Sabtu, 13 Mei 2017

Ayo, mendongeng untuk anak !!!


Sudahkah mendongeng untuk anak hari ini? Menurut June R. Oberlander, belajar dimulai sejak lahir!!! Penelitian tentang kecerdasan otak menunjukkan bahwa untuk memaksimalkan kepandaian anak, stimulasi harus diberikan sejak tiga tahun pertama dalam kehidupannya. Anak-anak yang terbiasa menerima stimulasi pada tiga tahun pertama kehidupannya mempunyai IQ 20 poin lebih tinggi dibanding  mereka yang kurang ransangan. Anak-anak yang tidak banyak bermain dan menerima ransangan pancaindra, misalnya kurang disentuh di awal usianya mempunyai ukuran otak 20 sampai 30 persen lebih kecil dari ukuran normal.

Kecerdasan bergantung pada jumlah sel-sel dalam otak dan jumlah simpul saraf otak yang saling terhubungkan. Otak yang sangat lembut terbentu dari cairan-cairan yang kental. Cairan-cairan ini kemudian saling berhubungan dan saling terlihat paling jelas pada usia 8 bulan. Otak yang berhubungan dengan kemampuan berbicara terbentuk sebelum si kecil berusia 18 bulan. Proses pembelajaran bahasa pada anak benar-benar tergantung dari masukan yang didapatnya dari lingkungan. Saraf yang berhubungan dengan kemampuan bahasa hanya dapat berfungsi dengan baik bila anak rutin mendengar suara yang diulang-ulang sejak dini. Itulah sebabnya, anak kecil dengan mudah mampu mempelajari lebih dari satu bahasa dibanding anak berusia 10 tahun.

Salah satu stimulasi yang penting untuk anak sejak lahir adalah membacakan cerita. Ya, menurut Julia Sarah Rangkuti, founder Rumah Main Anak mengatakan waktu yang tepat membacakan cerita adalah sejak bayi lahir. Meski ia belum mengerti cerita yang kita sampaikan, mengajaknya banyak bicara dengan suara lembut dan intonasi yang berbeda-beda akan terekam dalam ingatannya yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan bahasanya. “Berikanlah buku yang memiliki banyak warna agar dapat menstimulasi indra penglihatannya” jelasnya lagi.

Menurut saya, berikut ini manfaat mendongeng untuk anak :

Stimulasi sensori penglihatan bayi
Dengan buku hitam putih atau buku dengan warna kontras misal dominan warna dasar biru, merah dan kuning akan membuat ia merasa tertarik. Jika masih bayi pilihlah buku yang minim kalimat, namun lebih banyak gambar agar ia bisa mengasosiasikan antara gambar dan cerita. Misal cerita pesawat, maka fokuslah pada kata pesawat dan gambar pesawat.

Bonding orang tua dengan anak
Membangun kedekatan dengan anak tidak hanya dengan membawa anak pergi liburan, namun dengan membacakan cerita dongeng. Karena akan terjadi emosi antara anak dan orangtua. Mereka akan ikut tertawa jika jalan ceritanya membawa pada kelucuan, dan akan sedih jika jalan ceritanya membuat sedih. Orang tua bisa memasukkan nilai-nilai moral secara tidak langsung melalui akhir cerita. Dan anak tidak akan merasa digurui karena terbawa dalam suasana alur cerita. Darisanalah kedekatan emosi antara anak dan orangtua ini terjalin.

Menstimulasi berfikir logis
Ketika mereka mendengarkan alur cerita dari awal, tengah sampai akhir, anak akan menghubungkan jalan cerita yang dibawakan orangtua. Secara tidak langsung mereka akan dibuat berfikir dan berimajinasi mengenai tokoh, latar dan alur cerita. Secara tidak langsung akan membuat anak terasah kemampuan problem solving nya.

Menstimulasi perkembangan bahasa
Dalam mendongeng mereka akan bertemu dengan perbendaharaan kosakata baru. Semakin banyak kosa kata yang dimiliki, semakin cepat dalam kemampuan berkomunikasi. Dan lebih mudah dalam penyampaian ide/gagasan anak.

Menstimulasi indra perabaan
Ada buku anak yang didesign sentuh dan raba. Jadi buku bertekstur memang targetnya juga mengenalkan tekstur semisal kasar dan halus.

Dan menumbuhkan semangat membaca sejak dini
Jika anak terbiasa dibacakan dongeng oleh orang tua, maka membuat rasa keinginan tahuan anak semakin besar. Dengan rasa keingin tahuan itulah membuat ia harus menyelesaikan rasa penasarannya. Salah satunya adalah dengan membaca.

Membangun kecerdasan emosi
Dengan karakter atau tokoh dalam dongeng yang dibawakan, membuat mereka secara tidak langsung ikut merasakan setiap emosi dalam setiap karakter. Mereka jadi mengerti bagaimana penempatan emosi positif dan negatif.

Demikian manfaat mendongeng, semoga kita para orang tua tidak lupa minimal 5-10 menit membacakan cerita dongeng pada anak. Perlahan dan bertahap menyiapkan anak menjadi cerdas.



“Seseorang bertanya : “Dimana tempat menanam benih yang paling baik agar buah yang banyak akan didapat? “Sang guru mendengar dan tersenyum, “Tanamkan di hati setiap anak.” (June. R Oberlander)





Sumber referensi  bacaan:
Slow and Steady Get Me Ready, June R. Oberlander, PT. Primamedia Pustaka, Jakarta, 2005
Rumah Main Anak, Julia Sarah Rangkuti, Sahabat Sejati Publishing, Depok 2016