Wisata Pantai Konang Trenggalek nan Eksotis

by - Sabtu, September 07, 2019


Ada yang pernah dengar Trenggalek gak ya? Sepertinya kabupaten di selatan Jawa Timur ini kurang famous dibanding kota sebelahnya, Kediri. Barulah ketika Emil Dardak menjadi bupati Trenggalek, banyak gebrakan yang dilakukan. Sampai akhirnya suami artis Arumi Bachsin ini mendapat suara terbanyak dan menjadi wakil gubernur Jawa Timur, nama Trenggalek kian dikenal.

Trenggalek memang kabupaten kecil, namun di kota ini masih menawarkan keindahan pantai tersembunyi. Bukan hanya Pantai Prigi yang kesohor karena pernah digunakan syuting FTV, pesisir Trenggalek juga memiliki deretan pantai indah yang sayang dilewatkan.


Wisata Pantai Konang Trenggalek nan Eksotis


Pada momen mudik kemarin, kami sekeluarga meluangkan waktu untuk berwisata ke salah satu pantai selatan Trenggalek. Pantai konang, begitulah namanya. Salah satu aset Trenggalek. Sejak kecil, Bapak sering mengajak ke Konang jika mudik. Maka kali ini, setiap mudik Luigi selalu diajak ke Pantai Konang.

Pantai Konang terletak di desa Nglebeng, kecamatan Panggul. Lumayan jauh dari kota Trenggalek sekitar 54 km. Namun perjalanan kami dimulai dari rumah mbah di Sawahan Panggul, sehingga terasa dekat. Jika dari Surabaya tentu memakan waktu sekitar 7-8 jam. Namun medan yang jauh dan berkelok, akan terbayar dengan eksotisme Pantai Konang.

KULINER IKAN BAKAR
Sesampainya disana, kami menaruh mobil dan tidak dikenakan retribusi parkir loh. Ternyata biaya parkir hanya ketika ada acara besar seperti Jaranan dan pagelaran musik lainnya. Ini namanya wisata gratisan menyenangkan. Wkwk. Dari parkiran, kami sudah bisa melihat debur ombak dari jauh.


Bapak sedang memilih ikan

entah ini namanya ikan apa -.-

Sepanjang jalan setelah parkir, bau asap menyeruak. Banyak penjual yang sedang mengasap atau membakar ikan. Inilah ciri khas Pantai Konang. Kuliner ikan bakar !!! Kita akan banyak melihat penjual ikan dan warung ikan bakar. Ikan yang dijual pun bervariasi, mulai ikan layur, ikan cakalang, udang, bahkan ikan hiu dan masih banyak lagi lainnya (mohon maaf saya kurang ngerti sama nama ikan, hiks)

Ikan yang dijual sebagian besar merupakan ikan segar hasil tangkapan nelayan yang baru pulang melaut. Tidak hanya ikan bakar, ada menu lainnya misalnya ayam bakar, ayam goreng lalapan, tongseng cumi, tongseng udang, dan bakso. Ikan bakar per jepitnya dihargai sangat murah mulai sepuluh ribu rupiah saja.


ikan yang dijapit dijual dengan harga terjangkau

PANTAI YANG EKSOTIS
Pantai Konang termasuk salah satu pantai dengan ombak yang tinggi. Namun sepertinya tidak ada petugas yang memperingatkan kami untuk tidak terlalu mendekat di pantai. 

Sejak dirumah mbah, saya briefing Luigi hanya boleh bermain di pinggir. Jika ombak besar maka kami harus berlarian, seakan ombak yang sedang mengejar langkah kaki.


Luigi bermain pasir, inilah khas Pantai Konang, pasirnya hitam !!!

Sejak awal saya sudah berkomitmen tidak akan banyak main air dipantai, karena males ribet ganti bajunya haha. Lalu gimana dong sama Luigi? Dia khan pas kebelet main pasir dan air pantai. Aditlah yang akan menemani Luigi main basah-basahan.


Adit mengawasi Luigi yang bersemangat ke arah laut

Saya duduk di warung penjual makanan, melihat indahnya deburan ombak dari kejauhan dan menikmati hembusan angin yang kencang. 

Menurut saya memang angin di sini cukup kuat, sehingga membuat jilbab berkibar-kibar. Namun tetap terasa adem, karena banyak pohon kelapa berderet rapi sepanjang bibir pantai.


angin sepoi-sepoi mengibarkan jilbab


tak lupa ber-swafoto di Pantai Konang

Saat itu banyak perahu kayu nelayan yang bertengger di bibir pantai. Mungkin artinya para nelayan tidak sedang ada jadwal mencari ikan. Entahlah. 

Dekat deretan perahu, ada sebuah bukit menjulang tinggi yang turut membuat Konang menjadi sangat indah.


perahu kayu nelayan

Eksotisme Pantai Konag juga terletak pada pasir pantai yang warnanya hitam legam, namun teksturnya lembut. Hanya saja saya kurang nyaman dengan beberapa sampah di beberapa lokasi.

Setelah Luigi dan Adit berpuas berbasah ria, kami menuju kamar mandi umum yang disediakan. Bayarnya kalo gak salah dua ribu rupiah saja. 

Lalu saatnya wisata kuliner, makan ikan bakar. Karena saya tidak terlalu suka ikan yang dibakar, tau gak saya akhirnya pesan makan apa? Pop mie pedas!!! Ya ampun kayak ginian di Surabaya banyak. Haha. 


kuliner ikan bakar

Tak lupa segelas es kelapa muda turut menyegarkan tenggorokan seusai menyantap makanan dengan pemandangan laut lepas.

Tidak ada jam khusus kapan enaknya harus ke Pantai Konang, karena Konang tetap buka 24 jam. Bahkan menjelang maghrib, penjual masih ramai. Saat itu 


lihat deh, banyak sampah, hiks -.-

Alhamdulillah saya bisa menikmati pemandangan sunset yang indah. Warna ungu berpadu orange sungguh membuat takjub mata memandang.



sunset memukai dari Pantai Konang

Kami pulang dengan membawa sekresek japitan ikan hiu, untuk dibawa pulang ke Surabaya. Sesampainya dirumah mbah, disimpan di freezer agar awet dan dibawa pulang dengan ice gel dan styrofoam.

Hai Pantai Konang, tahun depan kami akan mengunjungimu kembali. Pasir hitammu dirindukan !!!


Gresik, 7 September 2019

You May Also Like

0 komentar