Sabtu, 30 Desember 2017

Catatan Perjalanan 2017

Mendung menggelayut manja di langit Kota Surabaya. Kota yang biasanya menyengat sangat, tak menampakkan wujudnya. Air-air dari langit sedang giat-giatnya membasahi bumi. Setiap hari selalu ada guyuran kesejukan yang ditumpahkan Allah melalui awan-awanNya. Di salah satu bagian kota, dibawah mendung yang mengambil alih birunya langit itu, di sebuah rumah sempit, seorang yang tak lagi muda merenung. Dialah aku. Muhasabah untuk mengevaluasi apa saja yang telah aku lalui diperjalanan 2017.

Yah, 2017 betapa Allah memberi banyak kejutan padaku. Sungguh, tahun ini adalah kado dari semesta. Setelah hujan membasahi hati, akhirnya terlihat pelangi. Pelangi yang sangat indah. Dan barisan pelangi itu ingin aku tulis disini sebagai goresan langkah perjalanan

1 komentar:
Kamis, 28 Desember 2017

Akhirnya Selfito Ergo Sum di Bali

Empat abad silam, filsuf Rene Descartes berkelana ke banyak negara untuk mencari eksistensi diri dan inspirasi. Serupa Descartes, kaum muda di abad ini juga hobi berplesir. Bedanya, mereka mengejar foto citra diri.
Selfito Ergo Sum. 
Demikianlah istilah yang disematkan generasi milenial untuk melihat eksistensialisme di era saat ini. Artinya kira-kira, “dengan berfoto, eksis di media social, maka saya ada”. Istilah pelesetan dari filosofi Cogito Ergo Sum (aku berfikir maka aku ada)  yang dicetuskan Descartes pada abad ke-16 itu mendorong generasi milenial untuk melanglang buana ke banyak daerah,  bahkan negara,  terutama di liburan akhir tahun seperti saat ini (harian Kompas, 29 Desember 2017)


Tidak ada komentar:
Selasa, 26 Desember 2017

Belanja Tanpa Nyampah, Buang Sampah Dapat Hadiah

Kehidupan kita tidak pernah lepas dari sampah. Apalagi sampah plastik. Cobalah kita tengok perlengkapan kita mulai sabun mandi, sabun cuci, shampo, pasta gigi yang pasti dikemas dengan bahan plastik. Sementara masih banyak diantara masyarakat yang tidak mau repot untuk memilah sampah plastik. Semuanya dimasukkan dalam satu bak sampah. Selesai. Benar saja, sebanyak 65,8 juta ton sampah dihasilkan di Indonesia setiap tahun karena tingkat pemilahan sampah di masyarakat yang masih rendah. Bahkan Indonesia menyumbang 1,29 MMT (million metric tons) sampah plastik ke laut setiap tahun.

Tidak ada komentar: