Rabu, 18 Juli 2018

Jalan-jalan ke Kebun Bibit Wonorejo Surabaya

Menembus jalanan Surabaya yang macet, siang itu kami berencana memberhentikan mobil di Kebun Bibit Wonorejo. Perjalanan jauh lebih mudah karena untuk menuju kesini maps menunjukkan jalan yang searah dengan Mangrove Wonorejo. Namun, kali ini melewati perumahan Nirwana Eksekutif dan lurus mengikuti jalan. Akhirnya sampai juga kami ditempat tujuan. Setelah memarkir mobil, kulihat isi tasku sekali lagi. Pospak, baju ganti dan susu kotak. Semua telah lengkap. Kami pun bergegas menyeberang jalan raya yang tidak ramai. Kuhirup udara Kebun Bibit dengan leluasa saat pertama kali menginjakkan kaki melewati pagar. 

Menurut informasi surabaya.panduanwisata.id, taman rekreasi ini sudah ada sejak tahun 2011. Sebelumnya area ini hanya digunakan untuk pembibitan berbagai tanaman untuk memenuhi kebutuhan kota. Sekarang selain sebagai tempat mengembangbiakan berbagai tanaman, juga dimaksimalkan fungsinya untuk wisata kota Surabaya.

Apa saja yang ada di Kebun Bibit Wonorejo?
Didekat pintu masuk taman, samping kantor Kebun Bibit ada wastafel air yang bisa langsung minum. Terdapat dua ukuran wastafel air yakni seukuran dewasa dan seukuran tinggi anak. Toilet berdampingan dengan musholla. 




Ketika berjalan lurus sebalah kanan terdapat area outbond untuk uji ketangkasan tangan dan kaki anak. Diantaranya jembatan tali dan wall climbing. Saya berfikir anak kinestetik pasti senang diarea ini.


Kami pun berjalan mengikuti petunjuk arah, dan sampailah di kandang rusa. Kesan awal melihat rusa disini? Kogh kotor sekali ya. Itu sangat menggelitik hati. Selain jumlah rusa yang bisa dihitung dengan jari tangan sebelah kanan, juga perawatan kandang yang kurang. Daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon seperti sengaja tidak disapu berhari-hari. Bahkan untuk memberi makan rusa, kami harus berkeliling sekitar kandang, untuk mencari apa yang bisa diberikan. Akhirnya hanya rumput layu berwarna cokelat terang yang bisa dikasih Luigi ke rusa.



Saya pun berfikir, “oh mungkin rusanya memang difokuskan di Taman Flora.” Di kandang juga ada unggas seperti bebek dan angsa. Aktifitas yang bisa dilakukan disini diantaranya menghitung jumlah rusa dan unggas, mengenalkan warna rusa, makanannya apa, ciri-ciri hewan yang khas.



Kami pun segera mencari danau yang sangat terkenal disini. Bisa dikatakan, siapapun yang hendak ke Kebun Bibit Wonorejo tak lengkap tanpa kedanau ini. Dan sampailah kami didanau buatan yang jadi jujukan penggemar fotografi. Ada dua buah gladak yang menjorok ke danau dan menjadi langganan muda-mudi untuk berfoto. Saya dan Luigi berlama-lama disini, sambil cekikikan, membiarkan angin mengibarkan kerudungku dan rambut Luigi. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan diskusi ke anak, misalnya menunjukkan itu danau. Yang dimaksud danau. Bedanya danau dan laut apa.
 

Ada juga area jogging track dan olahraga. Beberapa fasilitas fitness yang bisa digunakan secara gratis. Anak-anak juga bisa menikmati permainan anak. Alhamdulillah siang itu sedang sepi, tidak banyak anak kecil sehingga Luigi berkesempatan mencoba ayunan tanpa perlu bergantian. Ayunan sangat bagus untuk stimulasi indra keseimbangan anak. Disini Luigi juga aktif berlarian yang bermanfaat untuk kemampuan motorik kasarnya.  



Didepan area permainan anak adalah area pembibitan tanaman. Sangat luas. Mungkin dari bibit inilah sumber tanaman yang disebarkan diseluruh sudut kota Surabaya. Yang bisa dipelajari disini adalah bentuk dan jenis bibit tanaman, mengapa tanaman perlu pembibitan, dan teknis pembibitan tanaman. Yang tak kalah menarik adalah adanya rumah anggrek hias. Tempat ini adalah ruangan pembibitan berbagai tanaman anggrek. Wah sekalian disini Luigi dikenalkan bentuk dan warna bunga anggrek yang cantik seperti nama belakang mamanya “Anggraeni”. *semoga nyambung ya kkkkkkkkak :D. Dan cara hidup bunga anggrek yang menggantung *asal jangan menggantung hati wanita *eaaaaa

Anak seusia Luigi belum waktunya dijelaskan kelompok tanaman toga yang mana, guna tanaman itu buat apa. Kok berat yak. Cukup mengamati bibit tanaman sudah cukup. Semoga saat usianya sudah cukup, Luigi punya pengalaman baru untuk ikut menanam bibit tanaman disini 😊



Terdapat juga rumah kompos untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Cocok ya, ada pembibitan ada juga pupuknya. Tapi saran saya sih hati-hati selama melewati sekitar kendang rusa karena seringnya truk yang lalu lalang menuju rumah kompos.

Kaki terasa pegal setelah berjalan menyusuri taman ini? Tenang, ada terapi batu yang bisa dilewati tanpa alas kaki. Kaki seperti dipijat pelan. Jika kelaparan ada sentra kuliner didepan lokasi taman. Namun karena sedang puasa, meski letih kami hanya makan angin dan menelan ludah. Gleg. Uh udah lega :D

Secara umum kami senang suasana Kebun Bibit Wonorejo yang tenang dan adem. Sejenak kemudian kami harus kembali ke Gresik untuk berbuka puasa dirumah. Selama di tol Luigi tenang duduk di carseat. Kami saling bercerita pengalaman ke Kebun Bibit tadi. Hal ini sekaligus me-recall tabungan kosa kata diantaranya : bunga, daun, pohon, danau, rusa, angsa, bibit tanaman, dan anggrek.



Asik khan? Yuk jalan-jalan ke Kebun Bibit Wonorejo. Jangan lupa pakai lotion anti nyamuk ya 😊

Kebun Bibit Wonorejo
Atau Kebun Bibit 2
Jalan Kendalsari, Wonorejo
Rungkut, Surabaya
Biaya masuk : Gratis



Referensi :
http://surabaya.panduanwisata.id/wisata-alam/wisata-edukasi-di-kebun-bibit-wonorejo/ diakses Rabu, 18 Juli 2018 pukul 17.00 WIB

23 komentar:

  1. Banyak nyamuk ya mbak? kira-kira kenapa mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba @prilli oke karena tempat tinggalnya nyamuk di kebon mbak :D

      Hapus
  2. Aku belum pernah ke sini, Mak. Kapan-kapan kalau mudik, insyaAllah mau mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok mak, mampir kesini kalo ke Surabaya ya :)

      Hapus
  3. Wisata alam seperti inilah yang disukai anak-anak yaa. Recommended. Jadi pengen ke sana deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Emmy, anak-anak pasti suka :)

      Hapus
  4. Waaah..keren ya, kapan2 klo pulkan perlu mampir nih kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Srie kampungnya di Surabaya ternyata :)

      Hapus
  5. Wah gratis? Hihihi asyik banget tuh, tempatnya ok buat ngenalin anak sama alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. taman di Surabaya gratisan mbak :D

      Hapus
  6. Lengkap juga ya..bisa jadi tempat belajar dan bermain keluarga nih. Keren memang Surabaya!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren dong mbak Di, emak Surabaya nih yang keren :D Bu Risma

      Hapus
  7. Wah, tempatnya asyik buat belajar nih. Apalagi belum terlalu ramai begini. Jadi kepengin juga hunting lokasi kayak gini di Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti lebih banyak lagi ya kalo di Jakarta, hehe

      Hapus
  8. Asyik, dek Luigi jalan2 dan banyak belajar di sana ya. Nice info, Mbak. Si kecil saya pasti juga senang kalo diajak ke situ. Semoga bisa kapan2, insya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, sy doakan bisa mampir ke sini ya mbak :)

      Hapus
  9. Wah asyik ya, berwisata sambil mengajak anak belajar tentang alam.
    Eh,ternyata di sana banyak nyamuk, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kalo di kebon gt pasti banyak nyamuk... hehe :D

      Hapus
  10. Kebunnya adem bangeett kalo sore yaa Mbak Septi. Luigi pasti senang banyak alat permainan anak. Seruuuu!

    Kami suka banget kesana bawa sepeda kayuhnya Musa, biar ga pegel ngejar dia hahaha.

    Kapan-kapan meet up yaa di kebun mana gitu ���� Salaaamm untuk Luigi yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ayok mba Dira, meet up sama mas Musa :D lari-larian

      Hapus
  11. Wih, keren ada kebun kayak gini bisa dikunjungi buat liburan sekaligus anak belajar ya mba

    BalasHapus
  12. kalo ini sih dekat dengan tempat kakakku di Surabaya. Aku pernah sekali ke sini bareng ponakan, tapi cuma bentar aja waktu itu.

    BalasHapus