Rabu, 17 Mei 2017

Mom's Day Out Vol 6 Surabaya

Tanggal 23 April 2017 yang lalu (bertepatan long weekend), Luigi sebenernya masih rawat inap di Rumah Sakit. Namun jauh-jauh hari saya sudah mengagendakan mengikuti acara Mom’s Day Out Vol 6 yang menghadirkan mba Clefy @cleferikdoodle dari Jakarta untuk berbagi ilmu mengenai melukis dengan cat air dan sayuran. 



Mom’s Day Out adalah acara sharing parenting yang diselenggarakan oleh @iburakarayi Husna Ika Putri Sari, S.Psi, M.Psi atau akrab dipanggil mba Iput. Mba Iput merupakan psikolog pendidikan yang juga sebagai ibu rumah tangga. Acara ini diadakan sebulan sekali. Biasanya disertai dengan bikin kreasi juga gitu. Selain acara Mom’s Day Out mba Iput juga menggagas acara #bikinbikinditaman yang targetnya sebagai sarana sharing parenting dan berbagi ilmu mengenai DIY main anak. Acara Mom’s Day Out terbatas hanya untuk 10 orang saja, dengan biaya Rp. 150,000.  Diselenggarakan di CafĂ© Babeh Street, Jalan Slamet Surabaya.

Instagram mba Clefy


Oia, sudah pada tau dengan mba Clefy? Mba Clefy merupakan pemiliki akun Instagram @clefy_theartganta merupakan seorang master watercolour yang super kreatif. Keren banget polesan nguas nya. Cek deh Instagram nya. Top dagh !!! :D
Selama acara kami diajarin tentang :
Bagaimana membuat garis wajah,
Teknis basah dalam menguas
Membuat potongan bonggol sayur yang biasanya dibuang dalam memasak, ternyata bisa jadi sarana menguas keren seperti bunga-bunga


saya gak bakat menggambar kakak :D

Ketika sesi makan, ada sharing parenting sekilas gitu dari mba Clefy yang memang suka membiarkan anaknya bermain di alam terbuka, dan tidak terlalu suka ekspos gambar anak di media social. Kisahnya dalam mendidik anak buat Fagan dan Berry sungguh inspiratif. Oia karena saya lagi galau mengenai Luigi sekalian tanyakan ke buk ibuk yang hadir, “Gimana ya anak saya 13 bulan belum bisa jalan, padahal sudah saya stimulasi menggunakan push walker?”. Diantara Ibu-Ibu yang hadir banyak yang menjawab sudah gak papa, ditunggu aja, ibunya sabar dulu. Namun mba Iput bilang di dunia maya banyak sekali tersebar mengenai milestone anak per umurnya. Kita sebagai orang tua jangan mudah panik, namun juga jangan santai. Kita motivasi anak misalnya dengan kalimat positif.

Mba Iput juga sharing mengenai “bilang jangan” ke anak. Ada yang bilang boleh ada yang bilang gak boleh. Mba Iput menjawab detail, yang sempat saya video menggunakan Hp. Intinya, jika memang kita udah kepepet gak bisa langsung mikir kata “jangan” diganti apa, ya gak papa bilang jangan. Nanti dikasih penjelasan kenapa gak boleh ini, jangan ini, gak boleh itu dan lainnya. Baru kedepan kita fikirkan lagi "jangan ini" entar diganti apa ya. Karena kata mba Iput berdasarkan penelitian pun, kalau kita bisa mengganti kalimat "jangan" itu bisa lebih merasuk ke anak. Anak juga jadi memiliki alternatif "Oh kalau enggak boleh ini, berarti apa sih yang dibolehin". Misalnya di kolam renang, anak lagi lari-lari. Misalnya kita bilang "jangan lari-lari!!!", malah yang ada mereka lari-lari terus. Berbeda ketika kita bilang "Dek, pelan-pelan jalannya". Si anak akan berfikir "Oh jalan pelan-pelan yang diharapkan Ibu". 




Diakhir acara kita foto bersama. Dengan membawa hasil lukisan kita. Ah saya jadi malu, haha. Tidak bakat dalam bidang gambar dan warna.



Sambil nunggu jemputan Adit, saya sempat ngobrol singkat sama mba Iput (padahal mba Iput udah ditungguin ke 2 krucilnya dan suami) maaaf. Saya tanya mba Iput kenapa jadi Ibu rumah tangga? Padahal mba Iput sekolah tinggi, udah psikolog pula. Dan ini jawaban mba Iput
“Saya sekolah tinggi emang targetnya bukan buat bekerja dan berkarir, namun buat mendidik anak saya. Jadi ilmu saya ya buat anak. Siapa tau dia besok terinspirasi Ibunya aja sekolah sampe S2, berarti aku bisa minimal seperti Ibu atau bahkan lebih. Dan suami saya tidak menuntut saya harus bekerja. Jadi gini, kedua orang tua saya dulu pernah bilang bahwa besok kalau kamu sudah berumah tangga, didik sendiri anakmu dan kalaupun bekerja, cari pekerjaan yang part time, sehingga masih banyak waktu buat mendidik anak.”
Mengenai rezeki bagaimana mbak? Apa enggak khawatir?
“Saya percaya setiap keluarga ada rejekinya masing-masing. Kalau emang sudah dikasih rejeki sama Allah segitu, meskipun saya kerja ya tetap itu rejekinya. Makanya saya bikin acara seperti ini bukan buat mencari uang, bukan. Namun agar ilmunya tetap bermanfaat buat banyak orang. Dan Alhamdulillah suami mendukung.“
Ah terharu deh sama mba Iput, huhu,,
abaikan muka lelah saya, haha


Sampai akhirnya Adit ada di depan jalan raya. Dan kita semua peserta pulang dengan membawa
hasil painting karya kita masing-masing, Goodie Bag yang berisi Sarung bantal dari Sleep Buddy, 1 Botol jamu dari Mu Jamu dan 1 Bungkus freeze dried fruit dari Fruit Monkeys.

https://www.instagram.com/p/BTTO2hBFPbO/

Makasih mba Iput dan mba Clefy sharing dan ilmunya :) Semoga bisa ikutan lagi di #momsdayoutsurabaya setelah lebaran.

#30DWCJilid6
#Day1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar