Rahasia Meraih Peluang Dari Ngeblog

by - Sabtu, Mei 11, 2019


Tahun ini saya pernah merasa “kosong” dalam ngeblog. Tulisan yang ada hanya berisi curhatan dan beberapa job review. Namun tak lagi merasa bernyawa dalam merangkai deretan kata. Ramadan tahun lalu, saya getol mengikuti One Day One Post. Saya begitu semangat menulis hampir setiap hari. Berbeda dengan tahun ini, yang bahkan cuma beberapa biji tulisan pada bulan April, hiks. Mau dibawa kemana sih ngeblog-ku ini?

Seketika melihat Instagram @komunitasISB ada workshop seputar ngeblog, saya bertanya dalam diri apa ini jawaban dari Allah atas segala kegundahan. Apalagi yang menarik, semua tim ISB turun gunung ke empat-empatnya. Kapan lagi bisa belajar dari para master bloger yang sudah tak diragukan lagi kiprahnya.


Acaranya jauh, menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan pulang pergi dari Surabaya. Namun bismillah saya niat belajar, segera saya isi form pendaftaran. Pada (18/4) saya mendapat email bahwa saya terpilih menjadi salah satu peserta. Ijin suami sudah ditangan, Luigi pun bisa dirumah Ibuk, semesta mendukung. Bayangan akan banyak mendapat suntikan semangat dan ilmu ngeblog sudah menari-nari dikepala.

Acara ini mengusung tema Create Opportunities From Blogging dari Indonesian Social Blogprenuer yang bekerja sama dengan Indosat Ooredoo sebagai penyelengara. Dilangsungkan pada 5 Mei 2019 di Gedung Indosat Ooredoo Malang. Seneng rasanya datang ke Gallery Indosat Ooredoo karena saya termasuk pengguna setia kartu IM3 sejak SMA (dan pernah mendapat job buzzer Indosat Ooredoo *haha oott). Para pembicara yang dihadirkan memberi materi adalah teh Ani Berta, kak Dama Vara, kak Riri Restiani, dan kak Liswanti Pertiwi. Semua pengisi acara sangat kompeten dibidangnya masing-masing.



Teh Ani mengatakan bahwa tidak akan mengajarkan teknis menulis blog, namun memotivasi peserta bagaimana memelihara konsistensi, bagaimana memelihara performance yang baik agar tetep disukai klien *sampai selamanya. Dan bagaimana mengarahkan hobby ngeblog menjadi pekerjaan yang bisa diandalkan pada era digital saat ini. Jadi peluang-peluang yang bisa didapat dari ngeblog akan menjadi fokus materi hari ini. Karena perkembangan dunia digital hari ini akan berbanding lurus dengan peluang yang ada. Dan tema materi yang disampaikan setiap pembicara saling melengkapi agar para narablog dapat meraih celah setiap peluang.

Namun sebelumnya, kita kenalan dulu yuk dengan komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB).

MENGENAL INDONESIAN SOCIAL BLOGPRENEUR (ISB)
Di dunia persilatan bloger, cukup banyak komunitas. Setiap komunitas mempunyai idealismenya masing-masing. Lantas apa bedanya komunitas ISB dengan yang sudah ada? Jadi, keunikan ISB adalah menggali sisi enterpreneurship setiap narablog. Mungkin si empu bloger memiliki kelebihan atau sisi lain misalnya sosial media manager, content writer, fotografi dan lainnya. Jadi blog tidak sekedar ‘menghasilkan’ dari job review dan content placement saja. Namun bisa digali berbagai celah.

ISB juga lebih fokus ke edukasi. Jadi, jika rekan bloger ada empowerment untuk mendalami ilmu blogging dan sosial media follow aja @komunitasISB. Program ISB diantaranya one day one post, ISB ngopi, selasa sharing dan banyak lagi.

salah satu program #ISBNgopi, foto diambil dari Facebook komunitas ISB

BELAJAR DARI PENGALAMAN BLOGPRENEUR, RIRI RESTIANI
Materi pertama dibawakan oleh Kak Riri Restiani. Selain blogger, Kak Riri juga enterprenuer, meraup project puluhan juta untuk membuat boneka wisuda di almamater kampusnya. Memiliki toko online pernak-pernak. Kak Riri selain cantik, juga seorang yang kreatif dan mandiri. Dari hasil semua projectnya, ia dapat membeli motor, membiayai kuliah S1nya, beli kamera dan banyak lagi. Wah luar biasa khan? Yuk kita intip rahasia Kak Riri

Menurut Kak Riri, hari ini ngeblog itu sangat menguntungkan. Salah satunya adalah dapat membuka dan mengembangkan bisnis/usaha. Caranya dengan membuka usaha yang sesuai passion. Kak Riri hobby membuat kreasi dari kain flanel, yang dibikin pernak pernik lucu, juga souvenir wisuda yang beda dari yang lain.

produk Kak Riri di Instagram @princessrhieshop, jangan lupa kepoin ya :D

Pesan Kak Riri, untuk mempromosikan usaha manfaatkan blog dan berbagai sosial media, pisahkan akun social media pribadi dengan usaha. Jangan mencampurnya. Akan terlihat aneh jika setelah melihat foto produk di Instagram lalu muncul foto muka penjual bersama keluarga. Namun promosi usaha ke blog, dan berbagai sosial media juga harus ada strateginya. Berikut ini caranya :

cara memanfaatkan media sosial (terutama blog) untuk berwirausaha ala Riri

Oia karena Kak Riri menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang visual, maka untuk toko online ia membuat feed dengan warna ceria dan meriah. Dan segala kerja cerdas, konsistensi, ulet dan ketekunan, Kak Riri menuai banyak hal dari wirausaha dan ngeblognya. Termasuk membeli rumah untuk orangtua. Salut untuk Kak Riri atas pencapaian diusia mudanya. Saat masa kuliah dulu saya masih minta duit sama Bapak, dan belum kepikiran buat “creat something” paling gak buat nambahin uang saku. Hiks.

Jadi, anak muda “jaman now” harus mengikuti jejak Kak Ri !!! 

DESIGN BLOG DAN SOSMED YANG MENARIK ALA DAMA VARA
Kak Dama Vara disebut Teh Ani sebagai “si kecil cabe rawit”. Kuliah di dua universitas, bekerja dan mendalami project design sampai ke Texas, USA. Kak Dama Vara berbagi tips desain untuk blog dan sosial media dengan aplikasi yang user friendly

Kenapa hal ini penting dibahas? Karena dengan waktu yang singkat, sebisa mungkin pembaca sudah memahami apa sih inti tulisan kita. Apalagi sekarang ini zaman Instastories, orang hanya membaca 15 detik dan cepat menangkap maksud tulisan. Sehingga desain judul tulisan blog ada triknya, dan ketika di share pada sosial media jadi lebih menarik.



Pernah gak sih kita malas baca blog orang karena font judulnya yang keriting bak Indomie goreng. Selain foto, font tulisan juga penting diperhatikan. Intinya sih sebanding antara font decoratif dan non decoratif, agar mudah cepat dibaca dan dipahami pembaca. Karena judul adalah koentji !!! pembaca akan mengklik, atau malah meninggalkan.

Ada tiga aplikasi yang dikenalkan Kak Dama, yakni Canva, UNUM dan pinterest. Semua memiliki fungsi masing-masing. Dan sejujurnya saya pertama kali mencoba aplikasi Canva, dan ternyata lengkap juga ya. Tampilan tulisan juga menjadi cakep. Aplikasi ini tak berbayar pula (kemana aja loe Sept, haha).


menu Canva untuk mengedit font, dan filter

Untuk membuat desain gambar blog, kita bisa menggunakan menu kiriman twitter pada aplikasi Canva. Karena ukurannya pas dengan web. Resolusinya juga tidak akan pecah. Dalam menu canva banyak pilihan font dan bisa diatur ukuran beserta jarak antar font dengan menggunakan menu Spasi huruf dan Tinggi spasi. Jika memasukkan gambar kita bisa mengatur tingkat kecerahan dengan menu Filter

belajar menggunakan Canva pertama kali diajarin Kak Dama, gimana cakep gak?wkwk

Kak Vara gak banyak kasih teori, namun membimbing kita semua untuk praktik. Dan Kak Dama bisa tetep ramah loh ngajarin hal mendasar Canva pada saya hehe.

Aplikasi UNUM membuat tampilan feed Instagram makin rapi. Dan bisa diatur juga penempatannya, tukar posisi ke kiri atau ke kanan. Bahkan bisa nyimpen caption juga. Jika sudah siap tampilannya, baru deh di posting. Kelemahan aplikasi UNUM hanya tidak bisa setting tanggal. Tapi selebihnya sudah sangat membantu mempercantik feed Instagram. Aplikasi terakhir adalah Pinterest yang digunakan sebagai referensi designnya. 


penerapan aplikasi UNUM, makin cantik khan? Foto dari Instagram @Zifaco

MENJADI FREELANCER PADA ERA DIGITAL ALA ANI BERTA
Setelah istirahat, materi dilanjutkan oleh narablog keren nasional yang juga merupakan content writer berprestasi. Dialah Teh Ani Berta founder Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Selain founder komunitas, Ani Berta merupakan profesional blogger, hingga pembicara di dalam dan luar negeri. 

Salah satu pencapaian yang membanggakannya adalah menjadi delegasi dari Indonesia di Asean Work-life Balance Conference, sebuah event international di Malaysia. Prestasi lainnya, ah jangan ditanya lagi. Mungkin sampai besok sahur tak akan cukup menuliskan kejuaraan kompetisi menulisnya yang sangat banyak. Saya beri gambaran umum kesibukannya di tahun 2018 dulu ya. 

diambil dari Facebook Ani Berta 29/12/2018

Teh Ani sebenarnya seorang Akuntan, namun banting setir menjadi bloger penuh waktu. Hari ini pekerjaan full time blogger biasa juga disebut freelancer. Nah kita samakan dulu asumsi freelancer ya. Freelancer adalah seseorang yang melakukan pekerjaan tidak terikat penuh waktu dalam satu perusahaan atau bekerja paruh waktu untuk beberapa pekerjaan dengan waktu yang bisa diatur sendiri.

Nah, kali ini Teh Ani berbagi mengenai tips menjadi freelancer pada era digital.

Ani Berta, founder Indonesian Sosial Blogpreneur (ISB)

Salah satu kesalahan freelancer hari ini menurut Teh Ani adalah kita mengandalkan job datang sendiri. Padahal untuk bertahan di dunia freelancer kita harus aktif. Ada banyak peluang rezeki yang diperoleh dari ngeblog.

Untuk memutuskan menjadi freelancer tidak bisa sekejap. Tiba-tiba “ujug-ujug” resign dari tempat kerja dan melawan ketidakpastian di dunia freelancer. Jangan dong. Kita harus memiliki persiapan matang. Maka mempersiapkan tabungan yang mencukupi adalah tips pertama yang dibagikan Teh Ani. Hal ini sebagai bekal memulai karir freelancer.

Menurut Ibu satu putri ini, kita bisa temukan potensi diri dengan mencari personal branding. Branding itu tidak dibuat-buat. Misalnya saya gak suka make up dan pamer alatnya layaknya beauty vlogger, ya tidak perlu memaksakan diri. Branding itu lebih kepada apa yang menjadi passion kita. Selain itu tidak menjadi orang lain agar jiwa tidak kosong (hampa tanpa kebermaknaan). Dan personal branding adalah apa yang membedakan kita dengan yang lain. Bloger banyak, namun apa yang unik dengan kita.

Persiapan lainnya adalah mengasah kemampuan dengan belajar, bisa mengikuti workshop yang sesuai passion. Buat juga portofolio dan cantumkan di sosial media termasuk Linkedin. Untuk mengumpulkan kepingan portofolio tidak harus menanti yang job besar karena semua yang besar dimulai dari yang kecil-kecil. Tidak ada salahnya menulis untuk website panti asuhan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Dan Teh Ani juga memulai dari menulis yang tidak dibayar.

Namun karena percaya bahwa apa yang ditanam akan dituai hasilnya kelak, Allah akhirnya membalas dengan hal yang tak pernah disangka. Berupa tawaran menulis yang sehari dibayar 1,5 juta. MashaAllah.

Menulis untuk tugas sosial dapat diambil hikmahnya yakni sebagai lahan mengasah skill, manfaatnya akan terus ada, dan tentu saja sebagai amal jariyah kita kelak. Jadi, awalilah dengan menjadi volunteer dan tidak perlu terlalu silau dengan fee besar, yang lebih penting adalah jam terbang. Teh Ani juga pernah menjadi volunteer dengan mengisi website Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAI). 

Hal penting lainnya untuk mempersiapkan menjadi diri menjadi freelancer adalah membangun networking. Jika misalnya kita duduk di Bandara ada majalah dan seseorang duduk, kita pilih yang mana? Ambil majalah atau mengajak ngobrol orang yang duduk dekat kita? Hmm sejujurnya saya pasti akan mengambil majalah atau mengambil gawai dari saku. Padahal menurut Teh Ani, kita bisa membaca majalah kapan saja, dan menunda membuka gawai.

Namun bertemu dengan orang baru kadang juga memberi peluang pekerjaan datang. Termasuk ketika antri di Bank saja dapat bertemu teman baru loh. Teh Ani bahkan beberapa kali menerima job karena kenalan yang ditempat-tempat seperti Bank. Karena networking, ada saja peluang rezeki muncul. Kita juga bisa memberikan kartu nama pada orang yang baru kita kenal agar jika suatu saat dia membutuhkan kita, bisa dengan mudah mencari kontak.

Dunia freelancer memang penuh ketidakpastian, sehingga kita harus action. Jangan pasif dengan menunggu job datang dengan sendirinya. Atau bahkan mengandalkan job yang di dapat dari komunitas. Yuk mulai sekarang mengirim email pada brand atau agency, dan tidak perlu malu karena toh kita tidak perlu “setor” muka. Pihak brand/agency dan para narablog ibarat simbiosis mutualisme yang akan saling membutuhkan dan saling memberi manfaat antara satu dengan lainnya.

Lalu, kerjakan project yang kecil terlebih dahulu. Sebagai full time blogger, ibu seorang putri, pembicara, penggiat media sosial, dan berbagai pekerjaan lainnya, Teh Ani menerapkan jam kerja 8 jam sehari dan membuat rencana kerja. Hal ini agar semua pekerjaan dapat tertangani dengan baik.


salah satu peserta bertanya pada materi Teh Ani Berta

Selanjutnya kita pengen jadi freelancer yang bagaimana nih, freelancer biasa-biasa saja atau punya progress dari waktu ke waktu. Nah teh Ani juga membagikan prinsip yang harus dipegang teguh oleh para freelancer writer seperti kita. Prinsip freelancer ala Teh Ani adalah jeli melihat peluang. Dan kerja dua kali lebih keras dari yang bekerja di kantor. Karena menurutnya kita harus punya dana cadangan. Lalu pandai beradaptasi karena freelancer akan mendapatkan project dari berbagai klien yang beraneka rupa. Baik dari attitude, sikap, perlakuannya. Kadang tidak selalu berkenan di hati kita maka kita harus beradaptasi. Perkuat fisik dan mental dengan tidak mudah baperan (terbawa perasaan).

Dan tentunya proaktif dengan cepet tanggap, misalnya segera membalas email. Kadang kita sengaja tidak membalas email padahal dengan membalas email kita akan selalu diingat oleh brand karena di cap sebagai orang yang punya attitude. Tidak perlu membalas satu paragraf, cukup terimakasih saja pengirim email sudah berkenan. Jangan merasa yang kita yang dibutuhkan, sehingga tidak membalas email.

Dari materi Teh Ani ada beberapa pertanyaan. Seperti kegalauan seorang peserta yang ingin mengejar follower ber K agar job lekas datang, namun juga ingin mengoptimalkan vlognya sehingga membuat tidak fokus pada blognya.

Menurut Teh Ani, saat ini blog yang lebih dipandang atau lebih terlihat “martabat”nya. Bukan bermaksud apa-apa namun seorang blogger, jika di googling namanya ada, nama blognya bisa diketahui, identitasnya jelas dan tulisannya bisa dibaca. Apalagi yang dicari orang khan kata kunci berupa tulisan. Maka, blog tetap harus difokusi, sambil menggarap Instagram dan konten youtube.

Pertanyaan lainnya adalah : Di zaman serba visual seperti konten youtube, apakah blog yang notabene berupa tulisan masih bisa diharapankan di masa depan?
Pada tahun 2007 blog sempat digosipkan akan menjadi senja kala (waktu senja) dan hilang dari peredaran. Hal ini sejak kemunculan sosmed, twitter, Facebook dan seiring tenggelamnya Friendster. Tetapi sekarang blog eksistensinya malah tinggi. Generasi Z memang suka visual, namun jika dituntut dari segi pelajaran sekolah dan pekerjaan, mereka harus belajar tentang literasi. Bahkan hari ini untuk naik jabatan, untuk dapat beasiswa S2, harus punya kemampuan menulis essai, dan essai itu khan menulis, bukan video youtube atau yang followernya ber K. 

Yuk simak caption dibawah ini dari ISB :)

Foto diambil dari Instagram @komunitasISB

Nah jika portofolio itu penting dan tidak harus dimulai dari fee besar, bagaimana dengan tawaran job yang dirasa bagi bloger lain cukup rendah?
Teh Ani menjawab dengan sangat bijak bahwa kita tidak bisa menyalahkan rekan bloger yang menerima fee “rendah”. Namun yang harus diperhatikan setiap bloger adalah meningkatkan performance. Jika perform kita baik, kitapun tidak akan ditawari dengan fee yang kecil. Jika kita tertarik dengan produknya, terima aja toh tidak akan ngaruh ke bloger lainnya. Awalnya memang terasa kecil, namun ketika database sudah terekam oleh brand dan agency, suatu saat kita akan dihubungi lagi. Akan ada potensi ditawari lagi dengan fee yang lebih besar. Jadi balik lagi mindset yang harusnya dibangun adalah meninggikan performance. Kalaupun job tersebut tak menarik buat kita, tolak dengan baik dan tidak perlu “ngedumel” (menggerutu).

Bagaimana agar menang lomba? Karena tau sendiri khan, bahwa hadiah lomba blog bisa menambah pundi tabungan kita. Jawaban Teh Ani yang harus diperhatikan adalah membaca dengan detail syarat dan ketentuan sesuai briefing. Misalnya, jika maksimal 700 kata ya udah kita tidak perlu menambahi dengan harapan agar dapat poin plus. Bisa jadi persyaratan tersebut karena keterbatasan waktu panitia tidak sempat membaca yang lebih dari 700 kata. Jika ada persyaratan harus mencantumkan back link ya cantumkan, termasuk syarat foto yang cerah.

Dan satu lagi deadline jangan sampe terlewat. Teh Ani mengusahakan share diawal. Bodo amat orang mau nyontek punya kita karena bagi Teh Ani jika kita memiliki kekuatan pada tulisan, hal tersebut tidak akan bisa sama. Dan dalam mengikuti lomba kita jangan mudah menyerah. Sekali tak menang, dua kali ikut lomba, jangan putus asa. Teh Ani bercerita bahwa dulu juga sering kalah tapi tetep fight. Namun sekali menang, kesananya pasti menang terus.

Untuk kedalaman tulisan, Teh Ani biasanya mengambil sumber dari wawancara narasumber. Caranya adalah setelah selesai acara, narasumber dimintai nomer WhatApp-nya untuk wawancara lebih dalam. Hasil wawancara itu tentunya tidak dimiliki oleh rekan bloger lainnya. Karena jika disebuah event misalnya, teman yang lain hanya menyimak dari paparan materi dan bukankah itu semua akan seragam. Sedangkan Teh Ani memiliki poin plus, dari hasil wawancara sendiri. Selain wawancara juga menambahkan dari sumber yang jelas seperti buku dan internet.

Pesan penting lainnya dalam mengikuti lomba adalah percaya diri. Teringat kisah Teh Ani yang mengikuti lomba dengan produk ala beauty blogger dan itu bukan “Teh Ani banget”. Namun karena mengikuti rulesnya, memaksimalkan kontennya, dan tidak mengandalkan satu narasumber. Maka teh Ani percaya diri bisa berkompetisi dengan mereka. Alhamdulillah menang dan bisa ke Bali bersama 9 beauty blogger lainnya.

Status yang diambil dari Facebook Ani Berta 9/10/2018

Semua yang menang masih muda, usianya dibawah Teh Ani, dan beliau menjadi satu-satunya yang berhijab. Sebuah kebanggaan memenangi kompetisi blog di luar kebiasaan. Ani Berta menembus batas!!! Jadi untuk semua kompetisi kembalinya adalah sama, yakni perhatikan konten dan percaya diri.

Ani Berta satu-satunya yang berhijab :D, foto diambil dari Facebook Ani Berta 9/10/2018

Jawaban Teh Ani memang sengaja saya tuliskan disini, karena hal ini juga bagian yang penting untuk menyelami peluang dan keuntungan menjadi narablog pada era digital. Saya sungguh kagum atas semua balasan Teh Ani atas pertanyaan peserta. Logis, bijaksana namun mengena di hati.

 

Jika sudah tau rahasia menjadi freelancer pada era digital saat ini, semoga jobnya makin rame. Semakin ramenya job, jangan lupa nih untuk mengelola hasil ngeblognya. Nah materi yang terakhir disampaikan oleh Kak Liswanti Pertiwi, atau yang terkenal dengan panggilan ce Lis. Selain bloger, Kak Lis mempunyai Wedding Organizer, juga frelancer mengelola keuangan perusahaan, dan sosial media spesialist. Kak Lis fokus sharing bagaimana mengatur keuangan seorang bloger?

MENGATUR KEUANGAN BLOGGER ALA LISWANTI
Kak Lis memulai dengan pertanyaan penghasilan dari ngeblog selama ini buat apa saja?
Hmm
tik tok tik tok
Pertanyaan singkat namun sangat ‘menohok’ buat saya haha. Karena saya tidak pernah mencatat apalagi mengelolanya huhu.

Menurut Kak Lis ada banyak jalan untuk menghasilkan uang dari mengeblog. Diantaranya dengan menulis sponsored post, content placement, google adsense, event, campaign, jasa backlink, jasa SEO (Search Engine Optimization) dan lainnya. Wah banyak banget ya ternyata.

Namun penghasilan mengeblog itu tak menentu. Rate cardnya beda-beda. Jadi, setiap bloger duitnya juga berbeda satu dengan lainnya. Rate card adalah menghitung nilai atau harga tulisan dalam blog. Hal ini biasanya ditanyakan oleh brand atau agency saat mengajak kerjasama dengan blog kita.

Ada 5 cara ala Kak Lis untuk mengatur keuangan bloger
1.       Buat catatan pekerjaan dan penghasilan yang di dapatkan. Karena bloger tidak langsung dibayar, pasti harus dicatat dulu.
2.       Buat catatan pemasukan dan pengeluaran
3.       Hitung penghasilan perbulan, termasuk yang masih pending
4.       Buat pos keuangan
5.       Punya investasi dan tabungan

Contoh catatan pekerjaan adalah sebagai berikut
Nama Event – Brand – Tugas – Deadline – Fee – No. Invoice – Status (bayar/pending)

Jika kesulitan menggunakan cara diatas, maka kita dapat download aplikasi “catatan keuangan” di playstore. Kak Lis mencatat pemasukan dan pengeluaran sebagai bloger juga disitu.

Kak Lis menyarankan untuk memisahkan tabungan pribadi dengan tabungan hasil ngeblog. Bahkan Kak Lis memiliki 3 tabungan berbeda, untuk tabungan pribadi, untuk hasil ngeblog dan buat keluarga. Hal ini agar kita bisa mengelola penghasilan ngeblog dengan baik sehingga tercapai tujuan keuangan.

Bagaimana dengan blogger? Jika sudah tau sebulan mendapat berapa, dihitung, nanti dipisah, buat zakat berapa, dana darurat berapa dan lain-lain. Kak Lis mencontohkan pos keuangan bloger ala dirinya, yakni :
Alokasi zakat sebesar 5%, dana darurat 10%, asuransi dan investasi 40%, tabungan 40% dan gaya hidup 5%. Karena pos keuangan yang seperti ini Kak Lis bisa investasi tanah, karena ngeblog. Luar biasa bukan?

Ternyata hasil ngeblog jika diatur dengan penuh perencanaan, akan “nyangkut” juga baik berupa tabungan maupun investasi jangka panjang lainnya.


Kak Lis berjilbab hitam. Foto oleh : Liswanti Pertiwi


KESAN
Tak terasa usai sudah materi hari ini. Senang sekali rasanya duduk 5 jam di kursi ruang meeting Gallery Indosat Ooreedoo Malang sambil menyimak setiap pemaparan pembicara. Ruangannya bersih, dingin, ada colokan charger, dan toiletnya bersih. Ruang shalatnya juga luas, dan ada mukena yang dapat dipinjam. Kami juga diberi fasilitas wifi, untuk memudahkan live twit :)

Fokus ke tulisan "Internetan Makin Kuat di Malang Raya" Go Indosat Ooredoo!!! Foto oleh : Anggraeni Septi

Yang lebih mengesankan lagi karena tak hanya mendapat ilmu yang berkualitas, namun saya bisa bertemu (kopi darat) dengan rekan bloger yang lain. Yang selama ini hanya bersua melalui media sosial. Yang awalnya tidak kenal, menjadi kenal. Bukankah seperti yang Teh Ani bilang bahwa hal ini bisa menambah networking yang mungkin kelak akan dipertemukan kembali.

Dan sharing ilmu dan pertemanan di forum ternyata terus berlanjut karena pascaacara kami dimasukkan dalam satu grup WhatApp ISB. Yeeeyyy

MashaAllah tangan saya pegel ngetik, ternyata banyak juga haha. Gimana, sudah terdengar adzan maghrib belum gara-gara baca tulisan saya? Mari berbuka :p Yang pasti saya sungguh tersulut dengan materi hari ini. Semua pembicara luar biasa totalitas dalam penyampaian. Saya tak merasa pegal dan mengantuk sama sekali. Dan materi siang itu membawa semangat, sehingga tau kemana blog ini akan melangkah. Tak lagi merasa “kosong” karena sudah memahami jalan meraih berbagai peluang rezeki yang ada dari mengeblog. Allah memang mengatur setiap setiap rezeki hambaNya namun bukankah tugas manusia tetap berikhtiar.

Terlepas dari semua kesempatan itu, mengeblog adalah menulis. Esensi menulis adalah untuk berbagi, semoga ‘nyawa’ berbagi itu tak akan pernah terlepas dari setiap deratan kata dan kalimat dalam setiap ketikan keyboard. Agar kelak goresan ini menjadi amal yang menjadi penolong saat kita sudah berada di dalam tanah. Amin.

Terimakasih Indosat Ooredoo Malang, Teh Ani Berta, Kak Ri, Kak Dama dan Kak Lis. Keep sharing and keep inspiring !!!


dari kiri kanan : mba Naniek (bloger Sidoarjo), Kak Lis, Teh Ani Berta, aku, dan Kak Riri. Foto oleh : Zahra Firda

seluruh peserta workshop dan pembicara. Foto oleh : Liswanti Pertiwi






You May Also Like

15 komentar

  1. Alhamdulillah ya bisa ikut acara ISB. Senang saya bisa ikut menyerap semua ilmunya yang Mbak reportase kan di blog ini.

    Selamat datang di keluarga besar ISB ����

    BalasHapus
  2. Ya ampuun aku bener-bener baca detail lho, ilmunya daging banget. Apalagi kalau bisa hadir langsung nih, seru banget.

    BalasHapus
  3. Acaranya ini di Malang ya kemarin mbak? Wah ini kota kelahiran saya... Tapi sekarang saya sudah domisili di Gresik. Lihat dari ceritanya, kayaknya seru banget, banyak ilmu yang bisa didapatkan.

    BalasHapus
  4. Asyiiik banget bacatulisan kamu, sist
    Gurih gurih renyaaahh
    Ilmunya bergizi buanget
    https://bukanbocahbiasa(dot)com/

    BalasHapus
  5. Seru yaa acaranya dimalang ini.. Btw aku asli malanh tp tinggal di jabo skrng.. Hehehe.... Kalau aku belom nulis2 pengeluaran dan pemasukan nge blog.... Hehehe

    BalasHapus
  6. Aku lagi mengembangkan blog aku nih kak biar lebih profesional. Selain itu juga konsen ke medsos untuk membangun branding.

    BalasHapus
  7. isi tulisan mu daging banget mba, terimakasih ya.
    membuat semangat blogger baru seperti aku

    BalasHapus
  8. Nulis di blog menjadi suatu kebanggaan tersendiri apakah bermula dari sebuah hobi atau memang ingin mendapatkan penghasilan, yang penting tetaplah menjadi diri sendiri alias memiliki khas sendiri

    BalasHapus
  9. Ini liputan lengkaaaap bener ya, berasa di sana saya ikut menyerap ilmu Teh Ani Berta dan tim.
    Wah memang acung jempol buat para narasumber yang ada, daging ilmunya dan keren pencapaiannya.
    Terima kasih sudah membagikannya Mbak Septi:)

    BalasHapus
  10. Bener bngt bnyk manfaatnya ikut work shop ISB aku juga dh pernah ikutan mba,, for ilmu bnyk,, seneng y bisa kopdaran sambil bljar dr ahlinya

    BalasHapus
  11. Seru banget deh acaranya. Nambah ilmu baru dan wawasan. Pastinya bikin kita termotivasi untuk terus ngeblog dan perbaiki konten. Duh, Bandung juga dong ada acara kayak gini. Kepengen deh dapet suntikan semangat kayak gini juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ada yang sia² ya kak,.menempuh perjalanan pp 6 jam dapat ilmu yang bermanfaat :D makasih udah sharing kak :)

      Hapus
  12. Dulu waktu mau resign dari kantor aku mikirin dulu mau ngapain habis itu kira-kira. Karena emang sufah memiliki blog yang awalnya buat curhat doang, jadilah sekarang full time blogget deh.

    BalasHapus
  13. MasyaAllah ini nulisnya dari hati banget mbak. Berasa curhat... Emang konsisten itu sulit banget dan emang harus dipaksa sih kalau aku pribadi...hehehe. Alhamdulillah sekarang bisa ikutan one day one post buat memacu diri...

    BalasHapus
  14. Asyik banget..ilmu nya lengkap banget ya mba. Semuanya saling sharing ilmu dan pengalaman masing-masing. Semangat dong ya pastinya jadi pengusaha muda dan jado blogger profesional

    BalasHapus