Kamis, 05 April 2018

Manfaat Melukis untuk Anak Usia Dini

 
Saat saya ikutan Diklat Guru TK Islam, ada pembelajaran bernama seni lukis dan mewarna. Sang pengajar bernama Kak Anang Baret selalu mengatakan pada kami, bahwa ajarkan anak-anak usia dini untuk melukis. Melukis bisa menstimulasi otak kanan. Yang lebih penting adalah bisa mengendalikan emosinya. Beliau juga menyarankan kami, jika memiliki anak dirumah masukkan ke sanggar lukis. Saya cuma manggut-manggut aja dibilangin.


Disaat bersamaan saya dikirimin sahabat sebuah video dari dr Tiwi yang membahas mengenai stimulasi anak. Inti dari video tersebut adalah bahwa anak di masa emas stimulasilah otak kanannya terlebih dahulu. Dibawah 3 tahun yang paling utama harus dikembangkan adalah otak kanan dan motorik kasar halusnya. Kegiatan tersebut meliputi lari, nyanyi, main petak umpet, bersepeda, mengenal emosi dan untuk stimulasi masalah logika atau berhitung itu nanti dulu. Dr Tiwi menjelaskan bahwa otak berkembang saling mempengaruhi.





Anak yang distimulasi otak kanannya terlebih dahulu, akan “nyetrum ke sel-sel lain”. Pasien dr Tiwi, anak dari orangtua seniman, selalu bagus perkembangannya, karena menurut dr Tiwi orangtua mereka menstimulasi awalnya dengan mengasah otak kanan. Logika nanti dulu. Pentingnya stimulasi pada anak karena otak anak tidak mengenal teknis orangtua. Dia tetap berjalan terus. Otak tidak berfikir “oh ini mama lagi meeting, papa keluar kota, otak gak nunggu, terus aja tumbuh” jelasnya lagi. Dr Tiwi juga mengingatkan permainan macem-macem buat anak memang penting tapi harus ada orang yang ngajak bermain.

hasil melukis Luigi 25 bulan

Salah satu kegiatan anak yang menstimulasi otak kanan anak adalah kegiatan melukis. Anak-anak diberi kesempatan bermain dengan warna dan berimajinasi dengan olesan warna yang digoreskan. Setelah finger painting, Luigi (25 bulan) saya ajak untuk melukis menggunakan cat air. Yeyy :D

melukis menggunakan media kertas karton

Baca juga : (Manfaat Finger Painting untuk Anak Usia Dini)

menggerakkan tangan untuk membuat warna dalam goresan


Alat yang dibutuhkan :
Buku gambar A3
Kertas karton warna putih
Selotip
Kuas (saya menggunakan Faber Castel karena ukurannya pas dan bulunya lembut)
Cat air (saya pakai merk Titi beli di toko buku)
Wadah cat air warna putih (agar semakin terlihat jelas warnanya)
Sedikit air
Pakaian khusus bermain cat

Teknis bermainnya :
Pakaikan baju khusus untuk melukis, agar ketika terkena cat meminimalisir kita untuk membatasi geraknya, apalagi “mengomel” hanya gegara kaos dan celana yang kotor karena penuh cat.

Jika menggunakan karton, bentangkan karton di tembok atau ditempat manapun yang pencahayaanya baik. Saya menempel karton di pager. Kemudian setiap pojok karton saya selotip agar karton tidak mudah bergerak.

Siapkan kuas dan wadah cat air. Beri maksimal tiga warna sebagai perkenalan. Di metode Montessori pengenalan warna awal adalah warna merah, kuning dan biru. Beri sedikit air dimasing-masing warna, aduk rata.

memberi kesempatan memilih warna dan menyiapkan alat sendiri


Minta anak untuk mencelupkan kuasnya pada cat warna kemudian menggoreskan cat warna pada karton yang telah ditempel. Ajak ia mencoba menggoreskan warna yang lain. Beri kesempatan anak untuk mencoba dan berkreatifitas.

Baca juga : (Sensory Play bersama Luigi)

semangat melukis Luigi :D


Yang kita lakukan sebagai fasilitator :
Amati gerakan tangannya. Saat ia mencelupkan kuas ke dalam wadah cat air. Bilang kepadanya untuk menggoreskan warna sesukanya. Terserah mau warna apa saja. Bahkan beri kesempatan untuk mencampurnya.

Jangan lupa kita minta ia untuk menceritakan apa yang telah dibuat. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari, dan pajanglah “karya”nya di dinding tembok rumah.

Kata guru lukis saya, didalam seni tidak ada benar dan salah. Jadi jangan pernah berkomentar yang menjatuhkan. Bangun semangatnya untuk memcoba lagi dengan memuji karena telah membuat lukisan yang indah.

berani kotor itu baik


Melukis untuk anak usia dini bermanfaat untuk :
Stimulasi otak kanan
Kreativitas 
Mengembangkan imajinasi
Kebebasan bereksplorasi dengan menggunakan cat air
Koordinasi mata dan tangan
Pengenalan warna primer (merah, kuning dan biru), juga warna lainnya
Sains sederhana dengan eksplorasi pencampuran warna
Menguatkan otot jari saat memegang kuas sebagai persiapan menulis (memegang pensil)
Melatih kesabaran, karena untuk membuat karya lukisan dia harus berproses menguas satu persatu
Pengayaan bahasa saat Luigi menceritakan hasil lukisannya
Pada beberapa anak melukis bisa sebagai sarana berkomunikasi
Menyalurkan emosi dan
Menambah rentang konsentrasi anak sebagai bekal belajar kelak

Variasi permainan :
Setelah ia melukis bebas, berilah ia tantangan dengan melukis pada area tertentu. Misalnya buatlah lingkaran pada buku gambar atau kartonnya dan mintalah ia untuk melukiskan diarea yang ditunjuk. Dengan variasi ini manfaatnya mengembangkan pemahaman lebih lanjut mengenai batas/area.

Langkah-langkah lanjutan yang saya lakukan bersama Luigi adalah melukis menggunakan crayon dengan worksheet, dan dia seneng banget.

melukis dengan "batas" menggunakan crayon

goresan crayon Luigi 25 bulan


Awalnya pasti berantakan, corat coret sembarangan, tapi lama-lama juga bisa diarahkan untuk mewarnai pada batas tertentu. Meski tidak sempurna, namun bukankah yang terpenting adalah proses belajarnya? Untuk melihat hasil belajar melukis Luigi bisa cek di Instagram @akuanggraenisepti ya :)



“He does it with his hands, by experience, first in play and then through work. The hands are the instruments of man’s intelligence." Maria Montessori, The Absorbent Mind




31 komentar:

  1. Wah lumayan bagus juga ya mba manfaat melukis untuk anak", jadi perlu direkomendasikan nih buat yang sudah punya anak ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, bisa dicobain dirumah ya :)

      Hapus
  2. Ternyata dengan melukis sederhana sepwrti itu memberikan manfaat yang luar biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, selain menambah bonding juga sama anak :)

      Hapus
  3. anakku bangett nih mba, coret moret padahal banyak yah manfaatnya. makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak papa mba @hehee sudarno, berani kotor itu baik :)

      Hapus
  4. Bagus tulisannya. Lanjutkan!

    BalasHapus
  5. jadi pengen main ginian ma Labib. udah aku follow mbaa ig nyaa, seru lihat ig nya mama luigi. folback yaa ig:@atiqoworld.id

    BalasHapus
  6. Wah..walau coret2 abstrak..lukisan adek cantik warna-warni..

    Kepikiran buat beli juga untuk anak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk ah, dicobain dirumah mbak nova :)

      Hapus
  7. Anakku suka gambardr usia balita, smp sekarang, jika kita turuti stimulus itu dg baik ada hasilny

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah kereeen, dukung terus minat anak ya mbak :)

      Hapus
  8. Kedua anak saya tanpa diminta senengnya gambar. Awalnya klo saya sibuk dg keejaan kantor atau kuliah, biar ga mengganggu saya ksh kertas & pinsil warna. Dia akan asyik dg gambar imajinasinya.
    Si kk sampai SMA setiap sudut buku cetaknya selalu ada gambar. Buku tulis ga ada yg tersisa, semua penuh dg gambar.

    Sementara si Ade senengnya mewarnai, jd saya selalu ngeprint gambar2 untuk diwarnai si Ade.
    Ternyata manfaatnya besarnya....asli baru tau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kebawa sampe besar ya ternyata. keren nih, bisa mendukung minat anak. :D

      Hapus
  9. Saya setuju jika di dalam seni tidak ada benar dan salah. Jadi jangan pernah berkomentar yang menjatuhkan. Maka, waktu anak saya pernah pulang dan hasil prakaryanya dinilai 80(dia buat sendiri) dan temannya 100(karena rapi dan dia bilang dibuatkan Mamanya), saya jadi kecewa dengan gurunya. Hiks:( Kenapa yang dinilai bukan kerja si anak...

    BalasHapus
  10. Anakku kalau diajak melukis demen banget mbak. Selain krn bisa corat-coret, mereka hobinya nyampur warna. Trus girang bgt kalau dapat warna baru,hehe

    BalasHapus
  11. Wah, boleh dicoba nih, selama ini baru berani ngasih di kertas A4 kecil. Mau nyoba pakai kuas juga ah

    BalasHapus
  12. sama mba..aku juga sering ngajak anak nyoret2 di bku gambarnya. tapi lebih seringnya sih dia malah nyoret2 tembok..hihii

    BalasHapus
  13. Anakku jg suka bgt mewarna. Emg waktu kcl lbh bagus kalau kt mengembangkan otak kanannya ya. Kadang suka baper liat anak yg bs hapal ini itu udah bisa itung begini begitu. Anak sendiri sukanya masih cerita2 n warna warna. Hihi. Setuju dah sm artikel ini. :)

    BalasHapus
  14. Whuaa anakku banget... bersepeda dan melukis. Sekarang aku perhatikan dia makin ceria saat udah bisa bersepeda roda dua di usianya yang masih 4 tahun.

    BalasHapus
  15. Ternyata mengajak anak untuk menekuni seni lukis sejak dini, banyak manfaatnya ya...
    Dan beruntungnya saya, anak-anak udah ikut les menggambar dan mewarnai ketika mereka ada di kelas 3 SD.

    BalasHapus
  16. Luigiii ayo main sama Alya. Nanti corat coret tembok alias mural sekalian. Hehehhe

    BalasHapus
  17. Waaah ide yang bagus mbak! Aku lagi cari-cari ide permainan atau kegiatan seru nih. Terima kasih :))

    BalasHapus
  18. Wah iya daripada coret2 tembok, mending kertas gambarnya aja ditempel ke tembok ya. Si adek jadi bebas lukis2 sesuai kreasi dia, haha... Moga adek tambah pintar ya :)

    BalasHapus
  19. Erysha juga senang melukis bun. Terakhir melukis di atas tisu basah. Sambil mengenalkan Erysha pada warna ��

    BalasHapus
  20. Melukis blm pernah coba aku, klo menggambar sm anak sering pake pensil warna dan crayon. Jd pingin coba melukis deh

    BalasHapus
  21. anak-anak baru aku kasih pensil warna dan crayon. Next cobain deh pakai cat air, seperti membuat anak lebih tertarik.
    Terima kasih untuk sharingnya ya mba :)

    BalasHapus
  22. Luigi pinternya. Mamanya telaten ya

    BalasHapus
  23. Perkembangan otak kanan emang penting banget ya mbak.. Harus tetap telaten nemenin si kecil main nih. hehe

    BalasHapus