Kamis, 18 Mei 2017

Review Pompa ASI

Apa sih yang paling dibutuhkan busui (ibu menyusui) ketika tidak selalu berada dekat dengan bayinya? Yups pompa ASI (Air Susu Ibu). Pompa ASI adalah alat yang membantu busui untuk bisa mengeluarkan ASI tanpa perlu bertemu dengan bayi. Nah, jaman sekarang ternyata yang namanya pompa ASI banyak banget ragamnya. Mulai merk, harga dan segala macam kelebihan dan kekurangannya.

Kali ini mama Luigi mau review pompa ASI yang pernah dipakai. Buat saya pompa ASI itu seperti ekor, kemana ada saya pasti ada dia. Gerombolan perlengkapan ASIP (ASI perah) dibawa kemanapun, agar bisa pumping kapan saja dan dimana saja. Ceileeeeh



Berikut beberapa pompa ASI yang pernah dipakai dan review berdasarkan pendapat pribadi.

MEDELA SWING
Ini pompa ASI yang mama Luigi punya pertama kali. Jaman hamil 8 bulan udah beli. Dulu belinya di @Marvelmoms Baby Shop. Harganya 1,785 K.

Menggunakan Medela Swing - single pump


Tentang medela Swing
ü  Beratnya 200 gram
ü  Sizenya 12 x 13 x 5,7 cm
ü  Paket pembelian beserta Medium Shield (24 mm), calma feeding system, 1 breastmilk bottle, multi lid (tutup botol).

Keunggulan
§  Lembut sekali hisapannya, jadi PD juga gak bakalan sakit. Apalagi buat saya yang pertama kali belajar pumping.
§  Suaranya juga lembut
§  Dan karena dia single pump, jadi pas banget buat saya yang adaptasi menggunakan pompa. Kalau belum ahli udah pakai yang double pump, bakal kesulitan.
§  Bisa pake batre AA 4 buah, cuma saya enggak pernah nyobain pakai batrei. Takut boros huehehe.
§  9 level kekuatan hisap
   Kekuatan hisap 50-250 mmHg
§  Warnanya nge-jreng, kuning, bikin makin semangat pumping
§  Fase stimulasi 2 menit dan akan otomatis menjadi fase expression.
§  Mudah dibawa karena bisa dikalungkan di leher.
§  Enggak banyak printilan, jadi nyucinya mudah banget. Simple, suka dagh pokoknya.

Hasil menggunakan Medela Swing


Kekurangan
Karena dia masih open system, jadi terkadang ASInya masuk ke selang. Tapi tetep bisa dibersihkan siiih kalo udah masuk selang. Direndam pakai air anget. Asal enggak sampe masuk ke mesin aja. Jadi pastikan valve tidak terkena ASI dalam botol.
Tidak ada indicator level kekuatan hisap dan tidak ada indikator lama waktu pumping

Pompa ini berjasa banget diawal-awal belajar pumping. Dan diawal-awal ASI udah keluar, salah satunya juga diransang pakai pompa ini.



MEDELA SWING MAXI
Pompa ini tidak pernah saya miliki. Saya pernah pakai, karena denger cerita teman yang bilang kalo menggunakan double pump bakal menyingkat waktu. Teman saya sih waktu itu menggunakan pompa double electric merk lain. Nah karena saya sebelumnya pakai Medela Swing, maka doublenya ya pakai Medela Swing Maxi. Pikir saya, udah cocok pakai Medela. Daripada nyoba merk lain, akhirnya gak cocok, malah gak kepakai khan. Akhirnya saya sewa 1 minggu di @bayiraras Surabaya.

Menggunakan Medela Swing Maxi 


Tentang Medela Swing Maxi
ü  Pompa ASI keluaran Medela di tahun 2013
ü  Beratnya 220 gram
ü  Ukurannya 12 x 13 x 5,7 cm
ü  Jenis pompa Electric (double)
ü  Di paketannya dapet Medium Shield (24 mm) dan 1 calma feeding system, 2 Breastmilk bottle 150 ml, multi lid (tutup botol), 2 stand botol

Keunggulan
Udah sama seperti Medela Swing, masih ditambah ini double pump sehingga sangat menyingkat waktu pumping. Pertama kali saya pumping pakai pompa, hanya 15 menit udah bisa ngosongin PD. Plong rasanya. Puas juga lihat botol sekali pompa 200ml. Jadi memang kelebihan double pump itu pas banget sama Bu Ibuk yang lebih sering enggak bertemu bayi dalam waktu yang relatif lama, dan jam kerja yang lumayan padat, sehingga harus rutin memompa namun bisa memerah 2 PD sekaligus. Sangat mengurangi waktu pompa.

Menggunakan Medela Swing Maxi saat bekerja

Oia, Medela Swing (biasa) enggak bisa di upgrade seperti Swing Maxi dengan ditambah selang Swing Maxi. Karena kekuatan hisapnya berbeda. Kekuatan hisap  Swing 50-250 mmHg, sementara Swing Maxi 300 mmHg. Swing Maxi adaptor nya 12 V dan Swing hanya 6 V.
Menggunakan selang (tube) berbentuk T jadi bisa dipakai single pump
Medela Swing Maxi sudah closed system sehingga ASIP enggak bakalan masuk ke selang.

Kekurangan :
Apa ya, bingung. Cuma connector dan membran beneran harus dipasang dalam keadaan kering. Karena jika tidak benar-benar kering akan mempengaruhi kekuatan hisap.

MEDELA FREESTYLE
Hmm ini pompa kesayangan aku banget. Hadiah yang paling bikin bahagia buat aku sebagai busui. Yeeyy pompa HandsFree. Dan katanya “fits in the palm of your hand”.
Eh itu beneran handsfree? Iya beneran. Gak harus pakai bra khusus macam “pumpease bra”. Tinggal cantolin aja di bra, tangan bisa bergerak bebas ngetik kerjaan dan hapean (ini penting). Sebenernya kalau kita kreatif banyak kogh cara nyantolin tali ke bra biar jadi handsfree, gak harus menggunakan medela jenis ini. Googling aja deh.

Luigi suka nemenin pumping :)


Tentang Medela Freestyle
ü  Beratnya 370 grams (dengan rechargeable battery)
ü  Ukuran 12 x 9 x 5,8 cm
ü  Pembelian sepaket dengan collerbag Medela
ü  4 buah botol Medela 150 ml dan 1 ice pack
ü  1 tas freestyle warna hitam

Hasil menggunakan Medela Freestyle


Kelebihan
§  Closed system
§  Menggunakan batere litium yang “rechargeable” dan batre kuat sampai 5-6 kali pompa. Kayak hape gt deh, jadi bisa dipakai dimana aja. Kalo batreinya udah tinggal 2 bar, enggak mempengaruhi kekuatan hisap. Sama seperti ketika di colok listrik.
§  Enggak ada perbedaan kekuatan hisap jika menggunakan batre dengan colok listrik. Meski pakai batre tetap ringan dibawa.
§  Bisa nyimpen memory level hisapan faforit
§  Layar LCD digital display yang memberikan tampilan level kekuatan hisap dan bisa digunakan sebagai lampu malam
§  Enggak berisik, suaranya halus 
§  Tubing Freestyle bisa dipakai single (selang freestyle beda dengan selang swing maxi meski bentuknya seperti sama)
§  Di banyak situs di klaim dapat menghasilkan 18x lebih banyak ASIP dibandingkan single pump. Buat saya pompa ini bikin ASI saya stabil (selama jam perah tidak pernah skip) bahkan semakin banyak. Mungkin karena saya enggak pernah bosen pumping, karena pakai pompa ini enggak nyusahin. Sangat memudahkan. Mailaaaffff. :D



Kekurangan :
"Katanya" sih harga.

Menggunakan Medela Freestyle saat travelling


Cuma buat saya pribadi, pompa Medela freestyle ini andalan saya banget. Saya enggak pernah kesusahan pumping saat kerja karena gak harus colok listrik, ketika liburan ke Lombok bisa membawa 2,5 liter ASIP ke Surabaya, saya enggak pernah bosen pumping karena nyaman banget, saya enggak pernah males cuci steril printilan karena semua nya perakitannya mudah dan ukurannya enggak kecil, pompa kesayangan banget deh. Ukuran mesinnya juga pas. Gak makan tempat di taruh tas. Disimpan wadah lock and lock udah aman dari guncangan. 

Kelebihan Medela Secara Umum :
Teknologi 2 fase yang meniru hisapan bayi. Jadi 2 tahap memerah (2 phase expression) yaitu tahap stimulasi dan memerah. Ini bisa membuat LDR (Let Down Reflex) cepat keluar.
Sparepart banyak di jual di olshop manapun.
Botol BPA free. Partikel dari BPA dalam jumlah tertentu dalam tubuh bisa membahayakan kesehatan.
Corongnya tersedia dalam berbagai ukuran. S = 21 mm, M = 24 mm, L = 27 mm, XL = 30 mm.
Semua printilan mudah dibersihkan dan dibongkar pasang
Kata mba Rosi dari @bayiraras mengatakan kalau banyak pelanggannya yang memakai Medela turun temurun dari anak pertama ke anak-anak selanjutnya. Secara mesin lebih baik dari yang lain. Sehingga awet.
Kalo saya sendiri, sejak awal punya dari Medela Swing sampe Medela Freestyle belum pernah masuk tempat service sekalipun. Hisapan gak pernah bermasalah.
Service center tersedia di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Untuk Surabaya ada di Ruko Mangga dua Blok A-8 No. 17 Jagir, Wonokromo, Surabaya.
Telp 031. 847770 dan 031.8477772. Tapi saya enggak pernah kesana.



Kekurangan Medela Secara Umum :
Ketika pembelian pasti sepaket sama Medela Calma, padahal enggak kepakek. Why? Byuh printilan Calma banyak sis. Ribet dagh, huhu.


Sekian review dari saya, berdasarkan pendapat pribadi. Semua balik lagi ke kebutuhan Bu Ibuk ya. Pastikan kenyamanan dalam menggunakan pompa ASI.


SELAMAT MEMBERI CAIRAN SURGA MOMMIES :)





*Semua gambar adalah dokumentasi pribadi milik penulis
18 Mei 2017
#30DWCjilid6
#day2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar