Kembali Cetak Prestasi, Luigi Raih Medali Perak Pada Ajang Junior Rapid Chess Championship 2024

 

Turnamen catur bertajuk Junior Rapid Chess Championship 2024 sukses digelar oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Surabaya dan Garam Cap Kapal di BG Junction Mall, Jalan Bubutan Surabaya.

 

Seperti event sebelumnya di East Java Junior Chess Championship 2023, turnamen ini diikuti oleh atlet catur junior seluruh Jawa Timur dengan mempertemukan atlet yang sama usianya. Namun kali ini hanya ada kelompok usia 6 Putra Putri hingga 12 tahun Putra Putri. 



Aku melihat data chessresult, Junior Rapid Chess Championship 2024 diikuti oleh ratusan atlet. Peserta hari Sabtu (11/5/2024) ada 103 peserta sementara Minggu (19/5/2024) ada 164 peserta. Totalnya 267 peserta yang memperebutkan juara. Luigi ikut serta pada kelompok U8 PUTRA.

 

Garam Cap Kapal juga memberikan fasilitas dalam penyelenggaraannya karena atlet hanya membawa jam catur saja, karena papan dan buah catur sudah disediakan.

 

Sekretaris Percasi Surabaya, Hesnud Daulah mengatakan pada sambutannya bahwa Junior Rapid Chess Championship 2024 adalah tempat belajar untuk para atlet junior. Beliau menekankan sambutannya untuk peserta bahwa jangan hanya berpikir menang dan kalah. 


“Yang terpenting adalah belajar. Jika kalah adalah proses belajar, jika menang adalah rezeki” ucap Hesnud lantang.

 

Sebelum Pertandingan

“Yakin? Luigi tetap diikutkan turnamen catur?” tanya Bapak di suatu sore. Sebagai Mbah alias Kakeknya, wajar saja Bapak agak mengernyitkan dahi ketika Luigi tetap bakalan datang lomba. “Arek loro, opo yo kudu dipekso skak?” lanjut Bapak. (anak sakit apa ya harus dipaksa main catur?)

 

Kalimat Bapak bukan tanpa alasan. Sebuah kekhawatiran mendalam pada putune. Sejak pulang dari turnamen catur Jombang, badan Luigi mulai hangat. Senin malam (6/5) ia masih latihan catur di warung kopi.

 

Paginya (7/5) Luigi tidak masuk sekolah karena suhu tubuhnya mulai 38 derajat dan ia mulai menggigil. Karena kondisi tidak makin membaik, Rabu (8/5) Luigi masih bolos, termasuk absen mengaji dan les bahasa Inggris. Suhu tubuh Luigi naik turun, panas dingin. Ia benar-benar istirahat di rumah.

 

Kamis pagi Ibuk telpon menanyakan kabar Luigi. Beliau menyarankan agar Luigi dirawat di Surabaya saja. Akhirnya tanpa pikir lama, jam 10 pagi taxi daring melaju cepat membawa kami berdua ke Surabaya. Secara kebetulan pada 9 Mei bertepatan dengan ulang tahun sepupunya, Davin ke 14 tahun. Jadi Luigi bisa merayakan ultah kakaknya, berdua.

 

Sepanjang hari di Surabaya, Luigi terlihat sehat. Namun siapa sangka, malamnya ia menggigil lagi. Jumat (10/4) setelah Shubuh, Ibuk menyuruhku untuk membawa Luigi ke dokter anak. Jam 5 pagi aku mengeluarkan motor Bapak, untuk ambil nomor antrian di tempat praktek dr. Syamsul Arief, Sp. A (K), MARS (Supspesialis Gastrohepatologi).

 

Surabaya pagi itu sangat dingin, namun tak menyurutkan langkahku. Mulut terus merapalkan doa, semoga dokter buka, karena ini hari kecepit. Alhamdulillah, pintu gerbangnya di buka dan Luigi mendapat nomor antrian ketiga. Segera aku kembali ke rumah dan akan balik lagi beserta Luigi pada jam 7 pagi. 

 

Kata dokter, Luigi mengalami radang. Dokter meresepkan antibiotik, obat batuk pilek dalam bentuk kapsul dan juga obat penurun panas. Sepanjang sore Luigi tidur nyenyak. Semoga dengan ikhtiar ini, Luigi bisa lekas sehat karena besok Luigi turnamen catur tingkat Jawa Timur.

 

Itulah kenapa, Bapak sekali lagi menanyakan hal di atas. Apakah dengan kondisi Luigi yang masih belum fit tetap dihadirkan pada lomba catur.




Kedinginan di Tengah Pertandingan

Dengan kondisi kurang fit, Luigi harus tetap bertahan hingga babak akhir. Kepiawaian Luigi menguasai fase pembukaan, permainan tengah (middle game), dan permainan akhir (and game) di uji pada saat itu. Pada babak pertama berjalan mulus dengan kemenangan. Hal ini semakin membuatnya percaya diri.

 

Namun di babak kedua, ia sudah bertemu dengan rekan satu klub. Sebelumnya Luigi juga pernah kalah dengan Zulfan. Benar saja, kali ini Luigi harus mengakui keunggulan Zulfan. Setelah itu ia diajak Ayahnya ishoma di masjid mall. Di sana Luigi menyempatkan tidur sebentar.

 

Babak ketiga berlangsung alot, karena hanya Luigi dan lawannya saja yang tersisa di meja pertandingan. Yang lain sudah selesai membereskan papan catur mereka. Karena itu, meja Luigi ditemani oleh salah satu wasit. 


Aku yang memperhatikan dari jauh ikut deg degan. Kalaupun kalah gpp, emang lagi sakit. Ternyata Luigi berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan di babak 3.

 

Setelah itu, kemenangan demi kemenangan direngkuhnya hingga babak akhir. Dari 5 babak, Luigi berhasil meraup 4 poin dari 4 kali menang dan 1 kalah dari 5 babak.  




Babak 1 Luigi (putih) melawan Orland Ansel asal SD SPINS Interactional School hasil 1-0 (menang)

Babak 2 Luigi (hitam) melawan Zulfani asal SD Negeri 12 Gresik hasil 0-1 (kalah)

Babak 3 Luigi (putih) melawan M. Bahrul Asror asal MIN 1 Jombang hasil 1-0 (menang)

Babak 4 Luigi (hitam) melawan Usman Danish asal Tulungagung hasil 1-0 (menang)

Babak 5 Luigi (putih) melawan Naufal Arsyad asal MIS Hidayatullah Blitar 1-0 (menang)

 

Dibalik kemenangan yang diraih, Luigi harus menahan rasa kedinginan dan batuk. Hanya jaket Ayah yang bisa dipakai untuk mengurangi kesakitan itu. Juga obat batuk instan. 


Setelah babak 5 selesai, barulah Luigi aku kasih puyer racikan dari dokter. Ia juga melahap bekal yang aku siapkan, mie goreng, sosis, telur dan nasi. Beberapa potong pempek Farina pun masuk ke lambungnya untuk menambah kekuatan.

 

Luigi juga diberi motivasi oleh salah satu pelatihnya yang juga ikut mendampingi, Pak Boim. Awalnya Pak Boim sempat mengintip permainan Luigi pada babak tertentu dan mengatakan, wah Luigi kalah nih. 


Beliau mewajari karena memang Luigi dalam kondisi sakit. Makanya kaget saat Luigi lari menuju tempat tunggu dengan teriak “aku menaaaang”. MashaAllah, hanya karena Allah saja semua ini bisa terjadi.


Pak Boim yang ikut menemani atlet


Luigi Kembali Raih Medali Perak

Hingga akhirnya chessresult di update oleh panitia dan Luigi berada di posisi peringkat 2 kategori U8 Putra. Allahuakbar. Medali perak didapat lagi dari ajang catur bergengsi tingkat Jawa Timur, Junior Rapid Chess Championship 2024.

 

Namun terbersit rasa sedih melihat lawan yang dikalahkan Luigi pada babak terakhir akhirnya melorot peringkat 7. Padahal hanya ada 6 juara yang diambil. Aku segera menuju Barby's Bakery, membeli sedikit camilan. Aku suruh Luigi menuju tempat duduk rekannya itu untuk memberikannya. Semoga ia bisa tersenyum lagi. Terima kasih ya le, udah main catur sama Luigi sore itu.




Kami pun masih duduk di kursi yang disediakan panitia untuk orangtua. Meski agak menggigil, kulihat Luigi sumringah menunggu pembagian medali.

 

Tak lupa aku mengambil posisi paling presisi untuk mengambil gambar anakku. Entah berapa puluh jepretan yang aku ambil. Tiba giliran Luigi ingin aku foto sendiri di panggung, ia mengamuk. Luigi benar-benar tidak mau difoto. Padahal foto ini buat setoran untuk sekolah maupun pelatih. Yaudahlah, seadanya bentuk mimik Luigi aja. Hehe 😅. Turnamen kali ini ditutup dengan makan es krim dekat eskalator.






peraih medali emas, perak, dan perunggu pada Junior Rapid Chess Championship 2024


Sungguh, turnamen catur kali ini benar-benar mengajarkan kesabaran untuk Luigi. Bertahan sampai waktu benar-benar kritis untuk menyelesaikan pertandingan. Medali perak yang didapat Luigi adalah hasil dari perjuangannya.

 

Pada Minggu (19/5) atas saran pelatih, Luigi kembali menantang diri dengan mengikuti kategori U10 Putra. Pengalaman ini akan semakin menambah jam terbangnya menghadapi segala kesulitan dalam catur.

 

Terima kasih kepada Percasi Surabaya, sponsor Garam Cap Kapal, BG Junction Mall Surabaya, panitia, wali atlet dan juga sesama atlet catur junior yang ikut memeriahkan Junior Rapid Chess Championship 2024. Terima kasih juga kepada para pelatih Luigi, terima kasih atas kesabarannya. Semoga dengan medali perak yang didapat, menjadi pelecut Luigi untuk giat berlatih.  








 

Luigi hanya mau difoto di tembok 😆

Tidak ada komentar