Selasa, 25 Juli 2017

Permainan untuk Melatih Berfikir Anak dibawah Dua Tahun


Seperti artikel ini, dalam buku Slow and Steady Get me Ready penulis mengatakan bahwa belajar dimulai sejak lahir. Hal ini diperkuat dengan uraian dr. Atien Nur Chamidah dalam talk show Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak. Dijelaskan setelah dilahirkan, ketika otak anak mendapatkan suatu stimulus yang baru, maka otak akan mempejari sesuatu yang baru. Stimulus tersebut akan menyebabkan sel syaraf membentuk sebuah koneksi baru untuk menyimpan informasi. Sel-sel yang terpakai untuk menyimpan akan mengembang, sedangkan yang jarang atau tidak terpakai akan musnah. Disinilah pentingnya suatu stimulasi yang rutin diberikan. Stimulasi yang terus menerus diberikan secara rutin akan memperkuat hubungan antarsyaraf yang telah terbentuk sehingga secara otomatis fungsi otak akan menjadi semakin baik. Dan stimulasi yang diberikan sejak dini juga akan mempengaruhi perkembangan otak anak. Stimulasi dini yang dimulai sejak usia kehamilan 6 bulan sampai anak usia 2-3 tahun akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam ukuran serta fungsi kimiawi otak.



Lantas, bagaimana teknik stimulasinya? Dengan bermain. Seorang Maria Montessori percaya bahwa semua anak dimanapun dan kapanpun pada umumnya ingin belajar. Dan belajar itu melalui bermain. Pekerjaan anak adalah bermain.


Sementara dengan perkembangan teknologi yang sangat luar biasa hari ini, dan kesibukan orang tua bekerja yang terkadang tidak sempat menyiapkan alat permainan edukatif untuk stimulasi anak. Akhirnya terkadang TV dan aplikasi permainan dalam gadget menjadi pilihan agar mereka ada aktifitas atau agar diam. Padahal meski bekerja, orangtua masih bisa bermain bersama anak secara kualitas. Jika tidak bisa membuat DIY atau tidak mau repot untuk membuat mainan anak handmade, kita bisa membeli mainan jadi. Tinggal kita mengetahui, didalam toko mainan yang banyak itu, kita ingin permainan untuk stimulus apa.

Sebagai emak yang malas ibu bekerja, saya pun membeli alat permainan anak. Tanpa repot, membutuhkan banyak waktu, buat saya yang penting tujuan kurikulum anak saya tercapai.

Berikut ini permainan yang pernah (dan MASIH) saya lakukan bersama anak saya, Luigi

Push walker
Dulu membeli push walker ini awalnya sebagai stimulasi berjalan. Dan ternyata benar, saat usia 12 Luigi belum bisa berjalan. Tapi dia senang mendorong ‘singa’ kecilnya ini.



Manfaat push walker ini antara lain :
·      Mendorong membantu ia mengembangkan keseimbangan
·      Fitur lampu dan musik akan memotivasi Luigi untuk mendorongnya agar lekas berjalan
·      Melatih kemampuan motorik halus karena ada fitur dibalik, ditekan dan diputar.
·      Mengenalkan sebab akibat, jika tuts piano yang dipencet akan mengeluarkan bunyi, jika didorong roda akan menggelinding dan berjalan
·      Cermin cilukba untuk mengenali diri
·      Mengenalkan warna




Menara pelangi
Ini permainan yang cepet banget Luigi belajarnya. Namun ia masih belum mampu mengurutkan sehingga terbentuk sebuah menara.
Manfaat permainan menara pelangi ini adalah :
·      Perkembangan motorik halus saat ia berusaha memasukkan lubang sesuai dengan pasak
·      Koordinasi mata dan tangan
·      Pengenalan warna
·      Melatih kefokusan dan konsentrasi
·      Melatih logika
·      Melaih ketelitian dan kesabaran
·      Konsep masuk-keluar
·      Konsep membandingkan urutan, menyusun lebih besar dan lebih kecil (matematika dasar)

lihat video Luigi main menara pelangi disini ya


Wire beads atau kotak alur kawat manik
Jenis permainan alur kawat manik disana beragam jenisnya. Dari yang 2 kawat sampai yang rumit. Sebagai pengenalan awal permainan ini, saya memilihkan yang dua kawat.

Salah fokus sama jari kelingkingnya :D haha

Manfaat permainan ini :
·      Saat memindahkan biji manik dengan melewati kawat yang meliuk, akan melatih koordinasi mata dan tangan
·      Melatih kemampuan problem solving saat ia berusaha menggeser biji manik dari ujung satu keujung lainnya dengan rintangan jalur yang berputar
·      Melatih kosentrasi dan kesabaran
·      Mengenalkan warna
·      Meransang motorik halus sebagai latihan memegang pensil nanti



Sortir shapes
Mainan ini bisa dikenalkan sejak usia anak 12 bulan. Saya beli saat Luigi 16 bulan. Yang Luigi punya adalah shapes dengan 5 lubang. Dengan 5 lubang ia jadi bisa fokus. Menggunakan wadah yang ada pegangannya sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tidak mudah hilang. Plastiknya tebal, tidak mudah pecah. Ukuran lubangnya juga besar. Karena ukurannya besar, tidak mudah tertelan atau hilang. Di tiap sisinya tidak tajam sehingga aman untuk anak.



·      Mainan ini membuat anak belajar bentuk secara sederhana. Misalnya kotak, lingkaran, segitiga, segiempat, hati dan lainnya.
·      Sebagai visualisasi bentuk benda yang ia temui, misalnya TV bentuknya apa ya? Kotak. Bola bentuknya apa ya? Lingkaran.
·      Belajar warna
·      Melatih motorik halus saat memasukkan lubang yang tepat
·      Melatih problem solving saat ia memilih dan memasukkan bentuk ke lubang yang sesuai. Jika tidak sesuai, ia akan mencari lagi sampai berhasil.
·      Melatih kesabaran. Saat proses mencocokkan ia akan mengalisa dan membuatnya bersabar.
·      Melatih sebab akibat. Ketika memasukkan benda, ia berusaha mendorongnya dan kemudian shapesnya hilang (terjatuh ke bawah), saat itulah ia menyadari bahwa ia telah sukses memilih lubang yang sesuai.
·      Melatih koordinasi mata dan tangan saat anak menggunakan tangan dan menganalisa batas bentuk dan lubang.





Puzzle binatang
Saya menggunakan hewan yang mudah ditemui. Seperti kucing. anjing, ikan, kuda. Tidak mengenalkan unta jika dia belum pernah melihat unta baik di TV atau alat peraga.
·      Mengenal kosa kata nama binatang
·      Melatih koorrdinasi mata dan tangan saat menjumput benda dari 2 jarinya (jempol dan telunjuk)
·      Melatih daya ingat saat ia menyebutkan kembali nama binatangnya
·      Melatih visual spasial saat ia berkosentrasi berusaha meletakkan sesuai bentuknya.



Geometric puzzle
Manfaat permainan ini diantaranya :
·      Pengenalan bentuk geometri
·      Pengenalan warna
·      Melatih problem solving anak saat mencari bentuk yang sesuai di papan kayu
·      Melatih logika sebab akibat saat ia berhasil meletakkan puzzle sesuai dengan tempat dan bentuknya.
·      Koordinasi mata dan tangan saat ia menjumput knop dengan jempol dan jari telunjuknya.

(punya Luigi udah pada hilang, jadi tidak ada potonya)

gambar diambil dari : dolanankayu.com


Frog balance
Manfaatnya :
·      Mengenalkan konsep keseimbangan
·      Melatih berfikir sebab akibat, jika memasukkan tidak dengan jumlah lingkaran yang sama, maka akan miring di satu sisi. Jika memasukkan jumlah lingkaran sama, maka akan seimbang.
·      Melatih problem solving saat ia berusaha membuat timbangan menjadi seimbang dan tidak miring satu sisi.
·      Koordinasi mata dan tangan saat menyesuaikan lubang dengan tiang pasak.


punya Luigi sudah rusak :D

Bola-bola
Tujuan saya dengan permainan bola-bola ini bukan untuk mandi bola. Melainkan mencocokkan warna bola dengan warna wadahnya.
Manfaat permainan ini diantaranya :
·      Mengenalkan warna dasar
·      Koordinasi mata dan tangan saat memasukkan bola ke dalam wadah
·      Kemampuan memecahkan masalah saat ia berusaha warna bola dan wadah yang sama
·      Kemampuan mendengar untuk tujuan tertentu, saat saya suruh ia meletakkan bola biru pada wadah berwarna biru.
·      Melatih keyakinan diri saat ia berhasil memasukkan sesuai dan kita beri tanda bahwa ia sukses
·      Keterampilan mengikuti petunjuk/arahan, saat kita memberi aba-aba perintah
·      Konsep masuk dan keluar

video bola-bola Luigi

Kayu lekuk
Melatih motorik halus untuk persiapan menulis, melatih kosentrasi dan problem solving. Permainan ini juga sangat menguji kesabaran. Luigi terkadang ingin menarik bebeknya karena tidak sabar, padahal saya sudah bilang itu digeser, Nak. Lalu jika tidak segera berhasil, ia cuma putar-putar bebeknya. 
Oia permainan ini gabung sama wire beads diatas



Mendongeng


Mungkin terlihat permainan sepele ya, namun kita perlu pahami bahwa mereka masih usia dini. Bagi anak usia dini, permainan seperti sortir shapes misalnya itu membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Ia harus mencoba satu demi satu shapes, mencocokkan dengan lubang bentuk yang sama. Dan permainan puzzle membutuhkan tingkat presisi yang tinggi agar knop bisa menempel kembali pada tempatnya. Dan semuanya membutuhkan kesabaran. Saat itulah anak juga belajar berproses, bersabar sampai akhirnya berhasil. Bukankah kelak hal itu akan dibutuhkan anak?

Dalam permainan anak jika ada pilihan bahan plastik atau kayu,  saya berusaha memilih yang dari bahan kayu. Misalnya Menara pelangi. Tujuannya adalah untuk menguatkan otot tangan anak. Hal ini untuk persiapan menulis kelak.
Untuk bahan kayu, pilihlah dengan cat non toxic agar aman, karena usia dibawah dua tahun seperti Luigi masih rawan memasukkan benda kemulut. Biasanya mainan yang aman ada tempelan logo SNI.
Mengecek juga bentuknya tajam atau tidak, misalkan bentuk segitiga.

Demikian permainan yang pernah dan masih Luigi lakukan bersama saya. Luangkan waktu bermain bersama anak, Bunda. Buang gadget dalam tas kerja terdalam. Jadikan rumah sebagai tempat paling nyaman untuk anak belajar.

Pernah saya membaca buku “Pendidikan Anak Usia Dini Saat Ini” karya George S. Morrison mengatakan bahwa Montessori melihat bermain sebagai cara anak bekerja. Sehingga rumah dan Pendidikan prasekolah baru bisa menjadi tempat kerja mereka jika pembelajaran dilakukan lewat bermain. Dan menurut Bu Ivy Maya Savitri dalam pelatihan Montessori yang pernah saya ikuti, mengatakan didalam kelas Montessori setiap anak “bekerja”. Sehingga, temanilah si kecil ‘bekerja’. Mari bekerja dengan bermain. Biarlah anak-anak ‘bekerja’, untuk mengembangkan diri dan membuat karya kecilnya yang indah.


“Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain dan terbentuknya kelekatan. Jangan kau cabut anak-anak dari dunianya terlalu cepat, karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang kekanakan.” Prof Neil Postman dalam buku The Disappearance Childhood


Sumber referensi :
Modul Talk Show “Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak” dr. Atien Nur Chamidah, 17 Oktober 2009
Modul pelatihan Metode Montessori, Ivy Maya Savitri di Hotel Arcadia Surabaya, 6-9 April 2017
Senin, 24 Juli 2017

Mudik ke Trenggalek

Semoga enggak terlambat deh posting tema ini hihi. Emang pada tau enggak ya atau bahkan pernah dengar Kabupaten Trenggalek? Ouwooo,..kedengaran asingkah? Kabupaten Trenggalek merupakan daerah di pesisir pantai selatan pulau Jawa. 2/3 bagian luasnya merupakan tanah pegunungan. Makanya gak salah jika di kabupaten ini pemandangan alamnya bagus banget, pegunungan, pepohonan, dan hutan-hutan termasuk hutan cengkeh. Juga banyak pantai-pantai yang indah karena letaknya geografisnya berdampingan dengan Samudera Hindia. Lahan pertaniannya juga banyak karena subur tanahnya. Trenggalek diapit oleh Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungangung, Samudera Hindia dan Kabupaten Pacitan. Nah sekarang kota kecil ini dipimpin oleh pasangan bupati dan wakil bupati termuda se-Indonesia versi MURI. Dialah Emil Elestiano Dardak dan M. Nur Arifin. Ibu Bupatinya ya Arumi Bachsin, artis sinetron dan FTV ituh hihihi :D


Sejak kecil Trenggalek selalu ada di hatiku karena agenda setelah Ramadhan pasti mudik ke sana. Karena di kota kecil ini Bapak dan Ibuku dilahirkan dan dipertemukan (juga dinikahkan). Ciyeee.

Tahun 2017 berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika mudik tahun sebelumnya Luigi masih ‘piyik’ dan masih ASI Eksklusif, tahun ini dia udah banyak tingkah, lagi seneng jalan, makan 3X sehari sama seperti kita dan minum susu formula yang halal dan enggak kadaluarsa. Sehingga peralatannya pasti makin banyak. Untuk kebutuhan susunya aja, aku harus siapin termos air panas dari rumah, air aqua, botol bersih 4 buah, belum lagi peralatan makannya. Karena perjalanannya aja memakan waktu lebih dari 10 jam dari Surabaya. Ini sih emang karena sering berhenti juga, entah buat makan ataupun shalat. Kalo normal ya 6 jam udah nyampe.

shalat Shubuh di Masjid Agung Trenggalek

Empat hari sebelum lebaran memang ada kejadian yang enggak mengenakkan buat aku. Karena aku kena gejala Demam Berdarah dengan hasil laboratorium trombositku turun drastis. Jadi tubuh rasanya panas dingin. Lemes. Ini masih ditambah batuk pilek. Gak hanya itu, tenggorokan rasanya seperti banyak durinya. Huift tersiksa dagh pokoknya. Obat dari dokter tidak segera menghilangkan sakit tenggorokanku. Sementara nyari apotek hari lebaran susah banget.


Meski masih lemah, aku tetap berangkat ke Trenggalek sama Bapak, Ibu, Luigi dan Adit hari pertama Lebaran. Meninggalkan Surabaya jam 22.00 WIB dan selama perjalanan berhenti beberapa kali. Jika tahun kemaren sempet nyasar, tahun ini Alhamdulillah enggak. Jika tahun sebelumnya Adit belum lancar mengemudi, sehingga Trenggalek-Panggul harus dijemput Saudara, tahun ini bisa berangkat sendiri. Setibanya dirumah nenek, Luigi langsung aku bawa ke sawah.



Wah dia seneng banget. Ini adalah tempat faforitku sejak kecil. Dulu aku suka bermain disini, mencari yuyu (kepiting kecil), foto-foto dan bikin video ala reporter di sawah. Hamparan sawah tersebut dekat dari rumah nenekku, dan persawahan ini dikelilingi gunung yang keren banget. Jika berjalan beberapa langkah lagi, akan bertemu dengan sungai. Dulu sungai ini dibuat orang mandi, nyuci baju dan buang hajat. Namun sekarang sudah enggak lagi. Yaudah Luigi aku cemplungin deh disana. Sampe dia gak mau berhenti, gak mau diangkat, maunya maen air sungai.




Hari ketiga lebaran sebenernya agendanya adalah ke Sambiroto, sebuah gunung yang hampir ‘bertemu’ langit saking tingginya. Tempat itu adalah tempat masa kecil Bapakku. Di Sambiroto, jika musim kemarau sulit air dan pepohonan banyak yang meranggas. Dulu rumah Bapakku enggak punya tempat buang hajat. Jadi serba susah lah kondisinya. Jika masak aja masih pakai ‘blarak’ dan kayu tanpa kompor. Cuma sekedar semen dibentuk tungku untuk memasak. Blarak adalah daun kelapa yang sudah kering.





Esoknya kami main ke kota kelahiran mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni Kabupaten Pacitan. Katanya di Pacitan ada banyak tempat wisata yang bagus. Tujuan kami adalah ke Pantai Soge. Menempuh perjalanan sekitar satu jam dari rumah nenek, kami sampai di Pantai Soge. Setelah makan bakso, kami naik perahu. Jadi di samping laut pantai Soge, ada danau kecil yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi air surut. Dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang ditengah. Danaunya tidak terlalu luas, tetapi bisa digunakan perahu wisata. Jadi danau kecil ini berair payau.

Pantai Soge, Pacitan

Ketika perjalanan pulang kerumah, kami mampir ke Pantai Pelang, Trenggalek. Di pantai Pelang, Luigi berjalan tertatih satu demi demi satu. Berusaha menyeimbangkan langkahnya agar tak terjatuh seiring debur ombak yang terus bergulung dan memecah tepian Pantai Pelang. Pantai ini berada di desa Wonocoyo, kecamatan Panggul. Banyak yang bilang ombak dipantai ini cukup besar. Selain laut, sebelah kanan pintu masuk ada ada air terjun setinggi 25 m. Banyak orang jualan makanan dan minuman pula untuk mengisi perut yang sedang konser akbar.



Pantai Pelang, Trenggalek


video Luigi di Pantai Pelang

Pantai Konang


Hari kelima lebaran, saatnya aku dan Adit berduaan ke Pantai Konang. Ya, cuma menikmati pemandangan laut. Pantai Konang hanya berjarak 2 km ke arah timur dari Pantai Pelang. Berada di desa Nglebeng, kecamatan Panggul pantai ini juga disebut pantau nelayan. Dibibir pantai banyak warung yang menjual ikan bakar, ikan asap, dan kelapa muda. Tidak ada tiket masuk, kita hanya dikenakan biaya parkir saja.

Pantai Konang, Trenggalek


Hari keenam lebaran, dilalui di Pacitan lagi. Berangkat pagi-pagi, kami ke Pemandian Air Hangat Tirto Husodo. Berada di desa Karangrejo, kecamatan Arjosari yang 15 km dari pusat Pacitan. Sejujurnya jika beginian Adit enggak tertarik. Dia enggak bisa renang, haha. Tapi jika aku basah-basahan juga malas. Kondisi juga belum benar-benar fit. Akhirnya Aditlah yang nyemplung nemenin Luigi. Dari kolam anak-anak sampai kolam dewasa. Dia asli, seneng pol. Disekitar pemandian banyak warung makan, juga toko oleh-oleh. Disini juga disediakan puluhan tempat bilas nan bersih, namun airnya dominan panas daripada hangat. Jadi harus bener-bener hati-hati milih kamar bilas.

Pemandian Air Anget

Setelah dari Pemandian Air Hangat, ke Pantai Teleng Ria, Pacitan. Letaknya dekat pusat kota Pacitan, hanya berjarak 3 km. Pantai ini juga salah satu dalam deretan pantai selatan Pulau Jawa yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Pantainya bagus banget. Dikelilingi bukit berbentuk V nan indah. Didekat pantai Teleng Ria, kami melanjutkan ke Tempat Pelelangan Ikan. Disini kita bisa membeli ikan dengan harga sangat murah. Namun saat kesana, nelayan baru waktunya berangkat, sehingga belum ada ikan segar yang ada.

Pantai Teleng Ria, Pacitan



Tempat Pelelangan Ikan Teleng, Pacitan

Dengan perjalanan panjang, berangkat dari Surabaya-Trenggalek, ke tempat wisata di Pacitan sampai delapan hari didesa, Luigi sangat sehat. Bahkan meski aku batuk pilek, ia tetap bertahan dalam kelincahannya. Ia sangat senang. Tidak pernah rewel makanan desa. Berangkat 25 Juni 2017 sampai pulang di tanggal 02 Juni, nyampe 03 Juni dini hari sepertinya cukup singkat, tapi Alhamdulillah aku bisa mengukir kenangan baik untuk Luigi.



Kenangan bahwa ia pernah menjadi bagian dari tradisi mudik orang Indonesia diusia 16 bulan. Kukenalkan ia pada bumi Allah yang lain. Kuperlihatkan ia secara dekat kebesaranNya nan luar biasa, lautan tak berujung, gunung-gunung penyangga bumi, hutan nan kokoh. Dan kenangan bahwa ia pernah berada didesa yang penuh keterbatasan, namun telah kukabarkan padanya ternyata masih ada orang-orang yang kembali kedesa. Membangun desanya, memberi kemanfaatan di sebuah kota kecil, yang entah apakah orang meliriknya atau tidak. Yang akhirnya banyak hal yang dilakukan untuk memaksimalkan potensi daerah dipesisir selatan Pulau Jawa ini. Dialah anak muda penuh karya nan berprestasi, Bupati termuda Trenggalek Emil Dardak. Semoga, esok hidup Luigi menjadi penuh arti memberi kebermanfaatan untuk masyarakat dan adanya ia didunia pasti untuk melakukan sesuatu. Amin.





Sumber referensi tambahan:
https://www.trenggalekkab.go.id/menu?page=25&cat=18 diakses 24 Juli 2017
http://travel.kompas.com/read/2014/08/13/152640727/Pantai.Soge.Keindahan.Pesisir.Pacitan diakses 24 Juli 2017