Senin, 11 Juni 2018

Belajar di Ekowisata Mangrove Wonorejo


Bulan mencurahkan cahaya emasnya ke kota Santri dalam keheningan malam. Suara orang mengaji masih banyak terdengar syahdu dipengeras suara Masjid. Mereka masih terjaga karena tak ingin melewatkan waktu untuk menarik perhatian Allah di 10 hari terakhir Ramadhan ini. Karena aku sedang tidak puasa, maka kumanfaatkan untuk mencoretkan tulisan ini dalam sebuah laptop yang terkadang bisa dipakai lancar, terkadang pula bikin emosi karena layar touchscreen perlu masuk rumah service namun selalu kutunda-tunda. Setelah beberapa purnama akhirnya aku bisa menulis kembali. Alhamdulillah. *kibas kerudung




Hmm, Karena tak ingin lewatkan masa usia emas Luigi, di panas Ramadhan yang terik kami tetap melakukan aktifitas outdoor bersama Luigi. Perjalanan kami kali ini adalah ke Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Ekowisata Mangrove Wonorejo ini merupakan wisata alam di Kawasan Pantai Timur Surabaya.


Kita kenalan dulu, tentang istilah dan manfaat mangrove ya. Agar supaya saya bisa mengupas manfaat apa yang bisa didapat anak usia dini setajam silet :D

Apa sih Mangrove?
Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh didaerah pasang surut. Mangrove termasuk dalam salah satu tipe hutan produktif yang dapat menghasilkan produk berupa antara lain kayu-kayuan (kayu bakar, bahan bangunan), bahan obat-obatan, bahan makanan, bahan kertas dan perikanan.



Apa pentingnya Mangrove bagi siklus kehidupan?
Secara fisik hutan mangrove memiliki peranan penting dalam melindungi pantai dari ancaman ombak dan angin yang berasal dari lautan.

Vegetasi mangrove berperan penting dalam menjaga siklus kehidupan fauna seperti burung, ikan, udang, kepiting dan molusca. Karena lingkungan mangrove sangat ideal sebagai tempat berlindung, mencari makanan, dan tempat berkembang biak.



Tanaman mangrove mempunyai kemampuan khusus untuk dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang selalu tergenang, kadar garam tinggi, dan kondisi tanah yang kurang stabil. Dengan lingkungan seperti ini beberapa jenis tanaman mangrove mengembangkan mekanisme adaptasi antara lain berupa akar nafas (akar yang tumbuh dan berkembang untuk tumbuhan berbafas) dan benih yang bersifat vivipar. Misalnya monyet.

Sehingga mangrove fungsinya BUKAN hanya menahan erosi agar tidak terjadi abrasi saja. Atau bahkan HANYA pelindung saat terjadi tsunami. Namun juga habitat ideal berbagai macam satwa. Misalnya ikan yang tidak dapat hidup di laut dalam.



Ada apa aja di Mangrove Wonorejo Surabaya?
Diawal masuk kita akan disuguhkan dengan kebun sayur yang bertuliskan “Welcome Green House”.  Disana kita bisa melihat lebih dekat sayuran dan juga pembibitan cabe dan terong.



Didepan kebun sayur ada pendopo untuk meluruskan kaki alias beristirahat. Di sebelah kanan pendopo ada musholla dan toilet.
  
Lalu saatnya memasuki jogging track dengan melewati jalan setapak dari kayu-kayu. Dari jalanan ini membentang hutan mangrove yang menawan. Disisi kiri atau kanan jalan ada informasi disebuah papan kecil jenis mangrove yang kita lewati. Tidak hanya jenis mangrove namun juga aneka burung.



Tak jauh berjalan ada perpustakaan mini yang isi bukunya random (tidak hanya mengenai per-mangrove-an), juga kantor Mangrove Information Center. Biasanya di jogging track ini banyak digunakan untuk lahan pemotretan bagi pecinta photografi. Rangkaian kayu tak beratuan dibawah ini mungkin yang sering terlihat di beranda Instagram. Kita akan berjalan lurus sampai akhirnya bertemu gazebo dan belok kiri.



Setelah melewati jalanan “jogging track” yang terbuat dari kayu, jika kita teruskan jalanan akan berubah menjadi jalanan bambu.  Suasananya sangat alami, seperti di hutan. Terdengar suara kicauan burung saling bersahutan. Dibeberapa pinggiran terdapat tangga kecil untuk turun. Disana kita bisa melihat lebih dekat pepohonan yang ada.

Saat melewati jalan yang agak berkelok, dan perut keroncongan kita sampai juga pada Sentra Kuliner yang menjual berbagai macam makanan ramah kantong. Seperti penyetan belut, penyetan ikan, asem sembilang, nasi cumi hitam, pangsit udang krispi, lontong kupang, nasi bakar bandeng dan aneka ikan bakar. Semua makanan dibandrol paling mahal Rp. 18.000,- saja.



Di Mangrove ini ada Dermaga, kami bisa naik perahu wisata. Selama perjalanan kami berpapasan dengan perahu nelayan, yang barusan kembali melaut. Tidak hanya satu atau dua perahu namun banyak perahu yang saling berbaris ke belakang. Perahu wisata yang saya tumpangi berkapasitas kurang lebih 20 orang. Harga tiket perahu :
Dewasa : Rp. 25.000/orang
Anak-anak : Rp.15.000/orang
Operasional perahu Ekowisata Mangrove dibuka mulai pukul 08.00 s/d 16.00 WIB

Deru mesin perahu memecah air sungai yang tenang dan kita akan dibawa menyusuri pohon bakau dengan perjalanan sekitar 1 jam. Meski air sedang tenang namun ada saatnya bergoyang ke kiri dan kekanan. Selain menikmati pemandangan hutan bakau, kita juga bisa melihat satwa unik di pinggir sungai, misalnya burung dengan paruh panjang, bahkan kera. Sepanjang jalan juga ada beberapa tanaman enceng gondok yang berjalan.



Setelah dari kejauhan terlihat lautan, perahu berbelok ke suatu tempat. Disini kami naik melewati jalanan kayu dan masuk kedalam hutan bakau. Yang berbeda adalah jalannya adalah dari kayu besek. Nah kami dibawa ke gazebo dan pos pantau yang dimana bisa melihat pemandangan laut lepas nan indah. Meski cuaca sedang panas (dan menyengat) namun bikin suasana hati adem. Karena hempasan angin menerpa wajah dengan lembut namun sering. Kami harus benar-benar meninggalkan tempat ini dan kembali ke dermaga maksimal jam setengah empat sore.

Kekurangannya selama di perahu tidak ada tour guide, alias bapak-bapak yang mengoperasionalkan mesin hanya diam. Namun perjalanan bak di hutan Amazon yang hanya bisa dilihat di TV serasa dekat karena mengalami sendiri. Perjalanan yang panjang lagi mengasyikkan.

Alhamdulillah ekowisata ini terdapat beberapa fasilitas penting seperti musholla dan toilet. Parkir mobil juga luas. Penjual makanan berat, jajanan seperti pentol dan penjual minuman pun bertebaran.

Aktivitas yang bisa lakukan di Mangrove Wonorejo?
1.       Jalan kaki menikmati suasana hutan
2.       Duduk-duduk merasakan angin sepoi-sepoi yang menyapu wajah
3. Menikmati pemandangan laut di dermaga
4.  Memperluas wawasan tentang mangrove
5.       Melihat aneka satwa mangrove
6.       Baca buku
7.       Dan lain-lain, banyaklah :D



Pembelajaran apa yang diperoleh anak usia dini (AUD) disini?
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN VISUAL DENGAN MELIHAT :
1.       Berbagai macam mangrove
2.       Berbagai macam satwa mangrove
3.       Berbagai warna mangrove, dan sayuran
4.       Berbagai warna tanah, tekstur tanah, warna daun, warna satwa yang ada
5.       Air laut
6.       Perahu sebagai transportasi air



MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN INDRA PENDENGARAN
1.       Gemerisik pepohonan
2.       Suara angin
3.       Suara kicauan burung
4.       Suara deru mesin perahu memecah ombak
5.       Suara air
6.       Suara kayu saat berjalan dan berlarian
7.       Suara bamboo saat berjalan dan berlarian

MENGEMBANGKAN INDRA PERABAAN / TAKTIL
1.       Menyentuh daun yang berbeda tekstur
2.       Menyentuh kayu
3.       Menyentuh berbagai tekstur pohon
4.       Memegang air
5.       Menyentuh bebatuan, dan pasir



MENCIUM BAU
1.       Khas hutan
2.       Air pesisir laut

MENGEMBANGKAN WAWASAN DAN RASA INGIN TAU ANAK
1.       Mengenalkan apa itu mangrove dan jenis mangrove
2.       Manfaat dan pentingnya hutan mangrove
3.       Mengenalkan aneka satwa mangrove, jenis dan keunikannya
4.       Mengenal alat transportasi air (perahu wisata dan perahu nelayan). Manfaatnya, mengapa bisa terapung, mengapa harus menggunakan mesin untuk berjalan, mengapa dari kayu bukan dari besi
5.       Mengapa selama perjalanan bertemu enceng gondok, apa itu, kenapa hidupnya di air

MENGEMBANGKAN KOSA KATA BARU DAN KEMAMPUAN BERBAHASA
Dari semua yang dijelaskan di sub wawasan. Teruslah mengajak berkomunikasi dua arah saat menjelaskan hal-hal diatas. Nama benda dan satwanya, warnanya, bentuknya, teksturnya, dan jangan lupa menanyakan perasaannya. (sekaligus mengembangkan kemampuan indentifikasi emosi, senang, dan takut).

Berkomunikasi mengenai apa yang didengar, dilihat dan dirasakan. Seperti pohon, kicauan burung dan tanaman sayuran untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya.

MOTORIK KASAR
Motorik kasar saat berjalan, berlari dan berjongkok di jongging track.

KEPEDULIAN LINGKUNGAN
Kepedulian sosial terhadap lingkungan dengan ikut menanam pohon mangrove. Namun Luigi tidak sampai menanam, mungkin jika ia sudah agak gedean menjadi next project kami.

Bibit mangrove


STIMULASI KESEIMBANGAN TUBUH
Ditulisan saya sebelumnya (baca disini) tentang Sensory Play bahwa anak-anak memiliki indra keenam berupa indra keseimbangan yang juga harus distimulasi. Misalnya berjalan diatas papan, bermain engkle (generasi 90an tau khan ya?).

Nah saat anak naik perahu menurut saya ia juga sedang mengembangkan keseimbangan tubuh saat perahu bergoyang kekanan dan kekiri. Keponakan saya saat se-usia Luigi tidak mau wisata air naik perahu dan naik ayunan loh. Nangis jejeritan kalo naik perahu wisata.

Alhamdulillah Luigi malah duduk didepan, sesekali disamping untuk merasakan cipratan air karena kerja mesin perahu.

MENGEMBANGKAN KECERDASAN NATURALIS
Kalo ini saya terinspirasi dari teori multiple intelegensi, anak usia dini bisa dikembangan kecerdasan naturalisnya saat ia :
1.       Menikmati pemandangan pesisir pantai
2.       Menikmati suasana hutan
3.       Menikmati suasana kebun sayur



MENGEMBANGKAN KEBERANIAN DAN PERCAYA DIRI
1.       Keberanian dan percaya diri saat berjalan di jogging track yang jalannya semi berlubang dan dibawahnya terlihat air. Sebagian anak pasti akan merasa tidak aman berjalan dengan jalanan seperti itu. Namun dengan dorongan dan motivasi insyaAllah tidak apa-apa. Luigi pun berlarian.
2.       Melatih keberanian saat naik ke perahu dengan dikelilingi air yang sangat banyak. Karena ini hal baru untuk anak, maka jelaskan bahwa perahu kita tidak tenggelam karena dari kayu. Bisa diberi penjelasan yang sesuai dengan umur anak ya.





Tips mama Luigi sebelum Mangrove Wonorejo?
1.       Pastikan si kecil sehat ya, karena disini memerlukan fisik yang prima
2.       Jangan kesana siang. Ingat ini pesisir pantai timur Surabaya, jadi bisa dibayangin panasnya.
3.       Jangan kesana saat puasa. MashaAllah kakak, untung Luigi enggak ikutan puasa. Haha. Jalan kaki jauh, panas menyengat pula, huhu.
4.       Memakai baju lengan panjang
5.       Pakailah Sunblock
6.       Bawalah Payung
7.       Pakaikan topi untuk anak
8.       Bawakan anak bekal minum air putih atau susu
9.       Bawakan bekal makanan ringan (cemilan si kecil) dan makanan berat agar bisa makan sewaktu-waktu bisa mengisi “bensin tubuh” dan menghemat



Sekian perjalanan Luigi (27 bulan) ke Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Semoga menjadi salah satu pengalaman berkesan buatnya. Dan menjadi informasi yang bermanfaat buat pembaca blog ini :)

Mangrove Wonorejo Surabaya
Jalan raya Wonorejo, Rungkut
Buka : setiap hari
Jam : 08.00 WIB s/d 16.00 WIB
Biaya masuk gratis :p



Referensi :
Booklet Jenis-Jenis Tanaman Mangrove Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya)

18 komentar:

  1. Stimulasi yang keren untuk anak, langsung datang ke alam dan gratis pula

    BalasHapus
  2. Waaaah ... kereeen. Seger yo, Mak.
    Aku malah belum pernah kesitu, ibuku aja yang pernah. Nanti kalo pas pulang ke Surabaya inshaAllah main ah ke mangrove

    BalasHapus
  3. Mengajak anak wisata alam memang menyenangkan y mbak, daripada anak ketagihan main gadget

    BalasHapus
  4. Ya ampuuun kayak dimana ya Mbak... Keren tempatnya.Jadi mupeng saya naik perahu dan berwisata mangrove gitu. .Stimulasi yang bagus untuk anak ini..

    BalasHapus
  5. Whuaa iyayah gak kebayang kalo pas puasa. Tapi tempatnya seru banget ya buat liburan sama anak.

    BalasHapus
  6. Wisata Luigi selalu edukatif gini ya. Emaknya komitmen banget buat HSin Luigi, puasa dam panas masih semangat

    BalasHapus
  7. Asyik yaah. Anak² bisa lari-larian bebas. Tapi awas nyamuk juga yah...Perlu digosok minyak tawon atau repelent dulu sebelum berangkat...

    BalasHapus
  8. Mba Septi mah jawara kalau urusan pendidikan anak. Salut mba... keep it up!

    BalasHapus
  9. Aaaah..tempat wisata yang oke sekaligus mendidik yaaa mbaaa

    BalasHapus
  10. Saluut mbak..memang seperti ini seharusnya menstimulasi anak ya, back to nature dan banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  11. Keren ekowisatanya. Benar2 menyatu dengan alam ��

    BalasHapus
  12. keren banget tempatnya mbak, cara paling tepat mengenalkan anak pada alam ya

    BalasHapus
  13. Aku pernah ke Mangrove Wonorejo di siang hari yang terik.
    Waktu itu, belum sebagus sekarang kayanya...sekitar 2 tahunan yang lalu...

    Ada ular piton bessaar bukan pas sebelum naik kapalnya...?
    Merinding disko yaa...asal ngelongok ke air.
    Eaa...berasa lagi syuting film Anaconda.

    BalasHapus
  14. Cantik objeknya buat foto foto. Jembatan kayu eksotik sekali dan makanan murah 18.000

    BalasHapus
  15. Belajar fi ekowisata mengajarkan anak agar lebih mencintai dan menghargai alam..

    BalasHapus
  16. Ngomong ngomong ngetik dimalam hari, kalau aku kesalnya karena sinyal internet nya bapuk mba hehehe. Btw aku juga ingin mengenalkan anakku ke alam alam begini nanti kalau sudah besaran

    BalasHapus
  17. Ini tempat kenangan dan wajib dikunjungin kalau ke Sby. Soalnya abis resepsi nikah, aku ma suami diculik tmn2 buat bikin post wedding di sana hehe :D
    Skrng kyknya lbh adem ya mbak :D

    BalasHapus
  18. Aku selalu seneng kalau main ke mangrove gini, terakhir aku ke Semarang tapi gak banyak foto karena pada waktu itu lagi pada pengunjung

    BalasHapus