Instagram Live Bareng Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN)

 

Pandemi telah mengubah pola interaksi manusia. Akselerasi teknologi informasi telah memangkas jarak. Sehingga selama masa di rumah aja, saya telah mencecap banyak gelaran webinar mulai tema parenting hingga blogging. Instagram Live menjadi cara baru untuk belajar pada era kenormalan baru selain Zoom meeting dan google meet.

 

Terseret pada ruang virtual lebih dalam, saya merasa “cukup seru juga ya” terhubung virtual dengan banyak teman se-Indonesia.

 

Hingga tibalah komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) mengajak saya menjadi “tamu” di Instagram Live #SelasaBlog bertema Tips Sukses Bloger Pemula. IIDN adalah komunitas penulis perempuan terbesar di Indonesia dengan anggota di facebook puluhan ribu.




Adalah mba Alfa Kurnia, pengurus IIDN yang menghubungi saya sore hari. Terakhir saya bertemu muka dengan Ibu dua anak ini saat sama-sama liputan bloger untuk perusahaan properti di Surabaya. Tanpa pikir panjang, tentu saja saya menolak. Rasanya berat sekali menyandang kata “sukses” untuk bloger seperti saya yang masih banyak “nggak tahu” ini -.-

 

Saya diyakinkan kembali oleh divisi blog IIDN bahwa tujuan sharing IG live awal tahun 2021 adalah untuk memotivasi para bloger pemula. Iya, targetnya untuk yang baru memulai menjadi narablog.

 

Saya berpikir lagi. IIDN menjadi bagian dari perjalanan ngeblog saya, bahkan dalam meraih prestasi. Sepanjang tahun 2020 saya telah memenangkan 3 lomba yang diselenggarakan oleh komunitas yang diketuai mbak Widyanti Yuliandari ini. Terakhir, karena memenangkan lomba IIDN yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya berkesempatan menjadi penulis buku negeri kayangan bersama para ahli Dieng dan para penulis kenamaan.


ketua IIDN woro-woro di grup :) makasih mba, atas kepercayaannya :)


Saya merenung, berbagi tak harus menunggu sempurna. Yang harus adalah shalat : ). Hingga akhirnya memutuskan menerima ajakan mba Alfa. Saya tahu ilmu saya masih sedikit dalam blogging, namun esensi blog adalah menulis. Maka semangat itu yang ingin saya bawa, yakni mengajak semua penonton untuk terus menulis. Menulis yang bermanfaat tentunya, dan medianya menggunakan blog.

 

Awalnya saya ingin ngobrol mengalir saja selama IG Live. Namun saya lupa, bahwa ini bukan bincang-bincang virtual semata seperti reuni menunaikan rindu karena terlalu lama tak bertemu.

 

Ini adalah berbagi “sedikit” tentang blogging. Maka saya meminta pada mba Alfa untuk memberi gambaran pada saya tentang pertanyaan yang akan diajukan, sehingga saya bisa menyiapkan jawaban yang “nggak ngawur” dan nggak “ngalor ngidul”.

 

Semalaman sebelum gelaran IG Live itu saya tidak bisa nyenyak dalam tidur. Hal ini karena saya mendapat respon yang positif dari banyak teman, semenjak saya membagi poster acara melalui feed Instagram pribadi @akuanggraenisepti. Saya menerima beberapa komentar, Direct Message (DM), atau pesan whatsapp yang mendoakan, bahkan menyatakan ingin ikut menyimak seperti bloger simbok mba Julia Pasca, mbak Indri, mbak Tatiek, sapa lagi ya, lupa :p (kelamaan nulis curhatnya ini). Saya balas pesan mereka untuk tidak boleh ikutan karena ini untuk pemula. (jahat banget yak aku pakai larang-larang orang pula -.-)


poster ini dipasang di WA adek kelas aku jaman sekolah,
aku juga ngintip story serupa di WA mba Dian Kusumawardani :))


 

pak guru dan blogger yang sering menang lomba - Pak Padil -,
share di salah satu grup blogging,
makasih Pak udah nonton dan kasih pertanyaan juga :)


Sungguh saya tak ingin mereka semua menontonnya, saya malu, juga tidak percaya diri. Siapa sih saya ini, hingga mereka mau menyimak obrolan bersama saya. Mereka lebih keren ilmu ngeblognya daripada saya ini. Hiks -.-

 

Namun saya kembali lagi bahwa niat saya hanya ingin memberi semangat menulis pada bloger pemula. Makanya karena sedikit “tertekan” akibat respon yang baik, saya bangun jam 3 malam untuk menyiapkan kira-kira apa saja yang ingin saya sampaikan. Paginya saya latihan bicara. Tentunya saya sesuaikan dengan tujuan penyelenggara.

 

Mengingat acaranya malam, rumah tidak terlalu terang, maka saya juga membeli ring light baru hanya untuk Instagram Live ini, supaya wajah saya bisa terlihat jelas oleh penonton (alias agar muka tidak awut-awutan :p)


selfie dulu sebelum mulai siaran langsung :p


Saya bekerja sama dengan suami untuk bisa menemani Luigi bermain selama IG Live. Luigi sungguh kepo kenapa ruang bermainnya disulap dengan adanya meja kecil, laptop dan makin terang karena ring light (iya saya pinjam ruangan dia).

 

Saya pun memberi arahan (briefing) untuk tidak masuk ruang bermain selama saya “bekerja”. Sebelumnya saya ijinkan Luigi naik tangga brakiasinya. Tangga yang jadi latar selama saya siaran langsung.

 

Untunglah dia mau mengerti dan tidak terlalu kepo dengan alat-alat yang ada. Karena sebelum streaming, saya juga perbolehkan Luigi untuk eksplorasi ring light baru agar tuntas rasa ingin tahunya.

 

Hingga akhirnya pada 2 Februari 2021, saya bertemu dengan banyak teman dalam gelaran IG Live IIDN. Tepat jam 19.00 WIB mba Alfa memanggil saya di instagram, dan terjadilah obrolan siaran langsung sesuai tema. Saya tidak ingin banyak yang nonton, ditonton 5 orang saja bagi saya sudah cukup. Rasa tak percaya diri terus menggerus pikiran. Untuk mengatasi hal tersebut, saya ingat kembali pengalaman sukses bicara depan umum. Itulah yang jadi kekuatan saya. “Bukankah dulu aku juga mengajar?” gumam saya.


hasil screenshoot dari IG Story mba Widyanti, 35 orang :D


Hingga tidak menyangka ada sekitar 35 orang (yang ter- screenshot) ikut bergabung menyimak IG Live komunitas IIDN yang diwakili mba Alfa Kurnia bersama saya. Selain sesama rekan bloger, banyak teman-teman baru dan sahabat lama saya juga yang ikut bergabung, ada ketua kelas saya jaman SMK, teman kuliah, juga teman dunia Instagraman juga.


abaikan background tangga brakiasi anakku ya


Beberapa dari mereka lumayan aktif dengan memberi pertanyaan, memberi komentar (yang cepat sekali jalannya), juga memencet tombol love di pojok kanan. Sehingga ada pertanyaan yang disiapkan mba Alfa belum sempat tersampaikan. Saya fokus jawab pertanyaan dari audiens.

 

Saya sangat terharu atas itu semua. Ini adalah IG Live pertama saya sepanjang pandemi dan selama hidup saya. Terima kasih yang sempat dengerin ocehan saya, baik yang sebentar maupun yang setia sampai acara berakhir.

 

Semua berjalan tanpa kendala, bahkan wifi di rumah juga tidak ngadat satu detik pun. Semua tentu tak lepas dari “campur tangan” Allah sehingga lancar tanpa hambatan. Alhamdulillah mencecap indahnya interaksi melalui bincang-bincang virtual ini. Meski menatap layar namun semua terasa dekat.


hasil kiriman Anggun, penyiar radio hits yang ikutan nonton :)


mba Tri Pohon Tomat bloger idolaku bergabung :)


Yang saya sampaikan selama durasi 1 jam tersebut diantaranya sharing mengenai kapan mulai ngeblog, kenapa ngeblog, apa manfaat ngeblog, tahapan ngeblog, ide bahan menulis, saran untuk bloger pemula, membuat konten yang menarik, peluang blogging, cara konsisten menulis, rekomendasi buku, dan lainnya. Selengkapnya ada di web IIDN ini ya (klik aja)

 

Ternyata banyak teman yang memberi respon baik pada penyelenggaraan Instagram Live ini. Katanya saya bawaannya hepi, asyik dan rame. 


Aduh, padahal saya ini pendiam, kenapa keluarnya jadi begitu ya :p HAHA. Semoga kalian percaya kalau saya pendiam, tidak sombong dan rajin menabung :p


beberapa kesan yang sempat tersimpan :)


makasih ya kalian :)) 


Saya juga mendapat respon positif dari mba Alfa Kurnia, moderator yang sabar dan tidak pernah memotong ocehan saya. Juga mendapat ucapan terima kasih melalui pesan pribadi dari sang ketua komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, mba Widyanti Yuliandari.

 

Setelah selesai, akun instagram IIDN menyimpan hasil siaran langsung saya tersebut. Saya lihat lagi, saya amati kata-katanya. Menurut saya memang banyak evaluasi, kadang saya juga lupa mau menjawab apa dengan kata yang tepat. Namun akhirnya saya berani memulai dan mengakhirinya dengan indah.

 

Terakhir, saya mengatakan bahwa esensi ngeblog adalah menulis, kita nggak tahu tulisan tersebut muaranya kemana. Setiap tulisan ada rezekinya, jadi terus saja menulis. Rezeki yang paling keren adalah ketika ada pembaca tak dikenal yang DM atau WA dan mengucapkan terima kasih atas tulisan kita. Itu sungguh nyes di hati. Saya berkali-kali mengalaminya :’)


wajah aku kinclong ya :p berkat ring light baru wkwk 


Ah, ternyata dalam “penjara” pandemi, tak membelenggu kita semua untuk berdiam diri. Ketika kontak fisik dihindari, kita masih memiliki celah untuk saling terhubung. Salah satunya melalui gelaran Instagram Live. Saya sendiri bangga bisa menantang diri untuk sharing mengenai dunia blog mengawali bulan kedua ini. Semoga yang sedikit tetap ada manfaatnya ya. Amin.

 

***

 

Kalian sudah mengikuti berapa webinar pada masa pandemi, atau jangan-jangan sudah “mabok” zoom meeting dan Instagram Live? Tema bincang-bincang virtual apa sih yang kalian suka? Yuk berbagi di kolom komentar.

13 komentar

  1. Salfok sama mbak Septi yang cantik. Udah cantik, pinter, dan baik hatinya mau berbagi.

    *Penggemar gelap

    BalasHapus
  2. Masya Allah, Mba. Meskipun nonton siaran ulangnya tapi aku merasa dapat semangat menulis dari ibrolan Mba Septi dan mba Alfa kemarin. Betul kata Mba, yang penting terus menulis, menulis yang bermanfaat bagi banyak orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Ebook, sudah nonton, malu aku sebenernya :D Semoga mba Riska sehat sekeluarga ya mba :)

      Hapus
  3. aku blogger pemula mbak..sayang nggak bisa ikutan acara live IG nya karena ketidaktahuan. Karena bukan anggota IIDN. Gimana sih cara gabungnya? Bolehkah gabung? biar nambah teman dan bisa belajar dari para senior. Makasih

    BalasHapus
  4. Sayang sekali aku ga bisa lihat live ig nya. Pasti banyak ilmu nih, maklum blogger pemula.

    BalasHapus
  5. Ya Allah, Mbak... Saya seperti baru dapat suntikan semangat setelah baca dan nonton live IG. TERIMA KASIH mbak, saya jadi pingin lebih sering nulis di blog

    BalasHapus
  6. Mb Septi keren. Buat bloger pemula kalau nonton pasti jadi semangat ngeblog deh. Narsumnya ceria gitu. Lah, kalau mb Septi pendiam, aku apa dong...jauh-jauh lebih diem lagi...hihi...

    BalasHapus
  7. Waah, sayang sekali saya terlewat melihat acara instagram live-nya. Pasti acaranya seru sekali ya, Mbak.
    Sukses terus buat Mbak Septi, semoga bisa terus berbagi dan menginspirasi ya...

    BalasHapus
  8. Mama Lui... Keren, cantik dan simpatik! Happy for your achievement ya mba Septi... Maapkeun aku gabisa gabung kemarin. Aku nek malem agak susah waktunya. Semoga next ada kesempatan lain aku bisa ikutan nonton dirimu yang kece 😍.

    Pokoke sukses terus dan selalu berbagi yaa..

    BalasHapus
  9. Wah sayang terlewatkan, saya sebagai pemula masih perlu banyak belajar. Sekilas baca sepertinya seru nih, suasananya ceria dan menyenangkan pastinya ya

    BalasHapus
  10. Mbak Septi keren bingit, aku terlewat nih acara serunya. Lama nggak mantengin status mbak wid, jadi kelewat. Sukses terus ya mbak.

    BalasHapus
  11. Sebagai pemula emang pada dasarnya harus banyak bertanya dan salah satu nya ikut serta Instagram Live dengan tema *Tips Sukses Blogger Pemula* yang menurutku sayang kalau dilewatkan, sukses mba.

    BalasHapus