Kamis, 19 Februari 2015

Kepo ASI (Air Susu Ibu)



“Bahkan ketika sang Rasul wafat ditinggal wafat oleh ibundanya...Tuhan tetap menyayanginya dengan memberikan ibu susuan Halimah binti Sadiyah...bukan dengan memberinya susu kambing atau onta...Maka...bacalah...bacalah....seru Dia Yang Maha Cinta.....

Sedih ketika tahu 87% Ibu Indonesia memberikan susu formula (baca : sapi) pada bayi yang dilahirkan” Ungkapan dr.Dini Adityarini,Sp.A di akun medsosnya suatu hari.

Entah mengapa semenjak saya menikah, saya bawaannya jadi kepo akan banyak hal. Saya kepo mengenai ASI, saya kepo mengenai MPASI, saya kepo mengenai DO and DON’T for baby, saya kepo biaya sekolah dari KB sampe SD di sekolah Islam yang (katanya) berkualitas. Saya juga kepo ilmu parenting. Semenjak menikah, seperti di cerita saya sebelumnya bahwa saya suka “pelesiran” ke berbagai grup sharing emak-emak alias para ibu-ibu. Mengenai kehamilan, ASI, MPASI, vaksinasi, penyakit anak (khususnya bayi), parenting, perencanaan keuangan dll.
Entahlah, padahal sampai dengan hari ini saya (dan suami) belum memiliki rencana memiliki anak #komitmen. Dan kali ini saya ingin sekali menulis mengenai ASI.

gambar dari gayahidupku.com

QS Al Baqarah (2) : 233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Sampai Allah sendiri ‘turun tangan’ untuk mengatur hal ini, ada apa dengan ASI? Mengapa harus ASI? Jika diganti apa salahnya, toh sufor juga pasti bergizi bukan ya? melalui penelitian ilmiah, produsen dari pabrik2 asing punya orang2 bule yang notabene pinter2 menelitinya, daaan kenapa juga sekarang banyak sekali kampanye mengenai ASI, mulai kelas menyusui, konselor laktasi, alat-alat pompa ASI, botol2 penyimpan ASI, buku-buku mengenai ASI dan suatu tindakan pidana jika petugas kesehatan memberikan susu formula di hari pertama kelahiran bayi tanpa persetujuan ibu atau keluarga. Makin kepo lah saya...

Jurnal dan penelitian ASI di luar kebanyakan berbahasa Inggris. Hmm (saya nya pasti kesulitan, apalagi banyak istilah kedokteran) haha. Lalu saya membeli buku2 mengenai seluk beluk ASI ini ...

InsyaAllah sebagian sudah saya baca, dan apa kesan ku. Sungguh Allah Maha Besar, Allah Maha Baik, Allah Maha Penyayang, Allah cinta pada hambaNya, Allah menciptakan manusia baru dari rahim seorang Ibu beserta makanan terbaiknya (ASI), Allah telah mendesain sunatullah susu Ibu agar bisa dikonsumsi oleh anaknya. Tanpa biaya, gratis tis. Selalu tersedia kapanpun. Dan gizi yang melimpah dibanding susu formula merk dan semahal apapun. Catet ya, semahal apapun. Ada banyak nilai gizi dari ASI yang tidak bisa tergantikan oleh susu formula. ASI juga mudah dicerna dan diserap. Dan melindungi bayi dari infeksi. Selain itu manfaat ASI tidak hanya untuk bayi, namun banyak sekali manfaat untuk Ibu jika ia menyusui baik secara langsung maupun tidak langsung (pumping). Salah satu manfaat bagi Ibu bisa mengurangi resiko kanker (payudara dan indung telur) dan penyakit2 yang lain.

gambar dari ykai.net

Subhanallah, semakin keren lah ASI di mata saya. Saya menyebutkan “cairan emas”.

ASI hewan saja telah dirancang sedemikian rupa oleh Nya untuk kelangsungan hidup bayi misalnya disini beruang kutub dan orangutan.
Karena kutub utara dingin sekali, ASI beruang kutub amat berlemak, bayi beruang kutub perlu lemak agat tubuhnya tetap hangat. Sedangkan karena di hutan panas, ASI orang hutan banyak airnya. Jika terlalu berlemak, anak orangutan bisa kegemukan tidak bisa bergelayutan di pohon, dan dia bisa kepanasan.

Berarti hanya ASI saja yang terbaik untuk bayi, bukan susu pengganti atau susu formula, susu sapi, susu kambing atau bahkan susu onta...
Seorang bernama dr. Andy Darma, Sp.A(K) – konsultan gastroenterologi mengatakan “logika sederhana dan mudah saja. Kalau ada bahan makanan cair kemudian dikeringkan lalu ditambahkan banyak-banyak zat kimia lalu di tambahkan air lagi supaya bisa diminum bayi, pasti jauh lebih bagus yang fresh, alami yaitu ASI....”

Dan di jaman yang serba canggih saat ini, informasi mengenai ASI sangat banyak. Mulai manajemen penyimpanan, cara memberikan ASI selain disusukan langsung, dan penelitian bahwa ASI perah dapat bertahan 6 bulan (freezer dengan lemari es 2 pintu). Bahkan pada suhu -18 derajat C dengan freezer khusus bs tahan 12 bulan looh.

Suatu hari di pagi yang sejuk saya bertanya pada Ibu saya berapa lama saya di susu i. Ibu menjawab lupa. Aku tanya lagi apa selama 2 tahun Ibu menyusui saya. Beliau menjawab 10 bulan. Hmm tidak sampai 2 taun namun saya tau Ibu sudah memberikan yang terbaik.

Dengan banyak membaca (dan browsing) seputar ASI, ternyata banyak sekali diluar sana para ibu2 pejuang ASI. Maksudnya mereka tetap bisa menyusui anaknya sampai 2 tahun meski dalam kondisi bekerja. Saya pernah membaca cerita seorang Buruh Pabrik yang tetap bisa memberikan ASI putranya sampai 2 tahun padahal tanpa memiliki lemari es dirumahnya, sehingga balok es lah yang sering diganti untuk mendinginkan ASI (bisa juga dibayangkan betapa ribetnya di tengah jam kerja pabrik yang shift), seorang pramugari yang berkeliling satu negara ke negara lain, yang tetap bisa memberikan ASI padahal anaknya di Jakarta sementara ibunya di Jeddah, 27 hari bekerja dan hanya 9 hari berada di Jakarta. Dan seorang Ibu yang 20 bulan memerah ASI dan masih memerah. Anaknya di Subang sementara sang ibu bekerja di Bandung. Setiap Jumat sore bersama suaminya naik motor ke Subang membawa ASI untuk seminggu dengan menempuh perjalanan 3-3,5 jam. Kenapa pumping terus, alasannya karena anaknya maunya pakai dot.
Dan Course Director Sentra Laktasi Indonesia pada 2013 mengadakan perhitungan pembelian susu formula dengan obyek orang Jakarta – seorang yang menyusui bayi nya selama 2 tahun bisa menghemat sebesar 60 juta. Wow, itu uang yang gak kecil. Mungkin ini manfaat selanjutnya ya.
Saat ini juga mulai bermuculan bisnis Kurir ASI. Iya, seseorang yang siap sedia mengantar ASI, dari kantor ke rumah, dari bandara ke rumah, dll.Belum lagi orang-orang baik yang mau mendonorkan ASInya kepada bayi yang benar-benar membutuhkan.

Saya tau tulisan ini terlalu jauh, harusnya yang lebih urgent adalah apa saja yang perlu disiapkan untuk merencanakan kehamilan, tes abc, vaksin abc atau apapun itu Insya Allah saya pun sedang belajar sambil jalan.
Dengan semua ini InsyaAllah kedepan kalau sedang mempersiapkan kelahiran bayi (kapan juga ya haha) saya komitmen mencari Rumah Sakit yang mendukung :
 > IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
> Rawat Gabung (bayi disamping Ibu selama 24 jam)
> dan ASI eksklusif (bismillah, jika tidak ada masalah medis) dan meneruskannya sampai 2 tahun dengan makanan pendamping.
Setelah banyak tau, saya pikir memberikan ASI itu bukan pilihan (ASI atau sufor), ASI itu hak anak. Dia punya hak untuk tumbuh dan berkembang dengan gizi yang terbaik. Dan yang terpenting Tuhan telah menyarankan para Ibu untuk menyusui yang ternyata telah banyak diteliti orang Barat mengenai keunggulan dan manfaatnya untuk Ibu dan anak. ASI cairan emas dari sang Maha Penyayang. Saya harus keras kepala 'ngASI' meski terjangan iklan sufor membahana badai #halah :D
Semoga rencanaku ini di dukung oleh suami dan seseorang baik yang menjaga anakku kelak jika aku bekerja dari pagi sampai malam *lapkeringat :) :) :)

Bismillah Allahhu Akbar

buku koleksiku hihi... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar