Senin, 12 Maret 2018

Apa itu Fitrah Based Education?



Tanggal 10 Februari 2018 saya ada diacara seminar parenting yang diadakan oleh SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya. Menghadirkan ust Harry Santosa yang mengisi materi dengan tema Mengembangkan Potensi dan Karakter Anak Berbasis Fitrah. Ust Harry Santosa merupakan pakar pendidikan berbasis fitrah dan penulis buku Fitrah Based Education.

Ust Harry membuka obrolan dengan menunjukkan bahwa setiap fitrah anak itu pasti ada kontribusinya esok. Misalnya anak yang cerewet esok bisa menjadi MC, anak yang guyub dan mudah menjalin hubungan komunikasi dengan orang baru esok bisa jadi Public Relation, ada anak yang lebih sering waspada, sedikit-sedikit negative thinking esok bisa jadi intel, anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau pengacara.


Sebagai orangtua harusnya kita berfokus pada cahayanya. Bukan pada kegelapannya. Kegelapan yang dimaksud  disini misalnya ada anak yang mudah menangis, kita melabel dengan sebutan cengeng. Padahal ada seorang Ibu yang curhat ke ust Harry, anaknya sangat sensitif dan mudah menangis. Lalu ust Harry menyarankan ketika anaknya menangis suruh aja nulis. Tau gak, sekarang anak Ibu tersebut menjadi penulis novel. 

21 komentar:
Kamis, 08 Maret 2018

Generasi Berkualitas Dimulai dari Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (bagian II)



Tulisan ini melanjutkan bagian satu (DISINI), jadi dibaca dulu sebelumnya ya Moms



Bagaimana cara memberikan MPASI yang benar dan ilmiah?
Sesuai WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
1.    Tepat waktu (timely)
2.    AdeKuat (adequat)
3.    Aman (safe)
4.    Pemberian MPASI dengan cara yang benar (responsive feeding)

Tepat waktu (timely)
Menurut World Health Organization (WHO), dimulai dari usia 6 bulan. Menurut European Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology dan Nutrition (ESPGHAN) boleh dikenalkan saat usia 17 minggu (4 ½ bulan) dengan asumsi tertentu dan tidak boleh lebih dari 27 minggu.

9 komentar:
Selasa, 06 Maret 2018

Generasi Berkualitas Dimulai dari Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan



Sabtu, 3 Maret 2018 sejak pagi Surabaya hujan tanpa henti. Namun tak menghentikan para blogger Surabaya untuk datang di undangan Nutrisi Untuk Bangsa dari Nutricia. Kali ini tema yang akan dibahas adalah pentingnya 1000 hari pertama kehidupan untuk generasi berkualitas. Acara ini mendatangkan para ahli dibidangnya yakni dr Nur Aisyah Widjaja, Sp.A(K), yang merupakan staf bagian anak konsultan nutrisi pediatri dan penyakit metabolik FK Unair/RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dan Atik Kasiati, M.Kes seorang bidan yang merupakan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Jawa Timur dan pendidikan terakhir beliau adalah magister kesehataan reproduksi FK UNAIR.

dr Nuril menjelaskan praktek pemberian makan bayi pada 1000 hari pertama kehidupan


Apa sih 1000 hari pertama kehidupan?
1000 hari pertama adalah masa pesat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Menghitung 1000 hari ini adalah sejak dalam kandungan. 1000 hari = 33 bulan = 9 bulan + 24 bulan. Sehingga 1000 hari pertama kehidupan adalah semenjak didalam kandungan 9 bulan sampai anak berusia 2 tahun.

Pembahasan ini dibagi menjadi 2 sesi. Untuk pembahasan setelah bayi lahir sampai usia 2 tahun akan dibahas oleh dr Nur Aisyah Widjaja, Sp.A(K) atau dipanggil dr Nuril dan untuk pembahasan sejak didalam kandungan disampaikan oleh bidan Atik Kasiati.

Mengapa 1000 hari pertama penting?
Kampanye 1000 hari pertama kehidupan ini dilakukan oleh World Food Programme (WFP) atau Program Pangan Dunia yang merupakan lembaga bantuan kemanusiaan PBB terbesar didunia, khususnya dalam hal bantuan pangan dan nutrisi. Juga disampaikan pentingnya oleh mantan presiden Amerika Barack Obama juga Hillary Clinton.



Apa perbedaan anak dan dewasa? Pertumbuhan dan perkembangannya yang berbeda. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik/organ tubuh. Perkembangan adalah perkembangan fungsi organ, yang dimana perlu distimulasi agar tercapai fungsi optimal (motorik kasar, motorik halus dan kognitif). Child is not just a miniature adult !!!
Orang dewasa tidak ada pertumbuhan dan perkembangan alias stagnan.
19 komentar: