Senin, 26 Februari 2018

Bermain dan Belajar di Kidzooona



Sabtu, 24 Februari kemarin adalah hari yang bikin bingung. Karena saya harus pulang ke Gresik, sementara besok paginya balik lagi ke Surabaya. Sehingga, membawa Luigi atau tidak ke Gresik adalah  keputusan pelik *tsaaaaealah*. Iya sih, kami ke Gresik bakalan naik taxi online. Tapi, kalau paginya sudah balik lagi, apa dia tidak capek di jalan. Akhirnya saya ada ide lewat selintas. Luigi tidak saya bawa serta ke Gresik, namun sebelum pulang, saya mau quality time sama dia. 



Yes, pilihan jatuh pada nge-mall, haha. Maunya sih jalan-jalan ke taman, tapi cuaca siang Surabaya sedang tidak bersahabat. Gerimis manja menyelimuti awan dilangit. Akhirnya kami ke Plaza Tunjungan. Yeyeye, mama senang. Sudah lama enggak nge-mall. 

1 komentar:
Kamis, 22 Februari 2018

30 Aktivitas Practical Life Skill Montessori untuk Luigi



Practical life skill atau area keterampilan hidup adalah area perkembangan pertama yang dikenalkan anak pada metode Montessori. Practical life adalah kegiatan praktis yang dilakukan oleh orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak secara alamiah ingin kegiatan yang bermakna layaknya yang dilakukan oleh orang dewasa. Mereka juga ingin “bekerja” seperti layaknya orang dewasa. Karena mereka ingin melakukan hal yang bermakna.


Area ini dikenalkan pertama kali pada metode Montessori karena erat kaitannya dengan area perkembangannya lainnya. Misalnya dalam area bahasa, anak butuh menulis. Kemampuan menulis pasti membutuhkan otot jari yang kuat.  Sehingga melatihnya adalah dengan kegiatan menyendok dan menuang.

Meski nampak sederhana, namun semua aktifitas practical life pada intinya bermanfaat untuk mengembangkan fokus dan konsentrasi, koordinasi anggota tubuh, kemandirian dan keteraturan.

Mengapa didalam judul saya tuliskan "untuk Luigi"? Alasannya karena saya sudah melakukan kegiatan ini dengan anak saya, yang saat itu usianya belum genap dua tahun. Dibuku Montessori di Rumah karya Elvina Lim Kusumo, area ini dimulai untuk anak usia tiga hingga empat tahun.

Kenapa Luigi sudah diberikan permainan ini, padahal belum dua tahun? Bukankah idealnya dilakukan saat tiga tahun. Area keterampilan hidup pertama kali saya kenalkan pada saat Luigi 17 bulan. Saya sependapat dengan Lessey Britton, founder London Montessori Centre dibukunya Play and Learn bahwa permainan memang dikelompokkan berdasarkan usia meskipun tidak ketat karena perkembangan setiap individu berbeda-beda. Anda adalah orang terbaik untuk menentukan apakah anak siap dan bisa memainkan sesuatu kegiatan.

2 komentar:
Rabu, 21 Februari 2018

Curhatan Hari Ini

Tulisan "aktivitas sensory play" di tulisan ini (KLIK) jadi draft lagi, jadi broken link, saat coba aku "publikasikan" lagi, semua komentar yang jumlahnya 20an ilang 😵
Ilang dalam sekejab. Mgkn krn disetting G+ bukan url.

Trus mikir lagi, kenapa nyeselnya kebangetan sih ketika seperti "ngulang"? Apa karena di tulisan itu semua komen nadanya pujian? Apa kalo gak ada yg muji gk bakalan nulis lagi? Aku pikir lamaaaa tadi sembari nunggu giliran ujian micro teaching tilawati.

Iya aku ingat komen seseorang, anaknya jalannya jinjit maka harus terapi dan harus dibiasakan jalan dirumput, jg seseorang yg dari kecil takut rumput. Nunjukin betapa pentingnya tulisan aku. Belum lagi yang bilang aku keren lah, luar biasalah, apalah.

Lalu aku ingat2 dlu pertama kali bikin blog. Simple, ingin menulis. Bahkan mgkn dlu gk ada orang yang baca. Trus inget2 lagi knapa nulis sensory play. Mau kasih kado yg diingat sama Luigi. Apa ya? Nemu ide tulisan kegiatan kami, yg kedepan jd beberapa bagian salah satunya sensory play. Lalu ketika gk ada komen pujian bakalan berhenti nulis? Tentu aku jawab lantang, aku akan terus menulis. Bahkan ketika gk ada yg baca. Sebagai catatan pijakan kaki.

Intinya temani Luigi selama masih ada kesempatan. Entah dilihat orang atau tidak. Kita akan tetap bermain. Berkegiatan bersama dengan waktu yg sempit.

Kupikir aku hidup aja sesuai diri, bukan sesuai yg orang lihat dan bilang. Fokus tujuan, bukan karena pujian.


Ditulis seadanya di hape -.-
1 komentar:
Senin, 19 Februari 2018

Indahnya Masa Kecilku



Ada yang bilang masa kecil adalah masa yang paling indah. Masa dimana ujian terberat hidup adalah PR matematika. Wah jika bercerita tentang masa kecil, ada banyak pengalaman mendalam yang ada dihatiku. Selalu ada yang menarik dan tidak akan pernah aku lupakan. Masa kecil yang kumaksud disini adalah sejak TK usia lima tahun sampai kelas enam SD usia dua belas tahun. Sejak kecil aku senang berbicara dan bernyanyi didepan kaca. Juga mengajar layaknya guru dengan murid para bonekaku. Dan aku melakukan hobby itu semua di kamar sempitku. Di sebuah kaca lemari pakaian berbahan kayu yang sudah tua nan lapuk. Dulu aku sering dibandingkan dengan kakakku yang pendiam. Sedangkan aku laiknya bola bekel yang suka petakilan kesana kemari. 

Tontonan faforitku sejak kecil adalah acara Tralala Trilili dan acara yang dibawakan oleh Dhea Ananda. Aku suka musik dan menghafalkan semua lirik lagu anak seperti Maissy Pramaisshela, Trio Kwek-Kwek, Saskia Geovani, Chiquita Meidy dan lainnya. Didukung Ibuku, usia lima tahun aku berani tampil menyanyi di acara ulang tahun temanku bernama Sarah. 

Septi kecil nyanyi di ulang tahun teman
2 komentar:
Jumat, 16 Februari 2018

23 Aktivitas Sensory Play bersama Luigi 12-23 bulan



Prolog :
Menuju ulang tahun Luigi, saya ingin menghadiahkan tulisan berbagai aktivitas yang telah kami lakukan bersama. Mungkin Luigi lupa ketika membacanya saat sudah besar nanti. Namun saya yakin, ia akan mengingat perasaan merasa dicintai dan dihargai oleh Ayah dan Mamanya. Dan dengan tulisan ini ia akan tau, bahwa banyak waktu yang kami usahakan untuknya ditengah kesibukan pekerjaan kami diluar rumah. Saya sertakan foto dan manfaat apa yang diperoleh anak ketika bermain hal dibawah ini. Semoga yang membaca pun akan mendapat manfaat dari kegiatan saya bersama Luigi.
Kedepan tulisan ini akan saya bagi menjadi permainan sensori, practical life montessori, koordinasi, kesenian, bahasa, bermain di luar rumah dan alat transportasi.

 -------


Sensory play berasal dari kata sense dan play. Kata sense lebih sering diartikan sebagai 5 panca indera yakni penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), perabaan (kulit) dan perasa / pengecapan (lidah) serta ditambah dengan pergerakan (proprioseptif : otot dan sendi) serta keseimbangan (vestibular : telinga bagian dalam). Sedangkan kata play memiliki arti bermain. (seraphinaeducationcorner.com).

1 komentar:
Rabu, 07 Februari 2018

Manfaat Permainan Finger Painting Untuk Anak Usia Dini

Sehari setelah kepala Luigi bocor karena jatuh dari sepedanya, Luigi tetep ada agenda bermain bersama saya. Dua puluh tujuh Januari yang panas,  Luigi saya bawa ke tempat Creativity Class di Surabaya. Tujuannya adalah bermain finger painting. Jujur saja, selama ini agenda main dengan cat air selalu saya skip. Entar aja deh. Kenapa? Karena mama Lui bayanginnya udah ribet. Haha.  *emakmales



Padahal menurut agenda bermain saya, Lui harus main ini sebelum 2 tahun.  Saya memahami bahwa 1000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kemampuan Luigi esok. Saya gak mau sia-siakan, mumpung kurang sebulan masa krusial itu berakhir. Dimana perkembangan otaknya sudah mencapai 80% dari otak dewasa.

8 komentar: