Mudahnya Membayar PBB di UPTB Pelayanan Pajak Daerah Surabaya


“Tia, tetangga kita Mbah Sutiyah ingin bayar PBB tapi enggak bisa berangkat sendiri.
Minta tolong kamu kerumahnya, minta surat pemberitahuan PBB dan uangnya, lalu bayarkan ya.
Bapak sedang di kantor, banyak pekerjaan
“PBB Bapak sendiri sudah dibayar sejak awal Maret sedangkan punya Mbah Sutiyah belum, kata beliau keburu jatuh tempo”.
Begitulah percakapan bersama Bapak saya melalui telpon genggam. Sebagai ketua RT, Bapaklah yang membagi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke semua warganya. Termasuk kepada Mbah Sutiyah. PBB adalah pungutan atas tanah dan bangunan yang dimiliki warga.

Mbah Sutiyah adalah salah satu warga Bapak yang sudah tua. Diusianya yang 70 tahun, beliau tinggal seorang diri di rumah. Sehari-hari memanfaatkan uang pensiun mendiang suaminya untuk memenuhi kebutuhan. Perempuan yang sering mengeluh sakit kepala ini meminta tolong Bapak untuk membayarkan PBBnya karena tidak bisa membayar sendiri.

Setelah merenung sebentar, akhirnya saya memberanikan diri membantu lansia ini. Bukan karena saya anaknya Pak RT, akhirnya mau menjadi perantara beliau membayar PBB. Saya hanya melihat seorang tua yang anak-anaknya jauh dan ingin disiplin membayar pajak, namun terhalang karena sudah rapuh raganya.

Sejujurnya muncul kekhawatiran mengiyakan permintaan Bapak. Kemana saya harus membayar PBB? Ini pertama kali saya membayar PBB. Muncul dalam benak saya, apakah persyaratannya rumit, apakah membawa banyak berkas, atau mengantri panjang?

Akhirnya saya mencari tahu di internet, dimana dan bagaimana teknis membayar PBB. Saya menemukan web Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya di https://bpkpd.surabaya.go.id/ .Di web disebutkan tempat pembayaran PBB, diantaranya :
1.       Bank Jatim
2.       Bank Mandiri
3.       Bank BNI
4.       Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 1, Jalan Tambak Rejo V/3
5.       Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 2, Jalan Rungkut Asri Timur XVIII/2
6.       Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 3, Jalan Menganti Wiyung 247
7.       Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 4, Jalan Dukuh Kupang Barat I/25
8.       Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 5, Jalan Sukodami 1
9.       Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD), Jalan Jimerto 25-27
Ternyata dari pemerintah kota Surabaya menyediakan banyak saluran untuk membayar PBB sehingga lebih mudah.


Pengalaman Pertama Membayar PBB di UPTB Pelayanan Pajak Daerah 4
Akhirnya saya memilih membayar melalui UPTB 4 yang terletak di Jalan Dukuh Kupang Barat karena lebih dekat dari rumah. Menggunakan ojek daring, saya diantar ke tujuan hanya 15 menit. Tiba disana jam menunjukkan pukul 14.25. Saya bilang ke petugas laki-laki di dekat pintu masuk, bahwa saya ingin membayar PBB. Petugas menjawab dengan sangat ramah “kurang 5 menit loket sudah tutup mbak, tapi masih bisa kok, silahkan ke loket warna merah itu ya”. Saya bergegas menuju loket yang dimaksud.

Teller meminta SPPTnya dan saya menunggu tidak sampai 1 menit, “Ibu Sutiyah PBBnya seratus dua puluh enam ribu, dua ratus enam puluh empat” katanya. Saya sodorkan selembar uang seratus ribuan dan lima puluh ribuan ke teller. Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) PBB diberikan bersama uang kembalian dengan senyum ramah.

Kesan Pelayanan Pembayaran PBB
Meski menempuh waktu yang sebentar menuju kantor UPTB 4, namun cuaca Surabaya yang panas membuat saya gobyos. Tetapi sesampainya disana, terasa sejuk karena ruangannya dilengkapi AC. Berjejeran pula deretan tempat duduk, dan ruangannya bersih.

Saya baru tahu bahwa pelayanan loket hari Jumat adalah hingga pukul 14.30. Ketika batas pembayaran di loket kurang dari 5 menit, saya masih diterima dengan baik. Bahkan sempat deg-degan, jangan-jangan petugas loket menjadi judes karena terburu-buru pulang.

Ternyata pikiran itu harus dibuang jauh. Kenyataannya mereka tetap melayani dengan ramah. Bahkan petugas laki-laki yang saya temui di awal tidak menyuruh saya kembali hari Senin, malah memotivasi bahwa kurang 5 menit masih dapat dilayani. Pelayanannya pun sangat cepat dan mudah.



UPTB Pelayanan Pajak Daerah - Memudahkan Para Wajib Pajak
UPTB itu apa sih? Jadi, UPTB adalah pelayanan pajak daerah Surabaya yang dibagi 5 wilayah kerja. Setiap wilayah menaungi kecamatan yang berdekatan. Seperti UPTB 4 tempat saya membayar PBB meliputi kecamatan Lakarsantri, Tandes, Sukomanunggal, Asemrowo, Benowo, Sambikerep dan Pakal. Sehingga, warga yang tinggal di daerah itu bisa membayar pajak di UPTB 4.



UPTB tidak hanya melayani pembayaran PBB saja, namun juga pajak lain yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya seperti pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak air tanah dan pajak penerangan jalan.

Pembayaran di loket bukan ditangani oleh petugas pajak, melainkan petugas bank alias teller. Jadi saat kita membayar di loket, kita sedang menyetorkan uang ke bank. Sehingga lebih aman dan terpercaya. Bank yang ada di UPTB 4 adalah Bank Jatim.

Kemarin saya juga sekalian mengurus legalisir untuk kepentingan sertifikat tanah dan tidak dipungut biaya alias gratis. Proses pelayanan legalisir pun cepat dan mudah, tinggal menyodorkan SSPD PBB ke petugas dan selesai kurang dari 5 menit. Bahkan UPTB 4 juga menerima warga yang keberatan tagihan PBB dengan mengajukan keringanan.

Sehingga dengan adanya UPTB, pembayaran pajak bisa di urai. Tidak hanya di bank yang ditunjuk pemerintah kota seperti Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank Jatim saja, namun bisa ke UPTB di masing-masing wilayah Surabaya. Pelayanan pun menjadi lebih longgar, dan meminimalisir antrian yang panjang. Sangat memudahkan wajib pajak.

PBB untuk Pembangunan Kota Surabaya
Tahun ini, surat pemberitahuan PBB sudah dibagikan door to door hingga ke tataran RT sejak bulan Februari. Sehingga warga Surabaya masih punya tenggang waktu untuk melakukan pembayaran sampai tanggal jatuh tempo 31 Juli 2020. Jadi tidak alasan lagi untuk tidak membayar PBB. Pajak yang kita bayarkan sudah bisa kita rasakan dari nyamannya tinggal di kota Pahlawan.



Sebagai kota besar, Surabaya terus tumbuh sebagai kota yang memahami kebutuhan warganya. Pembangunan pesat dilakukan baik fisik maupun non fisik. Seperti pembangunan jalan baru, taman, frontage road, dan box culvert. Juga fasilitas non fisik berupa layanan kesehatan gratis, sekolah gratis, transportasi Bus Suroboyo, hingga pemberian makanan untuk lansia, disabilitas dan warga tidak mampu. Bahkan untuk kejadian darurat seperti pencegahan penyebaran COVID-19, pemerintah kota membagikan kebutuhan masyarakat seperti masker, hand sanitizer, baju perlindungan khusus hingga cairan disinfektan sampai tingkat kelurahan. Semua adalah dari pajak yang kita bayarkan, termasuk dari PBB.

Mbah Sutiyah yang sepuh saja punya kesadaran membayar pajak tepat waktu. Kita pun harus mencontohnya. Dengan membayar pajak daerah, kita ikut berkontribusi membangun kota Surabaya. Ayo taat pajak, Rek. Untuk Surabaya nyaman, bersih dan SEHAT!



Referensi :


43 komentar

  1. Lengkap juga yaa pembayaran PBB dikota surabaya..😊😊

    Kalau ditempatku Dijakarta Online bisa kebank bisa...Tetapi bisa dimana saja tidak harus hanya wilayah tertentu saja. Bahkan dikantor kelurahan juga bisa kok.😊😊

    Intinya orang bijak taat pajak yaa..😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, orang bijak harus taat pajak. makasih Kak, sudah mampir di blog ini :))

      Hapus
  2. Wah harus begitu ya dibantu dipermudah merindukan banget pembayaran simpel dan mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih Miss, kota Surabaya memudahkan para wajib pajak dalam membayar PBB :))

      Hapus
  3. Pelayanan yang lengkap ya mbak, kemarin suami juga urus pembayaran PBB alhamdulilah mudah. Emang harusnya gitu ya mbak walau belum semua dimudahkan urusan beginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sekarang semakin dimudahkan ya teh :))

      Hapus
  4. Makin mudah aja nih bayar pajak. Praktis dan cepat ya Surabaya. Taat pajak buat pembangunan bersama. Jadi kangen ngevent ke Surabaya nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah kangen juga nih, ngevent lagi hehe. .. Pajak daerah kota Surabaya emang nyata hasilnya ya Mas :))

      Hapus
  5. Salut buat Mbahnya. Salut juga buat Surabaya, sekarang tambah keren layanan publiknya. Apa mungkin gara-gara warganya taat pajak ini ya?

    BalasHapus
  6. Warga yang baik ya bayar pajak hehehe sekarang pelayanan untuk masyarakat semakin dipermudah ya mbak,fasilotasnya pun ditambah jadi antriannya nggak terlalu panjang lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, malah saya kemarin gak pakai antri, sepiii karena emang bayar PBB udah di urai hehe :))

      Hapus
  7. PBB, ini antara Yuni yang cuek atau gimana ya? Yuni nggak tahu apakah keluarga Yuni juga bayar PBB atau nggak?

    Nanti tanya emak-bapak dah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya dapat surat "cinta" dari Pak RT ya mbak :))

      Hapus
  8. Wah ternyata cepat ya mba. Aku sangka bakal ribet, dan lama bangett. Aku belum pernah soalnya. Karena beberapa tahun developernya yang bayarin. Tapi kayaknta tahun depan udah mulai pribadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampil banget kalo bayar pajak daerah Surabaya :)) gak pakai lama :))

      Hapus
  9. Surabaya makin keren ya. Memang seharusnya begini, pelayanan publik dibuat semudah dan secepat mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Surabaya emang makin keren. Siapa dulu pemimpinnya hehe :))

      Hapus
  10. Wah..Alhamdulillah pelayanan membayar pajak memang makin membaik ya Mbak
    Aku biasa bayar PBB di kantor pos..Tapi sejak Gubernur Ahok dulu menghapus PBB untuk nilai pertanggungan tertentu..jadi gratis karena 0 rupiah pajaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan salut buat Mbak Septi dan Bapaknya yang peduli serta membantu Mbah Sutiyah. Taat pajak benar Beliau, semoga bisa dicontoh oleh banyak orang, karena pajak juga akan kembali ke kita manfaatnya

      Hapus
    2. iya mbak, Seorang yang udah tua aja keinget pajak PBB nya, masak kita yang tua melupakan xixixi :)) Ayo taat pajak :))

      Hapus
  11. Kita harus dukung program pemerintah. Salah satunya jadi wajib pajak yang taat pajak. Semua juga kembali ke kita dgn fasilitas yg ada di kota kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mbak, semua kembalinya ke kita juga kok, berupa fasilitas publik yang makin maju :))

      Hapus
  12. Wahh, aku biasanya membayar PBB via pak RT, Mbak. Bolehlah sesekali nyoba bayar sendiri. Tengkyu sharingnya, yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama ya mbak :)) Btw, Pak RTnya baik banget bisa dititipi bayar PBB :D

      Hapus
  13. Selalu banggaaaaa memang dengan kota Surabaya, semua selalu luar biasa di tangan ibu kita bu Risma.
    Ah kangen jalan-jalan keliling Surabaya lagi rasanya, saya ngendon terlalu lama nih di rumah hahaha.

    Mau menikmati kota Surabaya, dengan segala keindahan dan kemudahannya.
    Bukan hanya bayar tamannya, pelayanan publiknya pun makin baik saja setiap harinya.

    Siapa yang macam-macam, dicubit sama bu Risma entar hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget tuh Mama Lui, mbah-mbah aja masih taat pajak, masa kita yang masih mudah malas bayar pajak?
      Apalagi pelayanannya udah dipermudah banget.
      Udah nggak ada alasan deh buat nggak bayar pajak :)

      Hapus
    2. iya mbak, makin mudah bayar pajak daerah kota Surabaya, masak banyak alesan sih xixi :p

      Hapus
  14. Urusan pajak memang harus ada sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kalau pemerintah mengelola dengan baik, masrakat taat bayar, insya Allah daerahnya akan sejahtera

    BalasHapus
  15. Petugas pajak beneran jemput bola sih ya.
    Datang ke kantor kelurahan dan kecamatan.
    Jadi memudahkan banget untuk bayar pajak jaman now.

    BalasHapus
  16. Wah, jadi enggak bikin malas bayar pajak ya Mbak kalau pelayanannya ramah, cepat, dan mudah begitu 😍 saya sendiri belum pernah sih bayar pajak sendiri. Hihi. Mungkin kalau dimintai tolong juga akan pikir-pikir dulu.

    BalasHapus
  17. Daku waktu bayar PBB biasanya iya lewat bank yang terkait, kalau lewat pelayanan pajak belum pernah, dan ternyata nggak sulit ya kak

    BalasHapus
  18. Iya, sekarang membayar PBB sudah sangat mudah. Kalau di awal-awal begini masih belum ngantri, nanti kalau sudah bulan Agustus akhir, baru 'rame'.
    Membaca tulisan ini, saya jadi ingat kalau saya belum ngambil SPPT utk bayar PBB tahun ini. Makasih tulisan pengingatnya, mba.

    BalasHapus
  19. Di tempatku ada di kelurahan yang bisa untuk bayar PBB, deket rumah pula. Jadi memang lebih enak di sana, dan bisa memilih saat jam kerja pagi karena masih sepi antriannya

    BalasHapus
  20. Pingin nyubit pipinya Anggraeni, hihihi oot, soalnya cantik banget ❤❤
    Eniwei kesadaran warga untuk bayar pajak emang masih rendah ya "
    Padahal kalo ditunda tunda pastinya malah tambah gede dan sulit dibayar
    Salam untuk Mbah Sutiyah ya, semoga selalu sehat

    BalasHapus
  21. Terimakasih informasinya Mbak. Bisa jadi rujukan buat yg lain yang punya kepentingan sama. Pengalaman yang lain bisa jadi pelajaran buat kita ya

    BalasHapus
  22. wah keren nih simbah.. patut dicontoh karena kesadarannya dalam membayar pajak. Apalagi. dengan kemudahan sistem pembayaran ya.. semoga semakin banyak masyarakat yang taat bayar pajak

    BalasHapus
  23. Wah mama lui baiknya...
    Bantu si mbah bayar pbb, tapi emang kok ya payanan umum di surabaya ini oke bgt..
    Cepat dan memuaskan

    BalasHapus
  24. Keren mbahnya nih kasi contoh bagus sbg pembayar pajak yang tepat waktu ya mbak. Semoga dengan makin bagusnya pengelolaan pajak, rakyat bisa lebih menikmati hasilnya lagi.

    BalasHapus
  25. Wah jaman sekarang kalau ngurus kayak gini an emang di permudah ya mbak Alhamdulillah

    BalasHapus
  26. Pbb wajib hukumnya bayar, karena bila mengurus surat menyurat maka akan ditanyakan pelunasan pbb. Jadi sangat perlu dibayarkan segera pbb nya

    BalasHapus
  27. Wah ini wajib pajak yang baik dong bayar PBB tiap tahun. Kalo saya kebetulan ada bank dekat rumah yang melayani pembayaran PBB jadi gak pernah telat bayarnya..

    BalasHapus