan mengatakan bahwa ketika jadi CEO tentu saja gak cuma mikirin gaji diri sendiri, namun juga pegawai. Maka, dengan bergelut di bidang yang sesuai passion semua akan terbayar secara mental bekerja.




2.      Ubah paradigma “nanti gimana” dengan “gimana nanti”
Anak udah mau masuk SD, udah siapin apa?
Gimana nanti deh, anak masih berapa tahun?
Sudah nyiapin dana pensiun blom?
Gimana nanti deh
Nah percakapan ini kalo kata Dipa jawaban type orang santuyy dan sangat merusak semangat menabung. Coba kita ubah kalimat nanti gimana dengan gimana nanti agar kita selalu berfikir untuk menyiapkan diri.  

3.      Tentukan goal keuangan
Siapa yang setiap tahun selalu punya goal dalam keuangan tapi terbang kebawa angin entah kemana? Hiyaa, jangan dong ah. Tahu gak kenapa target tetap menjadi target? Karena kita gak sungguh-sungguh menuliskan dalam sebuah kertas dan membuat perencanaan detailnya. Rencana ini berhubungan dengan jangan pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Contohnya jika kita ingin punya rumah 500 juta saat 5 tahun lagi, maka setahun harus punya uang berapa, sebulan harus menabung berapa. Sehingga semua bisa jelas dan konkrit agar target tak sekedar mengawang di pikiran saja. Semua harus ada action jika ingin tercapai kata Dipa.

4.      Mencatat semua pengeluaran
Dipa bercerita bahwa ia mencatat semua pengeluaran sejak tahun 2012. Bahkan bon ia scan, termasuk tiket toilet Rp.2.000 ia catat pula. Tujuannya bukan pelit, tapi agar kita tahu uangnya larinya kemana aja. Ia berfikrian bahwa cari uang udah susah, maka jangan sampai terbuang sia-sia, apalagi gak tahu buat apa aja. Jangan pernah menunda waktu untuk mencatat pengeluaran. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nyatet pengeluaran? Dari ponsel juga bisa. Apalagi sekarang banyak pilihan aplikasi gratis untuk pencatatan.

5.      Waspadai latte factors
Ada kenyataan yang cukup mencengangkan bahwa 9 dari 10 orang menghabiskan Rp.900.000 per bulan untuk sesuatu remeh. Contohnya ngantri atm males, akhirnya pakai atm bersama, kena potongan 6.500, ee ambilnya cuma Rp.50.000 doang. Hiyaa. Punya pacar suruh jemput di kantor, pacarnya maunya jemput di lobby, kena parkir deh. Padahal andai pacarnya mau jalan kaki sedikit di pinggir jalan, uang parkir gak perlu keluar. Kalo buat emak-emak nih misalnya di IndoApril, targetnya beli minyak goreng, bawa anak, anaknya pengen jajan, belakang antrian panjang, yasud beli dah daripada anak jejeritan.

Suka beli makanan melalui aplikasi daring, seperti kopi kekinian dan lainnya emang kelihatannya kecil, namun jika berkali-kali lama-lama juga pasti jadi banyak juga khan. Beli kopi segelas Rp.30.000 x 30 hari jadinya Rp.900.000, kalo setahun udah Rp.10.800.000. Nah gimana kalo kita ubah, duit 10 juta tadi kita investasikan. Akan lebih nyata hasilnya bukan? 

Emang gak boleh ngopi? Ya boleh aja, namun dikurangi pengeluaran seperti itu.




6.      Paksakan Investasi sejak awal
Biasanya orang-orang akan menginvestasikan uangnya setelah ada sisa pengeluaran. Padahal menurut Dipa, paksakan investasi sejak awal. Produk investasi banyak, jadi silahkan cari yang sesuai kebutuhan.

7.      Bikin dana darurat
Yang jangan dilupa adalah menyiapkan dana darurat. Kita gak tahu apa yang akan terjadi kedepan, maka perlu banget punya simpenan dana darurat yang dipisahkan dari rekening pribadi. Kata Dipa jangan sampai dana darurat terpakai untuk membiayai bisnis kita. Makanya pesan Dipa pisahkan uang pribadi dan uang bisnis dalam rekening berbeda.



Kita bisa belanja 10 juta dalam sehari, namun apakah yang dibeli adalah yang kita butuhkan? Itulah pertanyaan Dipa di akhir. Jikalau kita jatuh dan akhirnya rugi, pandanglah kerugian sebagai investasi dan segera cari sebabnya. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur agar selalu merasa kaya.

Yuk berbenah, agar tahun 2020 kita sambut dengan goal keuangan yang lebih terencana !!!

You May Also Like

24 komentar

  1. Sedaappp bgt ya materinyaa.nampol nampol piyeee gitu lhooo

    BalasHapus
  2. wah ulasannya komplit dan jelas
    beruntung ya bisa ikutan acara kemarin
    penuh gizi buat emak2

    BalasHapus
  3. Aku dulu ga punya tabungan besar tapi nekad buka usaha penerbitan sama istri karena itu bidang yang kami cintai. Rupanya tak gampang karena ga mikir marketing dan dana darurat. Mencatat pengeluaran apalagi, seringnya tercampur antara kebutuhan pribadi sama usaha. Investasi kudu diutamakan karena hasilnya lumayan, daripada lumanyun, Sep. Iya ga? Kapan ya ada acara kayak gini, seru banget!

    BalasHapus
  4. Keren ya Home Credit ini, keliling untuk memberikan edukasi menarik tentang perencanaan finansial secara menyenangkan.
    Sayang sekali diri saya nggak ikutan hiks.

    Padahal saya mah termasuk mamak-mamak yang amat sangat butuh financial planning kayak gini, biar nggak kalap mulu liat diskonan hahaha

    BalasHapus
  5. Latte factors itu memang bahaya banget kalo dibiarkan, secara tdk sadar kita jadi gak bisa nabung bahkan utk simpanan dana darurat sekalipun

    BalasHapus
  6. Tahun 2020 semoga bisa memanage keuangan lebih baik nih. Amin. Secara kalau ditelaah lagi, memang masih banyak bocor di sana sini. Sayang banget kan ya. Mending disimpan buat dana darurat saja

    BalasHapus
  7. Latte factors ini lho yang bikin gemes. Bener banget aku sekarang seringnya keluar uang jajan buat anak di IndoDesember. Hahaha. Kalau ditotal sebulan bisa... Ah, aku gak mau ngitung, ngeri deh. Kudu bener-bener berusaha mulai ngerem, nih.
    Makasih ya Mbak sharingnya :)

    BalasHapus
  8. Asik nih kumpul bareng temen sekalian nambah ilmu tentang finansial. Btw homecredit juga lagi ngadain GA kan di IG hadiahnya aipuuuun

    BalasHapus
  9. Promo jajan pake ojol ini ratjun emang kalo udah kebiasaan. Apalagi sekarang pake e money itu kayanya lebih ngga kerasa buat ngeluarin duit ketimbang tunai

    BalasHapus
  10. Terimakasih sudah berbagi infonya, semoga sukses selalu,.

    BalasHapus
  11. Wah emang yang namanya memutuskan resign butuh pertimbangan mateng2 yaaa. Malah kalau saya kok kepikiran ya kerja kantoran ya usaha jd ada double income gtu, asal manajemen waktunya bagus. Tapi tentu jg manajemen keuangannya pengeloaannya jg kudu rajin yaaa

    BalasHapus
  12. Latte faktors ini, aku suka kecolongan, pikirnya sedikit kok, padahal sedikit demi sedikit lama bikin dompet kosong.

    BalasHapus
  13. Wah bener nih.. 2020 kayaknya emang kudu mulai mengatur masalah financial. Mulai fokus investasi buat masa depan

    BalasHapus
  14. Materi tentang tips mengatur keuangannya lengkap dan bisa dicoba untuk diterapkan nih. Aku masih kedodoran perkara mencatat keuangan harian. Biasanya ambil garis besar aja satu hari keluar berapa, padahal kan mesti dicatat detail ya biar tahu keluarnya untuk apa saja. Makasi udah berbagi pengetahuan ya Mbak

    BalasHapus
  15. Insya Allah 2020 mau lebih giat investasinya
    Sekarang sudah memulai investasi reksa dana
    Semoga hasilnya memuaskan dan bisa bawa Salfa ke Jerman 10th lagi

    BalasHapus
  16. Tipsnya boleh juga nih Mbak. Apalagi saya juga masih sering keteteran dalam mengelola keuangan. Masih suka lupa juga catat pengeluaran padahal ini penting banget ya.

    BalasHapus
  17. Tipsnya boleh juga nih Mbak. Apalagi saya juga masih sering keteteran dalam mengelola keuangan. Masih suka lupa juga catat pengeluaran padahal ini penting banget ya.

    BalasHapus
  18. Latte Factors ini memang sering gak disadari. Dikira pengeluaran kecil,ternyata besar juga. Semoga makin pandai mengatur keuangan ya

    BalasHapus
  19. Acaranya seru banget ya kemarin itu, punya wawasan baru soal pengelolaan keuangan

    BalasHapus
  20. Late factor itu berbahaya banget buat keuangan, seringkali dilakukan tanpa disadari

    BalasHapus
  21. Hmmm bisnis apa ya yang prospek? Jadi distributor ASI booster tea oke juga :D

    BalasHapus
  22. Aku juga bing kalau ditanya gajinya masih ada. Ada gak ada bagiku bisa makan tiap hari Alhandulillah��
    Beda lagi kalau ditanya dana darurat, mumet saya

    BalasHapus
  23. Benar kata Dipa, kalau punya pikiran 'apa kata nanti' itu emang ga bener. Terlalu santuy juga bakal banyak celah. Talkshow yg bermanfaat bgt kmrn itu, Sep..

    BalasHapus
  24. iya nih bon struk itu emang kudu di scan lalu kukopi ulang, karna sebulan dua bulan tulisannya udah pada ilang hihihi.

    Tips2nya detail banget, sedetail pengeluaran kita *eh

    BalasHapus